Penggunaan Teknologi Nuklir dalam Bidang Kesehatan

Ilustrasi penggunaan nuklir di bidang kesehatan. Sumber: icloudhospital.com
  • Teknologi nuklir yang seringkali terdengar menakutkan, sebenarnya memiliki banyak aplikasi positif dalam dunia kesehatan.
  • Salah satu penggunaan utama teknologi nuklir dalam bidang kesehatan adalah dalam diagnosis medis.
  • Nuklir berperan penting dalam penelitian medis dan pengembangan obat.

Tahukah Sobat EBT Heroes? Teknologi nuklir yang seringkali terdengar menakutkan, sebenarnya memiliki banyak aplikasi positif dalam dunia kesehatan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai cara di mana nuklir digunakan untuk diagnosis, pengobatan, dan penelitian medis. Kami akan membahas bagaimana isotop radioaktif membantu memantau kondisi kesehatan, mengobati penyakit, serta kontribusi pentingnya dalam pengembangan obat-obatan dan penelitian ilmiah.

Sebelum kita membahas aplikasi nuklir dalam kesehatan, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan nuklir. Nuklir mengacu pada peristiwa yang melibatkan inti atom, yang terdiri dari proton dan neutron. Isotop radioaktif adalah inti atom yang tidak stabil dan memancarkan radiasi dalam upaya untuk mencapai kestabilan. Radiasi ini dapat digunakan untuk tujuan medis dengan aman dan bermanfaat.

Diagnosis Medis dengan Gambaran Nuklir

Ilustrasi teknik diagnosis medis menggunakan penggambaran nuklir. Sumber: icloudhospital.com

Salah satu penggunaan utama teknologi nuklir dalam bidang kesehatan adalah dalam diagnosis medis. Teknik ini dikenal sebagai Positron Emission Tomography (PET) dan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT). Kedua teknik ini memungkinkan dokter untuk melihat gambaran internal tubuh manusia dengan tingkat detail yang tinggi.

PET scan menggunakan isotop radioaktif yang diberikan ke pasien melalui suntikan atau peroral (melalui mulut). Peluruhan radiotracer yang digunakan pada pemindaian PET menghasilkan partikel kecil yang disebut positron. Positron adalah partikel dengan massa yang kurang lebih sama dengan elektron tetapi bermuatan berlawanan.

Ketika positron bertemu dengan elektron di dalam tubuh, keduanya menghancurkan satu sama lain dan menghasilkan sinar gamma yang bisa dideteksi oleh PET scanner. Informasi ini digunakan untuk menciptakan gambar tiga dimensi dari aktivitas biologis di dalam tubuh, termasuk deteksi tumor, peradangan, dan masalah neurologis.

Baca Juga



SPECT scan, di sisi lain, menggunakan isotop yang menghasilkan gamma ray. Seperti PET, pasien menerima injeksi isotop radioaktif, dan kemudian scanner mengambil gambaran dari penyebaran radiasi di dalam tubuh. SPECT scan umumnya digunakan untuk diagnosis penyakit jantung, masalah serebral, dan gangguan tulang.

SPECT sekarang tersedia untuk mendiagnosis penyakit Parkinson secara akurat. Namun, area kecil di otak yang perlu divisualisasikan memerlukan pencitraan SPECT otak khusus yang menggunakan kamera gamma khusus untuk memberikan resolusi tinggi, sehingga meningkatkan biaya prosedur.

Penciptaan adaptor yang berbiaya rendah untuk pencitra SPECT konvensional akan memungkinkan kamera SPECT klinis standar memberikan resolusi tinggi serupa dengan yang dihasilkan oleh sistem SPECT khusus. Perbaikan ini akan membuat diagnosis penyakit Parkinson menjadi lebih murah dan melimpah.

Pengobatan Kanker dengan Terapi Radiasi

Ilustrasi terapi radiasi menggunakan sinar gamma. Sumber: KlikDokter.com

Salah satu aplikasi paling penting dari teknologi nuklir dalam bidang kesehatan adalah terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar gamma atau sinar X yang dihasilkan oleh sumber nuklir untuk menghancurkan sel-sel kanker. Teknik ini sangat efektif dalam mengendalikan pertumbuhan tumor dan memungkinkan pasien untuk mengatasi kanker tanpa operasi pembedahan.

Salah satu bentuk terapi radiasi yang umum digunakan adalah radioterapi eksternal, di mana sumber radiasi berada di luar tubuh pasien dan diarahkan ke tumor. Ini meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya. Terapi radiasi internal, atau brakiterapi, melibatkan penempatan sumber nuklir secara langsung ke dalam atau dekat tumor. Ini sering digunakan dalam kasus untuk mengobati kanker pada bagian organ reproduksi, kepala dan leher.

Baca Juga



Penelitian Medis dan Pengembangan Obat

Ilustrasi penelitian dan pengembangan medis dengan nuklir. Sumber: MediaIndonesia.com

Dalam penggunaan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan, penting untuk memahami bahwa langkah-langkah keamanan ketat diikuti untuk melindungi pasien dan personel medis dari paparan berlebihan radiasi. Untuk mengukur keamanan tersebut dilakukan penelitian dan pengembangan untuk mengujinya sebelum ditujukan ke pasien. Selain itu, dosis radiasi yang digunakan untuk diagnosis dan pengobatan sangat terkendali dan diatur dengan ketat oleh peraturan medis.

Nuklir berperan penting dalam penelitian medis dan pengembangan obat. Ilmuwan menggunakan isotop radioaktif untuk melacak pergerakan senyawa kimia dalam tubuh manusia. Teknik ini membantu mereka memahami bagaimana obat-obatan bekerja dalam tubuh dan bagaimana metabolisme manusia berlangsung. Dengan demikian, ini mendukung pengembangan obat-obatan baru dan terapi yang lebih efektif.

Penggunaan Teknologi Nuklir di Masa Depan

Penggunaan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan terus berkembang dan mengalami inovasi. Para ilmuwan terus mencari cara untuk membuat teknik diagnosis lebih akurat dan terapi lebih efektif. Pengembangan perangkat nuklir yang lebih canggih dan aman adalah prioritas utama.

Selain itu, beberapa penelitian juga mencoba mengintegrasikan teknologi nuklir dengan metode non-nuklir, seperti pencitraan MRI, untuk meningkatkan ketepatan diagnosis dan pemantauan penyakit. Ini adalah contoh bagaimana kolaborasi antara berbagai teknologi dapat membawa manfaat besar dalam perawatan kesehatan.

Teknologi nuklir telah membuktikan diri sebagai alat yang berharga dalam diagnosis, pengobatan, penelitian, dan pengembangan obat di dunia kesehatan. Meskipun konsep radiasi nuklir kadang-kadang menakutkan, peran positifnya dalam dunia medis tidak dapat diremehkan. Melalui teknologi nuklir, kita memiliki alat yang kuat untuk mendeteksi, mengobati, dan memahami penyakit dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Penggunaan teknologi nuklir dalam kesehatan terus berkembang, dan ini menjanjikan masa depan yang lebih cerah dalam perawatan kesehatan. Namun, keamanan selalu menjadi prioritas utama, dan langkah-langkah yang ketat diambil untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan dengan aman dan bermanfaat bagi pasien.

#zonaebt #serbaterbarukan #ebtheroes

Editor: Nur Wasilatus Sholeha

Referensi:

[1] Nuclear Medicine

[2] Perawatan Radioterapi, Prosedur, hingga Efek Sampingnya

[3] Teknologi Nuklir Bermanfaat Bagi Industri Maupun Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 Comment