
- Peringkat Global: Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara paling peduli terhadap krisis iklim berdasarkan survei internasional.
- Dominasi Asia Tenggara: Negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand masuk jajaran teratas tingkat kepedulian krisis iklim dunia.
- Momentum Transisi Energi: Tingginya kesadaran publik menjadi peluang besar untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.
Sobat EBT Heroes, krisis iklim kini bukan lagi isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya semakin nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari banjir di wilayah perkotaan, banjir rob di kawasan pesisir, tanah longsor di daerah perbukitan, hingga kekeringan dan gagal panen di wilayah pedesaan. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan iklim telah memengaruhi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.
Di Indonesia, krisis iklim tidak hanya berdampak pada ekosistem alam, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak. Ketidakpastian musim, cuaca ekstrem, dan kerusakan lingkungan memperbesar risiko kehilangan mata pencaharian, menurunnya ketahanan pangan, serta meningkatnya kerentanan sosial.
Situasi global pun menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada 2025, suhu rata-rata bumi tercatat meningkat hingga 1,47°C berdasarkan data Copernicus Climate Change Service (C3S). Angka ini menjadikan 2025 sebagai salah satu tahun terpanas sejak 2014 dan semakin menegaskan bahwa krisis iklim berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan. Tanpa upaya serius untuk menekan emisi gas rumah kaca, dampaknya diproyeksikan akan semakin luas dan kompleks.
Indonesia Paling Peduli Krisis Iklim Menurut Survei Global
Di tengah tantangan tersebut, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap krisis iklim justru menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Berdasarkan survei global yang dilakukan Ipsos secara daring pada 24 Oktober hingga 7 November 2025 terhadap 23.642 responden di 30 negara, Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan tingkat kepedulian krisis iklim tertinggi di dunia.
Survei ini melibatkan sekitar 1.000 responden di Indonesia dengan rentang usia 24–74 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa 95% responden Indonesia sepakat bahwa diperlukan perubahan nyata untuk menghentikan krisis iklim. Angka ini jauh melampaui rata-rata publik global yang berada di kisaran 78%. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan tingkat kepercayaan tertinggi bahwa krisis iklim akan terus memburuk jika tidak ada tindakan nyata dari masyarakat dan pemangku kepentingan.
Tingginya tingkat kepedulian ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara lain seperti Vietnam dengan 91%, Malaysia 90%, serta Thailand dan Hong Kong yang masing-masing berada di angka 88%. Dominasi negara-negara Asia Tenggara dalam daftar ini mencerminkan tingginya kerentanan kawasan terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya aksi iklim.
Dari Kepedulian Publik Menuju Aksi Energi Bersih
Tingginya kepedulian masyarakat merupakan modal sosial yang sangat penting. Namun, kepedulian saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan aksi nyata dan kebijakan yang berkelanjutan. Transisi menuju energi bersih, pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta peningkatan efisiensi energi menjadi langkah krusial untuk menekan emisi karbon dan memperlambat laju krisis iklim.
Pemanfaatan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sektor industri, komersial, dan rumah tangga menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan secara nyata. Selain menurunkan emisi, pengembangan energi bersih juga membuka peluang ekonomi hijau dan memperkuat ketahanan energi nasional. Di sisi lain, penguatan kapasitas sumber daya manusia, edukasi publik, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar transisi energi berjalan adil dan inklusif.
Melihat data ini, tingginya kepedulian masyarakat Indonesia dapat dipandang sebagai momentum penting untuk mempercepat aksi iklim. Dengan pengetahuan, inovasi, dan partisipasi aktif, upaya menekan emisi dan membangun sistem energi yang berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil. Langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan lingkungan dan kualitas hidup generasi mendatang.
#ZonaEBT #Sebarterbarukan #EBTHeroes #Perubahaniklim #Krisisiklim
Sumber: