Kapasitas Pembangkit EBT Indonesia Ditargetkan 16.300 MW pada 2026, Berapa Capaian 2025?

Realisasi kapasitas pembangkit EBT Indonesia 2025 capai 15.630 MW, foto: Thnikstock
  1. Realisasi kapasitas pembangkit EBT Indonesia 2025 mencapai 15.630 MW, naik 1,3 GW dari tahun sebelumnya meski belum menyentuh target 15.865 MW.
  2. Pemerintah menargetkan kapasitas EBT 2026 sebesar 16.300 MW sebagai bagian dari percepatan transisi energi bersih dan berkelanjutan.
  3. Tambahan kapasitas terbesar 2025 berasal dari PLTS 584,7 MW, disusul PLTA 531,2 MW, PLTP 105,2 MW, dan PLTBio 84,5 MW.

Sobat EBT Heroes! Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT), mulai dari matahari, air, hingga panas bumi, demi membawa Indonesia semakin dekat menuju sistem energi yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Pada 2026, Indonesia menargetkan kapasitas terpasang EBT mencapai 16.300 MW. Lalu, bagaimana capaian tahun 2025?

Capaian 2025: Naik 1,3 GW Meski Belum Sentuh Target

Target kapasitas EBT tahun 2025 ditetapkan sebesar 15.865 MW. Namun hingga akhir 2025, realisasi kapasitas terpasang pembangkit EBT nasional tercatat 15.630 MW.

Artinya, masih terdapat selisih sekitar 235 MW dari target. Meski demikian, capaian ini tetap menunjukkan progres positif karena meningkat sekitar 1,3 gigawatt (GW) dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan 1,3 GW tersebut berasal dari tambahan kapasitas beberapa jenis pembangkit berikut:

  • PLTA (Tenaga Air): 531,2 MW
  • PLTP (Panas Bumi): 105,2 MW
  • PLTS (Tenaga Surya): 584,7 MW
  • PLTBio (Bioenergi): 84,5 MW

Dari data tersebut, tambahan terbesar berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang menunjukkan potensi percepatan pengembangan energi matahari di Indonesia.

Baca Juga:



Kontribusi Sumber EBT dalam Transisi Energi

Tenaga Air (PLTA)

Kontribusi EBT Indonesia bertambah 531,2 MW dari PLTA, foto: ESDM

Tenaga air masih menjadi tulang punggung EBT nasional karena kapasitasnya besar dan mampu menyediakan pasokan listrik yang relatif stabil. Proyek-proyek bendungan dan PLTA skala besar menjadi kontributor utama dalam peningkatan kapasitas.

Tenaga Surya (PLTS)

Kontribusi EBT Indonesia bertambah 105,2 MW dari PLTS, foto: ESDM

PLTS menjadi sektor dengan pertumbuhan paling signifikan dalam tambahan kapasitas 2025. Biaya teknologi yang semakin kompetitif serta fleksibilitas instalasi membuat tenaga surya menjadi kunci percepatan transisi energi.

Panas Bumi (PLTP)

Kontribusi EBT Indonesia bertambah 584,7 MW dari PLTP, foto: ESDM

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. PLTP berperan penting sebagai pembangkit baseload yang andal karena mampu beroperasi stabil sepanjang waktu.

Bioenergi (PLTBio)

Kontribusi EBT Indonesia bertambah 84,5 MW dari PLTBio foto: ESDM

Bioenergi mendukung pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan sekaligus mendorong ekonomi sirkular di daerah.

Tantangan Menuju Target 16.300 MW di 2026

Meski pertumbuhan 2025 menunjukkan tren positif, percepatan tetap dibutuhkan agar target 16.300 MW pada 2026 dapat tercapai.

Beberapa faktor kunci yang menentukan keberhasilan target tersebut antara lain:

  • Percepatan penyelesaian proyek pembangkit
  • Kepastian regulasi dan dukungan kebijakan
  • Skema pembiayaan dan investasi yang kompetitif
  • Integrasi jaringan listrik yang lebih andal

Sobat EBT Heroes, setiap tambahan megawatt dari energi terbarukan adalah langkah konkret menuju masa depan rendah emisi. Perjalanan menuju energi bersih memang penuh tantangan, tetapi progres 2025 menunjukkan bahwa arah transisi energi Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.

#EnergiTerbarukan #EBTHeroes #ZONAEBT #TransisiEnergi

Sumber:

[1] Kapasitas Terpasang EBT Capai 15.630 MW

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?