
- Panel surya berwarna biru umumnya menggunakan teknologi polikristalin, yang lebih terjangkau dan diproduksi dari banyak kristal silikon.
- Warna biru pada panel surya berasal dari struktur kristal silikon dan lapisan anti-reflektif yang memantulkan cahaya tertentu.
- Selain biru, panel surya juga tersedia dalam versi monokristalin berwarna hitam yang lebih efisien dalam menyerap cahaya matahari.
Sobat EBT Heroes! Pernahkah kalian memperhatikan bahwa sebagian besar panel surya yang terpasang di atap rumah atau gedung-gedung berwarna biru? Apakah memang panel surya harus berwarna biru, atau sebenarnya bisa dibuat dengan warna lain?
Ternyata, warna panel surya bukan sekadar soal estetika. Warna tersebut berkaitan erat dengan jenis material, proses produksi, dan tingkat efisiensi panel surya itu sendiri.
Alasan Panel Surya Banyak Berwarna Biru
Secara umum, warna panel surya bergantung pada cara modul tersebut diproduksi. Di pasaran, ada dua jenis utama panel surya berbasis silikon:
- Panel surya polikristalin
- Panel surya monokristalin
Keduanya menggunakan silikon sebagai bahan utama untuk mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Namun, proses pembentukan kristalnya berbeda—dan di sinilah warna mulai berperan.

Panel Surya Polikristalin: Si Biru yang Populer
Panel surya polikristalin adalah jenis yang paling sering terlihat berwarna biru. Jenis ini diproduksi dengan cara melelehkan silikon lalu menuangkannya ke dalam cetakan, sehingga menghasilkan sel surya yang terdiri dari banyak fragmen kristal silikon.
Nama “polikristalin” sendiri berasal dari kata “poli” yang berarti banyak kristal. Karena terdiri dari banyak kristal dalam satu sel, permukaannya memantulkan cahaya dengan karakteristik tertentu yang menghasilkan warna kebiruan.
Selain itu, panel ini juga dilapisi lapisan anti-reflektif yang semakin memperkuat tampilan birunya.
Mengapa jenis ini sangat populer?
- Biaya produksi lebih murah
- Proses manufaktur lebih sederhana
- Harga jual lebih terjangkau
Namun, panel polikristalin memiliki efisiensi sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Banyaknya kristal dalam satu sel membuat pergerakan elektron tidak seefisien struktur kristal tunggal.
Panel Surya Monokristalin: Lebih Hitam dan Lebih Efisien
Berbeda dengan polikristalin, panel surya monokristalin menggunakan satu kristal silikon tunggal dalam setiap selnya.
Proses pembuatannya lebih kompleks, salah satunya menggunakan metode Czochralski, yaitu teknik menumbuhkan kristal silikon tunggal dari silikon cair. Proses ini membutuhkan waktu dan presisi tinggi, sehingga biaya produksinya lebih mahal.
Panel monokristalin umumnya berwarna hitam, bukan biru. Warna hitam ini memiliki dua keunggulan utama:
- Menyerap lebih banyak cahaya matahari
- Struktur kristal tunggal memungkinkan aliran elektron lebih efisien
Karena itu, panel monokristalin biasanya memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan panel polikristalin.
Apakah Panel Surya Harus Berwarna Biru?
Jawabannya jelas tidak.
Warna biru hanyalah hasil dari struktur kristal silikon dan lapisan anti-reflektif pada panel polikristalin. Saat ini, tersedia berbagai pilihan lain seperti:
- Panel monokristalin hitam
- Solar shingles (atap surya)
- Desain panel dengan tampilan lebih estetis
Artinya, pemilihan warna panel surya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Baik dari sisi anggaran, efisiensi, maupun tampilan bangunan.
Kesimpulan
Sebagian besar panel surya berwarna biru karena menggunakan teknologi polikristalin yang lebih terjangkau dan mudah diproduksi. Sementara itu, panel monokristalin berwarna hitam dan menawarkan efisiensi lebih tinggi.
Jadi sekarang sudah tahu ya Sobat EBT Heroes, warna biru pada panel surya bukan sekadar desain, tetapi hasil dari proses ilmiah dan teknologi material di baliknya.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Panelsurya #Surya #PLTS
Sumber: