Ini Dia! 9 Sektor Teratas yang Menarik Minat Investor di 2024

Data 9 Sektor paling banyak menerima investasi. Sumber: Instagram Zonaebt
  • Investasi Indonesia 2024: 9 Sektor Teratas Capai US$ 850 Juta
  • Sektor Finansial Dominasi dengan US$ 324,5 Juta, Greentech Tumbuh Pesat US$ 147,6 Juta
  • Tech in Asia: Direct-to-Consumer, AgTech, dan E-commerce Jadi Pilihan Investor Indonesia

Revolusi investasi sedang terjadi di Indonesia! Tahun 2024 menjadi saksi bisu bagaimana sembilan sektor strategis menarik minat investor dengan total nilai mencapai lebih dari US$ 850 juta. Data eksklusif dari Tech in Asia menunjukkan sektor finansial mendominasi dengan investasi fantastis US$ 324,5 juta – hampir dua kali lipat dari sektor runner-up, greentech yang meraih US$ 147,6 juta. Indonesia berhasil mencatat realisasi investasi IDR 401,5 triliun (sekitar US$ 24,7 miliar) di kuartal pertama 2024, meningkat 22,1% dibanding kuartal sebelumnya, menandakan momentum investasi yang luar biasa kuat. Berikut 9 sektor Indonesia yang paling banyak diminati para investor:

Baca juga:



Finansial: Raja Mutlak dengan US$ 324,5 Juta

Ilustrasi Sektor Finansial. Sumber: voi.id

Sektor finansial mencakup semua layanan keuangan mulai dari perbankan digital, fintech, pembayaran elektronik, hingga asuransi teknologi. Sektor ini membuktikan dominasinya sebagai magnet utama investasi Indonesia 2024. Dengan nilai mencapai US$ 324,5 juta, sektor ini hampir dua kali lipat dari kompetitor terdekatnya. Revolusi fintech, perbankan digital, dan layanan pembayaran digital menjadi pendorong utama antusiasme investor.

Transformasi digital sektor finansial didukung penetrasi internet yang mencapai 79,5% menurut survei APJII 2024. Platform pembayaran digital, lending teknologi, dan cryptocurrency exchange menjadi sub-sektor paling diminati venture capital dan private equity.

Greentech: Revolusi Hijau dengan US$ 147,6 Juta

Ilustrasi sektor Greentech untuk indonesia. Sumber: mondo.com

Greentech atau teknologi hijau adalah sektor yang fokus pada inovasi ramah lingkungan seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, teknologi hemat energi, dan solusi untuk perubahan iklim. Posisi kedua ditempati sektor greentech dengan investasi US$ 147,6 juta. Momentum ini sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai net-zero emission 2060 dan meningkatnya kesadaran lingkungan konsumen.

Startup energi terbarukan, teknologi pengolahan limbah, dan solusi transportasi berkelanjutan menjadi fokus investor. Regulasi pro-lingkungan pemerintah menciptakan iklim investasi yang sangat kondusif.

Direct-to-Consumer

Ilustrasi Direst to Consumer. Sumber: supadu.com

Direct-to-Consumer (D2C) adalah model bisnis di mana brand atau produsen menjual produknya langsung kepada konsumen akhir tanpa melalui distributor atau retailer tradisional, biasanya melalui platform online atau toko fisik milik sendiri. Sektor D2C meraih US$ 77,5 juta. Model bisnis yang memungkinkan brand menjual langsung ke konsumen tanpa perantara ini semakin populer pasca pandemi yang mengubah pola konsumsi masyarakat.

Platform D2C Indonesia memanfaatkan media sosial dan e-commerce untuk membangun hubungan langsung dengan konsumen, didukung penetrasi internet 66,5% dan 353 juta koneksi seluler aktif.

Agrikultur

Ilustrasi Sektor Agrikultur. Sumber: inixindojogja.co.id

Sektor agrikultur dalam investasi teknologi mencakup AgTech (Agricultural Technology) yang menggabungkan pertanian dengan teknologi seperti IoT, AI, drone, dan blockchain untuk meningkatkan efisiensi produksi, monitoring tanaman, dan distribusi hasil pertanian. Sektor agrikultur memperoleh investasi US$ 75,1 juta, menandakan transformasi digital di sektor primer. AgTech startup menghadirkan solusi precision farming, supply chain management, dan platform marketplace untuk petani.

Indonesia sebagai negara agraris dengan 70% wilayah berupa lahan pertanian melihat potensi besar digitalisasi. Teknologi IoT, AI, dan blockchain mulai diimplementasikan untuk meningkatkan produktivitas.

E-commerce

Ilustrasi kegiatan E-commerce di Indonesia. Sumber: citarumharum

E-commerce adalah perdagangan elektronik yang memungkinkan jual-beli barang dan jasa melalui platform digital seperti marketplace, website, atau aplikasi mobile, mencakup B2C (Business-to-Consumer), B2B (Business-to-Business), dan C2C (Consumer-to-Consumer). E-commerce tetap menarik investasi US$ 55,75 juta meski sudah matang. Fokus bergeser ke niche market, social commerce, dan integrasi AR/VR untuk pengalaman belanja immersive. Sub-sektor live streaming commerce, quick commerce, dan B2B e-commerce menjadi area pertumbuhan baru yang menarik investor strategis.

Logistik & Transportasi: Infrastruktur Digital

Ilustrasi Sektor logistik & transportasi. Sumber: ajaib.co.id

Sektor logistik & transportasi meliputi teknologi untuk mengoptimalkan pergerakan barang dan orang, termasuk ride-hailing, delivery services, fleet management, tracking systems, dan solusi supply chain terintegrasi. Sektor logistik & transportasi meraih US$ 20,8 juta. Digitalisasi supply chain dan last-mile delivery menjadi fokus utama, terutama dengan pertumbuhan e-commerce yang pesat.

Logistik: Spesialisasi Supply Chain

Ilustrasi kegiatan Sektor logistik. Sumber: Getty Images/iStockphoto/bfk92

Sektor logistik murni fokus khusus pada teknologi pengelolaan rantai pasok, warehousing, inventory management, dan optimasi distribusi barang tanpa aspek transportasi penumpang. Logistik murni juga memperoleh US$ 20,8 juta, menunjukkan spesialisasi dan kompleksitas yang semakin tinggi dalam industri supply chain Indonesia.

SaaS: Adopsi Cloud Computing

Ilustrasi contoh SAAS. Sumber: idstar.co.id

Software as a Service (SaaS) adalah model distribusi perangkat lunak berbasis cloud di mana aplikasi dihosting oleh penyedia layanan dan diakses pengguna melalui internet dengan sistem berlangganan, tanpa perlu instalasi lokal. SaaS dengan investasi US$ 18,6 juta menunjukkan adopsi cloud computing yang masif di kalangan enterprise Indonesia. Microsoft bahkan mengumumkan investasi US$ 1,7 miliar untuk infrastruktur cloud dan AI di Indonesia.

Properti

Ilustrasi Sektor Properti. Sumber: ajaib.co.id

Sektor properti dalam konteks investasi teknologi mengacu pada PropTech (Property Technology) yang menggunakan teknologi untuk mempermudah transaksi properti, manajemen aset, valuasi digital, virtual tour, dan platform marketplace real estate. Sektor properti dengan investasi US$ 16,21 juta mengindikasikan digitalisasi industri real estate melalui proptech solutions, mulai dari platform jual-beli hingga manajemen properti digital.

Baca juga:



Distribusi investasi sembilan sektor ini mencerminkan ekonomi Indonesia yang semakin diversifikasi dan digital-native. Google, Temasek, dan Bain & Company dalam laporan e-Conomy Southeast Asia 2024 menyebut Indonesia sebagai pasar internet besar dengan pertumbuhan tercepat.

Makin tahu Indonesia, Para analis memprediksi tren ini berlanjut hingga 2025, dengan sektor greentech dan finansial tetap mendominasi. Sektor downstream berkontribusi Rp 272,91 triliun atau 21,6% dari total investasi periode Januari-September 2024.

Bagi investor atau Sobat ZonaEBT yang ingin berinvestasi, data ini memberikan insight berharga tentang sektor paling menjanjikan di Indonesia. Namun, penting melakukan due diligence mendalam mengingat dinamika regulasi dan kompetisi yang terus berubah di setiap sektor.

#zonaebt #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Referensi:

[1] Indonesia’s New Era Of Economic Growth And Opportunities

[2] Indonesia Digital Economy Report 2024

[3] BKPM Investment Report First Semester 2024

[4] Investment Realization Data 2024