Menilik Rencana PT Pertamina Geothermal Energy dalam Konferensi COP28 Dubai

Menilik Rencana PT. Pertamina Geothermal Energy dalam Konferensi COP28 Dubai zonaebt.com
PT. Pertamina Geothermal Energy pada COP28 Dubai. Sumber : jpnn.com
  • PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berkomitmen menekan emisi karbon.
  • Pengembangan bisnis harus rendah karbon.
  • Implementasi hasil kerja sama di Indonesia.

Pada tanggal 30 november 2023 kemarin, telah diselenggarakan Conference of The Parties atau COP yang ke-28 di Dubai. Konferensi ini dihadiri oleh setidaknya 70.000 delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam konferensi tersebut, PT Pertamina (persero) memaparkan keberhasilan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca 31% sejak tahun 2010 hingga tahun 2022.

“Di tahun 2022, peringkat ESG pertamina naik menjadi 22,1. Pertamina menempati posisi kedua untuk kategori industri minyak dan gas terintegrasi. Peringkatnya naik signifikan dari tahun 2021. Ini capaian yang sangat membanggakan,” ungkap Oki Muraza, Senior Vice President Research and Technology Innovation Pertamina.

Mengakar dari keberhasilan tersebut, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) sebagai salah satu anak dari perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang energi panas bumi juga turut berupaya dan berkontribusi menekan emisi melalui keikutsertaannya dalam beberapa proyek.

Dekarbonisasi sebagai Fokus Utama Proyek PGE

Menilik Rencana PT. Pertamina Geothermal Energy dalam Konferensi COP28 Dubai zonaebt.com
Direktur utama PT. Pertamina Geothermal Energy, COP ke-28 Dubai. Sumber: rm.id

Mengacu pada Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2021-2030 dan Dokumen Hijau PGE, industri panas bumi Indonesia diperkirakan berkontribusi hingga 16% dari total target dekarbonisasi nasional.

“Jika pertumbuhan PGE mengikuti rencana skenario agresif, PGE sendiri akan berkontribusi terhadap 5% pengurangan emisi karbon nasional pada tahun 2030, serta berkontribusi 89 juta ton pengurangan karbon dioksida dalam10 tahun ke depan,” kata Julfi Hadi, selaku Direktur Utama PGE.

Energi panas bumi punya potensi untuk menjadi senjata dekarbonisasi sektor industri di Indonesia. Membuka peluang secara kontinyu dalam pemanfaatan sumber daya energi yang ramah lingkungan.  “Termasuk juga dengan potensinya yang sangat besar, panas bumi mampu menjadi baseload hijau untuk sektor industri sebagai sumber energi terbarukan strategis yang utama,” jabarnya.

Baca Juga



Terkait dengan upaya perluasan perjalanan dekarbonisasi di Indonesia, Julfi Hadi mengungkapkan bahwa saat ini, PGE sedang mengembangkan produk sekunder panas bumi. Selain itu, Pertamina juga memiliki ide beyond geothermal untuk mendorong upaya dekarbonisasi.

“Strategi yang kami jalankan di antaranya dengan menjajaki bisnis rendah karbon, yaitu green hydrogen dan green methanol, serta mempromosikan sistem kredit karbon di Indonesia yang sedang berkembang dengan memasok kredit karbon ke aggregator utama PGE, yaitu Pertamina New Renewable Energy (PNRE),” ungkap Julfi.

“Beberapa produk sekunder juga sedang dikembangkan oleh PGE, di antaranya green methanol, green hydrogen, dan ekstraksi silika,” tambahnya.

Selain itu, pada acara COP ke-28 ini, juga dilaksanakan joint statement kemitraan lapangan panas bumi Suswa di Kenya oleh tiga pihak, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy, Geothermal Development Company, dan salah satu pemegang saham PGE, Masdar. Tujuan dari joint statement tersebut untuk mempercepat pengembangan lapangan panas bumi Suswa.

Selanjutnya, PGE juga aktif menjalin kerja sama dengan seluruh penggerak kepentingan guna mengakselerasi pengembangan energi geothermal.

“Hal ini dilakukan dengan menjajaki pengaturan baru guna memasok listrik ramah lingkungan kepada pelanggan yang dapat membuat listrik energi panas bumi lebih mudah diakses, optimalisasi teknologi, serta kerja sama dengan lembaga keuangan yang berfokus pada ESG, yang mampu membiayai proyek baru panas bumi,” jelas Julfi.

Implementasi Di Indonesia

Menilik Rencana PT. Pertamina Geothermal Energy dalam Konferensi COP28 Dubai zonaent.com
PLTP Kamojang. Sumber: PLN Indonesia Power [Youtube]

Indonesia sebagai negara vulkanik memiliki sumber energi panas bumi yang sangat besar. Maka dari itu, visi untuk menjadi perusahaan geothermal dengan kapasitas 1 GW dalam dua tahun ke depan sangat realistis untuk PGE. Julfi menyatakan, energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat diandalkan sebagai base load yang stabil untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) menjadi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). “Cadangan energi panas bumi terbesar ada di Jawa dan Sumatera dan proyek-proyek kami beroperasi di sana,” jelasnya.

Saat ini, PT Pertamina Geothermal Energy bekerjasama dengan perusahaan energi yang berbasis di Kenya untuk pengembangan potensi energi panas bumi. Direktur Utama PGE beralasan untuk melakukan pengeboran di Kenya karena lebih murah dibandingkan di Indonesia. Pengeboran satu sumur di Kenya hanya setengah dari biaya pengeboran sumur di Indonesia yang mencapai US$ 6 juta. Hal tersebut kemudian melahirkan keputusan untuk melakukan pertukaran pekerja dari masing-masing negara untuk saling mempelajari negara yang lain.

Baca Juga



Julfi mengatakan, kerja sama dengan Kenya ini merupakan sebuah langkah awal PGE untuk menjadi World Class Green Company Energy. “Tentunya banyak hal bernilai positif bagi kedua negara dalam mengembangkan energi panas bumi,” ujarnya.

Delegasi Kenya dan PGE membahas lebih lanjut rencana kerja sama pengembangan panas bumi yang dapat bermanfaat bagi indonesia dan Kenya. Julfi mengatakan, kerja sama ini menjadi sinyal positif bagi kedua negara dalam mengembangkan energi geothermal atau energi panas bumi.  

“Ini menunjukkan kesungguhan dari kedua pihak untuk saling bersinergi mengembangkan potensi energi panas bumi sebagai sumber energi bersih yang menjadi kebutuhan global,” papar Julfi.

#zonaebt #Sebarterbarukan #EBTHeroes

Editor: Ni Luh Nyoman Vitari Amritaning Ati

Referensi:

[1] Panas Bumi Jadi Senjata Dekarbonisasi Sektor Industri

[2] PGE Garap Panas Bumi Sampai ke Kenya, Ternyata Ini Alasannya

[3] PGE Sebut Panas Bumi Jadi Energi Terbarukan Paling Potensial

[4] PLN Indonesia Power Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi Di COP28

[5] Strategi Utama Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Capai 1 GW dalam 2 Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *