
- PSEL mengubah sampah menjadi sumber energi listrik: PSEL memanfaatkan sampah perkotaan untuk menghasilkan energi listrik, sekaligus mengurangi beban timbulan sampah dan mendukung transisi energi bersih.
- PSEL membantu menekan dampak lingkungan dari sampah: Dengan pengolahan terkontrol, PSEL mengurangi volume sampah di TPA dan menekan emisi gas rumah kaca dari pengelolaan sampah konvensional.
- PSEL membuka peluang pembangunan berkelanjutan: Implementasi PSEL menunjukkan potensi integrasi pengelolaan sampah, penyediaan energi, dan ekonomi sirkular di wilayah perkotaan.
Sobat EBT Heroes! Upaya mendorong transisi energi bersih di Indonesia terus menghadapi tantangan yang kompleks. Di satu sisi, kebutuhan energi listrik nasional terus meningkat. Di sisi lain, persoalan pengelolaan sampah perkotaan kian mendesak seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Dalam konteks inilah, berbagai inovasi mulai dikembangkan untuk menjawab dua tantangan tersebut secara bersamaan. Salah satu inovasi yang kini berpotensi dikembangkan secara lebih luas adalah Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL.
Apa Itu PSEL?
PSEL merupakan teknologi pengolahan sampah yang dirancang untuk mengurangi volume timbunan sampah sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber energi listrik. Sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir diolah melalui proses tertentu sehingga dapat menghasilkan energi panas, gas, atau bahan bakar alternatif yang kemudian dikonversi menjadi listrik.
Di Indonesia, PSEL tidak hanya dipandang sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional. Pemerintah telah menetapkan PSEL sebagai salah satu Program Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden, karena teknologi ini dinilai mampu menjawab persoalan keterbatasan lahan TPA, tingginya timbulan sampah perkotaan, serta kebutuhan akan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, PSEL diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
Contoh Implementasi PSEL yang Telah Berjalan

Salah satu contoh implementasi PSEL yang telah beroperasi di Indonesia adalah PSEL Benowo di Kota Surabaya. Fasilitas ini memanfaatkan sampah kota sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi listrik, sekaligus mengurangi beban timbunan sampah di TPA Benowo. Keberadaan PSEL Benowo menunjukkan bahwa pengolahan sampah berbasis teknologi dapat diterapkan di Indonesia dengan dukungan kebijakan, perencanaan, dan pengelolaan yang tepat.
Selain Surabaya, proyek PSEL Putri Cempo di Kota Surakarta juga tengah berada dalam tahap konstruksi. Proyek ini dirancang untuk mengolah sampah perkotaan yang sebelumnya menjadi beban lingkungan, sekaligus mendukung penyediaan energi listrik. Sementara itu, sejumlah daerah lain masih berada pada tahap persiapan dan pengembangan, menghadapi berbagai tantangan mulai dari kesiapan lahan, skema pembiayaan, hingga penerimaan masyarakat.
Baca Juga:
- SAMPAH : TENAGA LISTRIK YANG DAPAT DITEMUKAN DI LINGKUNGAN SEKITAR
- Pemerintah Targetkan Net Zero Emission 2060, Bagaimana Meraihnya?
Lokasi PSEL yang Berpotensi Dikembangkan
Berdasarkan informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), per Oktober 2025 pemerintah telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah wilayah aglomerasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan PSEL. Wilayah tersebut antara lain:
- Yogyakarta Raya (Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul)
- Denpasar Raya (Kota Denpasar, Kabupaten Badung)
- Bogor Raya (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok)
- Bekasi Raya (Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi)
- Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang)
- Medan Raya (Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang)
- Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang)
Wilayah wilayah ini umumnya memiliki timbulan sampah harian yang tinggi dan keterbatasan lahan TPA, sehingga membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Verifikasi lokasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa pengembangan PSEL dilakukan secara terencana, sesuai dengan kondisi teknis, lingkungan, dan sosial di masing masing daerah.
ZE Talk Zona EBT Bahas PSEL
Untuk memperdalam pemahaman publik mengenai PSEL, Zona EBT akan mengadakan ZE Talk bertajuk “Mengenal PSEL: Dari Sampah Menjadi Energi Listrik” pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini akan menghadirkan Akbar Pandu Wijaksono, Process Engineer di PLTSa Merah Putih Bantar Gebang, sebagai narasumber.
Dalam diskusi ini, PSEL akan dibahas secara komprehensif, mulai dari urgensinya dalam menjawab persoalan sampah perkotaan dan kebutuhan energi, posisi PSEL dalam transisi energi nasional, hingga ragam teknologi yang digunakan seperti RDF, insinerasi, gasifikasi, dan teknologi lainnya.
ZE Talk ini juga akan mengulas alur proses PSEL dari pengolahan sampah hingga menghasilkan listrik, aspek pengelolaan emisi dan lingkungan, tantangan sosial seperti penerimaan masyarakat, serta prospek pengembangan PSEL ke depan termasuk integrasinya dengan konsep ekonomi sirkular.
Melalui forum ini, Zona EBT berharap dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari solusi energi dan aksi iklim di Indonesia. Untuk informasi selengkapnya mengenai acara dan pendaftaran, Sobat EBT Heroes dapat menantikan pengumuman resmi melalui Instagram Zona EBT.
#zonaebt #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber: