Dilema Penggunaan Tote Bag, Sebuah Solusi atau Masalah Baru?

Ilustrasi: Tas belanja berbahan kain, Sumber: unsplash.com
  • Penerapan wajib menggunakan tas totebag untuk semua pusat perbelanjaan untuk menekan jumlah sampah plastik
  • Walau bisa mengurangi jumlah sampah plastik, penggunaan totebag ternyata juga memiliki efek samping terhadap lingkungan
  • Apa yang sebaiknya dilakukan agar hal ini tidak justru malah menjadi pencemaran baru?

Sobat EBT Heroes pasti pernah berbelanja kan? Dan ketika kita berbelanja, pihak toko yang kita kunjungi pasti memberikan kita tote bag untuk memudahkan kita membawa barang-barang belanjaan kita, walau sekarang diharuskan membayar sekitaran dua ribu rupiah atau 5 ribu rupiah karena kantung belanja nya sudah berbahan kain dan bukan plastik, tapi kita tentu tidak keberatan daripada harus menenteng barang banyak.

Hal ini bukan tanpa alasan, ini merupakan langkah yang diambil pemerintah khususnya di DKI Jakarta untuk menanggulangi sampah plastik yang jika tidak dikurangi maka akan berakibat buruk pada lingkungan karena sejatinya limbah plastik itu sulit untuk diuraikan yang mana nantinya akan menjadi pencemaran tanah, dan juga air seperti di sungai dan lautan.

Maka dari itu, diterapkanlah peraturan yang mengharuskan semua jenis pusat perbelanjaan dari mulai supermarket besar, hingga pasar rakyat serta mengajak masyarakat untuk menggunakan tote bag. Dengan harapan langkah ini dapat menekan angka limbah plastik yang di hasilkan serta membuat masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan.

Ilustrasi: Tas belanjaan, Sumber: unsplash.com

Tas belanja berbahan kain atau tote bag ini sendiri memang didesain agar bisa terus menerus digunakan, tidak seperti kantung belanja berbahan plastik atau kresek yang hanya sekali pakai. Dan karena bahan nya yang terbuat dari kain menjadikan tote bag jauh lebih tahan lama ketimbang kantung plastik.

Ini tentu menjadi poin plus dalam penggunaan tote bag yang harapanya adalah penggunaaya dapat mengurangi jumlah sampah pribadi, khususnya yang berbahan plastik. Namun apakah ini berarti penggunaan tote bag benar-benar sangat efektif untuk mengurangi pencemaran lingkungan? Apa saja keunggulan dan kekurangan dari penggunaan tote bag ?

BACA JUGA


Benarkah Botol PET Berbahaya Bagi Lingkungan?

5 Daerah di Indonesia: Denda Bagi yang Membuang Sampah Sembarangan


Keunggulan dari tote bag

Ilustrasi: Tote bag berbahan kain lebih kuat daripada tas plastik, Sumber: unsplash.com

Jika kita berbicara soal keunggulan, ada banyak sekali hal yang membuat tote bag jauh lebih unggul ketimbang kantong plastik pada umumnya. Yang pertama dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya adalah tote bag dapat digunakan berulang kali. Adapun kelebihan lain dari tote bag adalah sebagai berikut :

  • Praktis

Penggunaan tote bag sangatlah mudah, karena bisa dibawa kemana-mana dengan hanya cukup melipatnya saja lalu diletakkan di dalam tas.

  • Kapasitas Besar

Selain mudah untuk dibawa kemana-mana, tote bag bisa membawa barang banyak, dan juga memiliki varian ukuran yang bermacam-macam, ada yang berukuran besar dan ada juga yang berukuran kecil, bisa Kita sesuaikan dengan kebutuhan kita.

  • Banyak Varian Desain

Karena bahan nya yang terbuat dari kain, tote bag mudah sekali untuk didesain sesuai dengan keinginan kita. Dengan alat sablon kita bisa meng-custom tote bag kita sesuai selera kita sendiri.

Sisi Negatif dari Penggunaan Tote Bag

Ilustrasi: Pabrik Polyester, Sumber: ecotextile.com

Memang betul harapan dari penggunaan tote bag ini adalah untuk mengurangi angka pencemaran yang dihasilkan oleh sampah plastik, karena kita semua tahu kalau sampah plastik itu jika tidak diolah dengan benar maka akan mencemari tanah dan lautan.

Namun satu hal dari penggunaan tote bag yang kita tidak sadari adalah totebag pun tak kalah sulit untuk diuraikan. Hal ini dikarenakan bahan untuk membuat tote bag menggunakan berbagai macam material penguraianya tidak kalah sulit dengan kantung plastik, seperti polyester, dan polipropilena.

Selain bahan nya yang sulit terurai, pembuatan tote bag pun juga menjadi penyumbang emisi karbon yang cukup besar, lebih besar dari tas plastik. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, emisi karbon yang dihasilkan dari pembuatan tas tote bag sebanyak 598,6 pon CO2 dibanding tas plastik yang hanya 3,48 pon.

Disamping itu penggunaanya di masyarakat juga mulai menjadi masalah tersendiri. Hal ini dikarenakan tujuan utama dari penggunaan tote bag adalah untuk menekan jumlah sampah pribadi khususnya sampah plastik, namun tote bag ini sering disalahgunakan menjadi tas sekali pakai yang mengakibatkan meningkatnya jumlah sampah tote bag dan berakhir menjadi limbah yang sulit untuk diuraikan sama. seperti tas plastik.

BACA JUGA


Tumpukan Sampah Memicu Terjadinya Ledakan, Bagaimana Bisa?

Desa Penglipuran, Bukti Komitmen Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan


Lalu Apa yang Sebaiknya Dilakukan ?

Ilustrasi: Tumpukan limbah plastik, Sumber: unsplash.com

Penggunaanya yang tidak sesuai dengan yang diharapkan membuat penggunaan tote bag menjadi sia-sia karena sifat dari bahan nya yang cenderung sama-sama sulit untuk diuraikan. Maka dari itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya pencemaran lingkungan baru, diantaranya adalah:

  • Memahami Maksud dan Tujuan Dari Penggunaan Tote Bag

Dengan memahami fungsi dari tote bag, yaitu agar dapat digunakan berulang kali maka akan tumbuh kesadaran akan potensi pencemaran lingkungan yang dapat terjadi ketika terus menerus membuang totebag yang tidak dipakai.

  • Membiasakan diri untuk membawa tas belanja sendiri

Selain untuk menghemat biaya tarif kantong belanja tambahan, dengan membawa tas sendiri dari rumah tentu akan sangat membantu dalam mengurangi jumlah sampah pribadi. Hal ini tentu dapat menjadi pencegah terjadinya penumpukan sampah tas tote bag yang takutnya malah akan menjadi pencemaran baru karena bahan nya yang sulit terurai.

  • Mengajak orang-orang terdekat untuk lebih peduli terhadap lingkungan

Kita juga bisa mengajak teman, saudara, kolega, tetangga, dan lain sebagainya untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan dengan menghindari penggunaan kantong plastik, serta mengajak untuk selalu membawa tas belanja sendiri ketika bepergian atau berbelanja.

Penggunaan kantong plastik yang terlalu banyak memang sudah menjadi masalah besar dalam pelestarian lingkungan. Dampak nya pun juga tidak bisa dianggap remeh karena serpihan-serpihan plastik, atau yang biasa disebut dengan microplastic dapat mencemari tubuh kita melalui makanan yang dibungkus dengan kantong plastik.

Maka dari itu penggunaan tote bag dianggap dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tapi perlu di ingat, tote bag memang betul bisa mengurangi jumlah sampah plastik, namun hal tersebut hanya akan terjadi ketika semua lapisan masyarakat memahami apa dan fungsi dari tote bag itu sendiri, yaitu untuk digunakan berkali-kali.

#zonaebt #sebarterbarukan #EBTheroes

Editor: Bellinda Putri Hidayat

Referensi

[1] Jangan Terkejut! Ternyata Tote Bag Sama Buruknya dengan Kantong Plastik

[2] Dilema kantong: Tote Bag Kok Jadi Sekali Pakai

[3] Penggunaan Kantong Plastik Resmi Dilarang di DKI Jakarta

[4] Tote Bag: Ancaman Baru yang Kurang Disadari

[5] 11 Kelebihan Tote Bag, Praktis dan Cocok Dijadikan Souvenir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 Comment