Kementerian ESDM Luncurkan Kursus Online Indikator Efisiensi Energi, Bersama IEA

  • Kegiatan diselenggarakan atas kerjasama antara Kementerian ESDM dan International Energy Agency (IEA), yang bertujuan untuk memperkenalkan kursus online indikator efisiensi energi dasar-dasar statistik, dan kursus indikator efisiensi energi dasar-dasar untuk pembuatan kebijakan.
  • Luh Nyoman Puspa Dewi menyebutkan bahwasanya, dalam rangka mencapai target kebijakan energi nasional dan penurunan emisi di sektor energi, Kementerian ESDM telah melaksanakan berbagai konservasi energi.
  • Menurut Efficiency Data Key to monitor progress towards country-level objectives, Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen dari sektor bisnis pada tahun 2030, dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Direktorat Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan webinar bertajuk “Peluncuran kursus online, indikator efisiensi energi untuk Indonesia” pada Senin (26/7/21).

Kegiatan webinar tersebut diselenggarakan atas kerjasama antara Kementerian ESDM dan International Energy Agency (IEA), yang bertujuan untuk memperkenalkan kursus online indikator efisiensi energi dasar-dasar statistik, dan kursus indikator efisiensi energi dasar-dasar untuk pembuatan kebijakan. Adapun fokus yang disediakan terbagi menjadi empat sektor diantaranya, sektor rumah tangga, jasa, industri, dan sektor transportasi.

Acara dibuka melalui sambutan yang dipaparkan oleh Direktur Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Luh Nyoman Puspa Dewi, dan Senior Programme Manager Energy Efficiency in Emerging Economies Programme IEA, Melanie Slade, beserta jajaran kedua lembaga.

Pada sambutannya, Luh Nyoman Puspa Dewi menyebutkan bahwasanya, dalam rangka mencapai target kebijakan energi nasional dan penurunan emisi di sektor energi, Kementerian ESDM telah melaksanakan berbagai konservasi energi.

“KemenESDM telah mendorong penerapan manajemen energi terutama pada sektor tahap energi yaitu industri, memberlakukan label dan standar kinerja energi minimum untuk pemanfaatan energi rumah tangga, mengembangkan skema pendanaan untuk proyek efisiensi energi, melakukan kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang efisiensi energi, serta melakukan revisi Peraturan Presiden No. 70 tahun 2009 tentang konservasi energi guna lebih mempercepat pencapaian target efisiensi energi” papar Luh Nyoman.

Lebih lanjut, Melanie Slade selaku Senior Programme Manager Energy Efficiency in Emerging Economies Programme IEA. Menyebut, kursus indikator-indikator efisiensi energi merupakan terobosan baru yang mesti dilakukan secara rutin dan bertahap. Hal tersebut guna mempercepat kemajuan dan pencapaian efisiensi energi Indonesia.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang kuat dengan Kementerian ESDM untuk program efisiensi energi. Dalam mempercepat kemajuan dan pencapaian efisiensi energi, serta ingin memastikan Indonesia mendapatkan manfaat dari apa yang bisa diberikan oleh program ini. Jadi untuk melakukan itu semua, kita tentu harus memiliki data yang lebih baik, dan seperti diketahui mengumpulkan data energi efisiensi merupakan tantangan, namun jika kita bisa menciptakan community of practice bagi pemangku kepentingan data, maka kita bisa menjawab tantangan dengan cara yang lebih kolaboratif dan menjadi sangat penting bagi empat sektor tersebut” ujar Melanie.

Baca Juga



Data yang Baik akan Menciptakan Kebijakan Efisiensi yang Baik

Head of Section Energy Data Centre, IEA, Roberta Quadrelli menjelaskan, kenapa berfikiran harus mengalokasikan sumber daya untuk menemukan indikator yang terbaik dan mengumpulkan data-data pendukung? Jawabannya adalah supaya dapat berhasil dalam kebijakan efisiensi di seluruh sektor.

“Jadi pertama kita harus pikirkan data sebagai bagian inti siklus kebijakan, dari data yang dibutuhkan untuk mendesain kebijakan, data juga akan membantu untuk memantau implementasi dari kebijakan. Selain itu, siklus ini berlaku untuk seluruh kebijakan bahkan yang sederhana sekalipun seperti menetapkan standar untuk peralatan spesifik tertentu hingga tujuan ekonomi tingkat tinggi” papar Roberta.

Menurut Efficiency Data Key to monitor progress towards country-level objectives, Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen dari sektor bisnis pada tahun 2030, dan 41 persen dengan bantuan internasional. Sekitar 30 persen dari pengurangan emisi di sektor energi akan diperoleh dengan meningkatkan efisiensi energi.

Disamping itu, banyak solusi hemat energi untuk bangunan, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan industri yang tersedia saat ini dan dapat ditingkatkan dengan cepat. IEA dengan cepat menempatkan semua sektor tersebut dalam skala besar untuk mendorong tingkat rata-rata peningkatan efisiensi energi di tahun 2020-an menjadi sekitar tiga kali rata-rata dalam dua dekade terakhir.

Baca Juga



Gambaran Umum, dan Keluaran dari Kursus Online

Kursus semua sektor tersebut telah diadaptasi dari indikator efisiensi energi manual IEA: “Indikator efisiensi energi: dasar-dasar statistik” dan “Indikator efisiensi energi: untuk pembuatan kebijakan” (2014).

Adapun target dari kursus statistik adalah para petugas dan ahli statistik, analisis energi, dan siapapun yang terlibat dalam proses pendataan (peneliti, akademisi, konsultan, dll), serta target dari kursus pembuatan kebijakan adalah para pembuat kebijakan tingkat tinggi dan menengah, kementerian ekonomi, energi, industri, infrastruktur, transportasi, dan konstruksi.

Matthieu Prin, Programme Coordinator, IEA, dalam kesempatannya memaparkan hasil atau keluaran para peserta kursus online ini diantaranya: Jika kursus statistik diharapkan dapat mengidentifikasi rangkaian indikator yang dapat dikembangkan lintas sektor, memperjelas peran pengumpulan data terperinci untuk indikator dan kebijakan efisiensi energi yang efektif, dapat menjelaskan proses perumusan indikator efisiensi energi, serta menentukan pendekatan yang tersedia untuk survei, pengukuran dan pemodelan efisiensi.

Disisi lain, keluaran untuk yang memilih kursus pembuat kebijakan diharapkan dapat menjelaskan pentingnya data untuk kebijakan efisiensi energi yang efektif, mendiskusikan peran indikator efisiensi energi di berbagai tingkatan untuk memprioritaskan sektor-kebijakan efisiensi energi secara spesifik, serta dapat mengidentifikasi kebijakan efisiensi energi yang sesuai sektor-sektor utama berdasarkan data dan indikator yang tersedia.

Referensi:

[1] “Launch of Online Course on Energy Efficiency Indicators for Indonesia”

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.