
- Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 2.160 GW, namun pemanfaatannya baru sekitar 12% dari total potensi.
- Hambatan utama pengembangan panas bumi meliputi risiko eksplorasi tinggi, biaya investasi besar, model bisnis lama, dan keterbatasan transmisi.
- Solusi percepatan mencakup teknologi baru, insentif pemerintah, dan pembangunan supergrid untuk mendukung distribusi energi.
Sobat EBT Heroes! Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Letaknya yang berada di jalur Cincin Api Pasifik membuat Indonesia memiliki sumber daya panas bumi yang melimpah dan tersebar di berbagai wilayah.
Bahkan, laporan dari Project InnerSpace memperkirakan potensi teknis panas bumi Indonesia bisa mencapai 2.160 gigawatt (GW). Angka ini jauh lebih besar dibandingkan estimasi konvensional yang selama ini digunakan.
Jika dimanfaatkan secara optimal, energi panas bumi berpotensi besar untuk:
- Memenuhi hingga 90% kebutuhan panas industri
- Mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar
- Menciptakan lebih dari 650 ribu lapangan kerja
Namun, di balik potensi besar tersebut, pemanfaatan panas bumi di Indonesia justru masih tergolong lambat.
Baca Juga:
- Daftar Lengkap Anggota Asosiasi Panas Bumi Indonesia (INAGA)
- Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Pemenang Lelang Panas Bumi Telaga Ranu di Halmahera Barat
Pemanfaatan Masih Jauh dari Potensi

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Julfi Hadi, menyoroti bahwa perkembangan energi panas bumi di Indonesia belum optimal. Dari total potensi saat ini sekitar 24 GW, pemanfaatannya baru mencapai sekitar 12%.
Padahal, energi panas bumi telah lama disebut sebagai salah satu tulang punggung energi bersih Indonesia. Namun dalam praktiknya, pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan.
Tantangan Utama Pengembangan Panas Bumi

Menurut Julfi Hadi, ada beberapa faktor yang membuat pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia berjalan lambat.
1. Model Bisnis yang Belum Berubah
Salah satu tantangan utama adalah penggunaan model bisnis yang dinilai sudah kurang relevan. Pengembangan panas bumi masih belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan industri dan ekonomi yang lebih luas.
Padahal, jika dikelola dengan pendekatan baru, panas bumi tidak hanya bisa menjadi sumber listrik, tetapi juga mendukung industrialisasi hijau dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
2. Risiko Eksplorasi yang Tinggi
Berbeda dengan energi lain, panas bumi membutuhkan tahap eksplorasi yang kompleks dan berisiko tinggi. Tidak semua lokasi yang dieksplorasi menghasilkan sumber energi yang layak dikembangkan.
Risiko ini membuat investor cenderung lebih berhati-hati, bahkan enggan masuk ke sektor ini tanpa adanya jaminan atau dukungan yang kuat.
3. Biaya Investasi yang Besar
Pengembangan proyek panas bumi membutuhkan investasi awal yang sangat besar, terutama pada tahap eksplorasi dan pembangunan infrastruktur.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama jika dibandingkan dengan energi lain yang memiliki biaya awal lebih rendah atau proses pengembangan yang lebih cepat.
4. Keterbatasan Infrastruktur Transmisi
Banyak potensi panas bumi berada di lokasi yang jauh dari pusat konsumsi listrik. Sayangnya, jaringan transmisi listrik di Indonesia masih belum merata.
Akibatnya, meskipun sumber energi tersedia, penyalurannya ke pengguna akhir menjadi tidak optimal.
Solusi untuk Mempercepat Pengembangan
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, diperlukan pendekatan baru yang lebih progresif dan adaptif.
Salah satu solusi yang didorong adalah penerapan staged development, yaitu pengembangan proyek secara bertahap untuk mengurangi risiko di awal. Selain itu, adopsi teknologi baru seperti:
- Modular power plant
- Co-generation
- Electrical submersible pumps
Selain teknologi, dukungan kebijakan juga menjadi kunci. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral didorong untuk menghadirkan insentif fiskal dan non-fiskal yang lebih menarik bagi investor.
Tak kalah penting, pembangunan supergrid atau jaringan transmisi listrik skala besar juga perlu dipercepat. Infrastruktur ini akan menjadi fondasi penting agar energi panas bumi bisa dimanfaatkan secara maksimal di seluruh wilayah Indonesia.
Penutup
Sobat EBT Heroes, potensi panas bumi Indonesia sangat besar, bahkan bisa menjadi salah satu solusi utama dalam transisi energi. Namun, untuk mewujudkannya, diperlukan kombinasi antara inovasi teknologi, dukungan kebijakan, dan pembangunan infrastruktur.
Jika berbagai tantangan ini dapat diatasi, bukan tidak mungkin panas bumi akan menjadi tulang punggung energi bersih Indonesia di masa depan. 🌋⚡
#PanasBumi #Geothermal #ZONAEBT #EBTHeroes
Sumber:
[1] The Future of Geothermal in Indonesia – Project InnerSpace