Karakteristik dan Tantangan Pengembangan EBT

  • Energi terbarukan memiliki karakteristik yang unik dalam penerapannya
  • EBT memiliki karakter umum yang sama dan juga berbeda
  • Terdapat beberapa macam karakter EBT yang disertai dengan tantangan dalam pengembangannya

Energi terbarukan memiliki karakter yang unik dalam implementasinya. Dengan memahami karakter EBT nantinya akan berguna untuk membantu para pihak yang berkepentingan dalam sektor energi bersih, termasuk untuk menyusun kebijakan atau regulasi sehingga nantinya pemanfaatan EBT dapat optimal.

Ditinjau dari segi investor atau pengusaha, dengan mengenali karakter atau sifat dari EBT juga diperlukan sebelum memutuskan membangun suatu usaha atau proyek di bidang energi bersih tersebut.

Baca Juga:



Pertama, EBT memiliki beberapa karakter umum yang sama dan juga berbeda. Didalamnya terdapat kekurangan dan kelebihan, namun keunikan dari EBT tersebut bukan menjadi hambatan dalam pengembangan EBT.

Karakter umum energi EBT diantaranya adalahSite Spesific, tiap daerah memiliki potensi teresendiri dari energi bersih yang ditawarkan. Contoh terdapat suatu wilayah yang memang memiliki potensi angin yang besar namun memiliki potensi surya yang minim, ataupun sebaliknya. Potensi tersebut tidak dapat atau tidak ekonomis untuk dipindahkan ke daerah lain.

Kedua, Ketersediaannya dipengaruhi oleh cuaca, seluruh energi terbarukan untuk saat ini sifatnya masih bergantung pada keadaan alam, baik itu secara langsung atau tidak langsung.

Secara langsung seperti PLTS dimana peran sinar matahari sangatlah penting, jika intensitas penyinaran matahari tidak tinggi maka akan mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh PLTS tersebut.

Ketiga, Beberapa energi terbarukan tersedia secara gratis akan tetapi teknologi yang diperlukan untuk pengembangan relatif mahal, terhadap sumber energi angin, matahari, dan air tersedian secara gratis, akan tetapi untuk memanfaatkan energi angin, matahari, dan air tersebut untuk dapat menghasilkan suatu energi.

Untuk menghasilkan energi listrik contohnhya dibutuhkan suatu teknologi untuk mentransformasikan dari sinar matahari menjadi energi listirk. Biaya untuk teknologi tersebut sangat mahal dan dibutuhkan investor untuk pengembangan tersebut.

Baca juga:



Keempat, Mayoritas pembangkit listrik energi terbarukan tidak dapat beroperasi dengan ramping rate tinggi, ramping rate merupakan kemampuan pembangkit listrik untuk mengubah jumlah output dalam suatu kurun waktu tertentu.

Hanya terhadap jenis PLTA, PLTBg, dan fuel cell yang secara desain dapat untuk menyesuaikan output. Sedangkan pada teknologi lain dibutuhkan penambahan alat, seperti pada PLTS dibutuhkan komponen baterai.

Melihat karakteristik dan tantangan tersebut, dalam hal pengembangan EBT dibutuhkan dukungan dari berbagai macam bidang untuk percepatan transisi energi. Salah satunya dari segi aturan, dengan adanya aturan yang komperhensif mengenai EBT diharapkan dapat mengakomodir dan menjawab tantangan yang ada dalam hal pengembangan EBT.

Referensi:

(1) Andrew Cahyo A. dan Heru SS, 2019, Energi Baru & Terbarukan, Jakarta, Listrik Indonesia

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.