
- Program Studi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sekolah Vokasi UGM merupakan program vokasi GIS pertama di Indonesia.
- Mahasiswa mempelajari berbagai teknologi geospasial seperti penginderaan jauh, kartografi, survei wilayah, hingga pemrograman spasial.
- Lulusan memiliki peluang karier luas di kementerian, lembaga geospasial, pemerintah daerah, hingga perusahaan di sektor energi dan teknologi.
Sobat EBT Heroes! Di era transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan, kebutuhan akan data geospasial semakin penting. Berbagai sektor kini memanfaatkan teknologi pemetaan untuk memahami kondisi wilayah secara lebih akurat, mulai dari perencanaan kota, mitigasi bencana, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Dalam sektor energi, misalnya, Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk memetakan potensi energi surya, angin, panas bumi, hingga menentukan lokasi paling optimal untuk pembangunan pembangkit listrik. Teknologi ini juga membantu analisis jaringan transmisi, pemantauan lingkungan, hingga perencanaan infrastruktur energi.
Seiring meningkatnya kebutuhan tenaga ahli geospasial, Indonesia memiliki salah satu program studi khusus yang fokus pada bidang ini, yaitu Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis di Universitas Gadjah Mada.
Program Studi GIS Terapan Pertama di Indonesia

Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Sekolah Vokasi UGM merupakan program pendidikan vokasional yang secara khusus mempelajari teknologi dan metodologi SIG secara terapan. Program ini dikenal sebagai program studi vokasi GIS pertama di Indonesia.
Di program ini, mahasiswa mempelajari bagaimana mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis, hingga memvisualisasikan berbagai informasi yang memiliki referensi geografis.
Bidang pembelajaran yang diajarkan juga cukup luas dan lintas sektor. Mahasiswa tidak hanya belajar teori pemetaan, tetapi juga berbagai aplikasi SIG yang digunakan di dunia kerja, seperti:
- Penginderaan jauh (remote sensing)
- Kartografi dan visualisasi peta digital
- Survei kewilayahan
- Pemrograman spasial
- Analisis data geospasial
Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan berbagai pemanfaatan SIG dalam berbagai bidang seperti smart city, logistik dan transportasi, tata ruang wilayah, kebencanaan, pertanian, hingga lingkungan.
Baca Juga:
- Bagaimana GIS Bisa Membantu Memetakan Lokasi PLTS Secara Efisien?
- 5 Negara dengan Teknologi GIS Paling Canggih, Bisa Monitoring Deforestasi hingga Perubahan Iklim!
Keunggulan Program Studi SIG UGM

Salah satu keunggulan utama program studi ini adalah pendekatan vokasi terapan, sehingga mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Tenaga pengajar di program ini merupakan akademisi dan praktisi yang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang informasi geospasial serta aktif melakukan riset pengembangan aplikasi GIS, baik berbasis desktop, web, maupun mobile.
Kurikulum yang digunakan juga telah disusun mengikuti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang informasi geospasial level 6. Dengan kurikulum tersebut, lulusan dipersiapkan untuk memiliki profil sebagai GIS analyst, programmer, atau developer sistem informasi geospasial.
Dari sisi fasilitas, mahasiswa juga didukung oleh berbagai sarana pembelajaran seperti Laboratorium Sistem Informasi Geografis, Laboratorium Penginderaan Jauh, serta studio pembelajaran yang menunjang praktik pemetaan dan analisis spasial.
Selain itu, tersedia pula fasilitas Teaching Industry dan Field Research Center yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam proyek-proyek riset dan praktik lapangan.
Prospek Karier Lulusan SIG

Kebutuhan tenaga ahli geospasial saat ini terus meningkat seiring berkembangnya teknologi pemetaan dan analisis data spasial. Lulusan program studi SIG memiliki peluang karier yang cukup luas, baik di sektor pemerintahan maupun industri.
Di sektor pemerintah, lulusan dapat berkarier di berbagai kementerian seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga Kementerian Pertanian dan Kelautan.
Selain itu, peluang juga terbuka di lembaga negara seperti Badan Informasi Geospasial dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, yang banyak memanfaatkan data geospasial untuk pemetaan wilayah dan pengembangan teknologi satelit.
Lulusan SIG juga dapat bekerja di berbagai institusi lain seperti pemerintah daerah, BUMN, hingga perusahaan swasta yang bergerak di bidang pemetaan, konsultan lingkungan, energi, dan teknologi geospasial.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan SIG—termasuk dalam pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, hingga perencanaan wilayah—jurusan ini menjadi salah satu bidang yang memiliki prospek karier yang terus berkembang di masa depan.
Peluang Studi Lanjut: Minat Studi Magister SIG UGM
Bagi yang ingin memperdalam keahlian di bidang geospasial, Universitas Gadjah Mada juga membuka Minat Studi Magister Sistem Informasi Geografis (MSIG) di Fakultas Geografi. Program ini resmi dibentuk melalui SK Dekan Fakultas Geografi UGM Nomor 331/UN1/GE/KPT/2024 dan dikelola oleh Program Studi Magister Penginderaan Jauh yang telah berjalan sejak 1993.
#GIS #DataSpasial #GeoSpasial #EBT #ZONAEBT
Sumber:
[1] Sistem Informasi Geografis UGM
[2] Teknologi SIG Makin Diminati, Geografi UGM Buka Minat Studi Magister Sistem Informasi Geografis