Indeks Ketahanan Energi Indonesia 2015–2024 Terus Naik, Tapi Masih di Kategori “Tahan”

Indeks Ketahanan Energi Indonesia terus naik dari 2015-2024, foto: Freepik
  1. Indeks Ketahanan Energi (IKE) Indonesia naik dari 6,16 pada 2015 menjadi 6,69 pada 2024, menunjukkan tren penguatan ketahanan energi nasional.
  2. IKE diukur berdasarkan empat aspek utama: availability, accessibility, affordability, dan acceptability dalam sistem energi Indonesia.
  3. Peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dan biodiesel menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor.

Sobat EBT Heroes! Ketahanan energi menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional. Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, Indonesia dituntut mampu memastikan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Kabar baiknya, Indeks Ketahanan Energi (IKE) Indonesia menunjukkan tren positif dalam satu dekade terakhir. Namun, di balik kenaikan skor tersebut, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, terutama dalam penguatan bauran energi terbarukan dan pengurangan ketergantungan impor.

Skor Indeks Ketahanan Energi Indonesia 2015–2024

Aspek pengukuran dan klasifikasi Indeks Ketahanan Energi Indonesia, foto: Freepik

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, skor IKE Indonesia pada 2024 mencapai 6,69. Angka ini meningkat dibandingkan 2015 yang berada di level 6,16, dan secara umum menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.

Indeks Ketahanan Energi diukur berdasarkan empat aspek utama:

  1. Availability (ketersediaan energi)
  2. Accessibility (akses terhadap energi)
  3. Affordability (keterjangkauan harga)
  4. Acceptability (penerimaan lingkungan dan sosial)

Skor IKE kemudian diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. 8–10: Sangat tahan
  2. 6–7,99: Tahan
  3. 4–5,99: Kurang tahan
  4. 2–3,99: Rentan
  5. 0–1,99: Sangat rentan

Dengan skor 6,69 pada 2024, Indonesia masih berada di kategori “tahan”, belum mencapai level “sangat tahan”.

Mantan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa Indonesia belum menembus angka 7 karena masih terdapat ketergantungan impor pada beberapa jenis energi. Selain itu, penghitungan indeks dilakukan melalui proses hierarki berbasis kuesioner pakar yang mempertimbangkan keempat variabel utama tersebut. Artinya, meskipun kondisinya membaik, ketahanan energi Indonesia masih berada pada tahap penguatan awal.

Baca Juga:



Tantangan dan Peran Energi Terbarukan dalam Ketahanan Energi

Bauran Energi Baru Terbarukan sebagai indikator ketahanan energi, foto: Freepik

Salah satu indikator penting ketahanan energi adalah bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Pada 2024, realisasi bauran EBT mencapai 14,68%, meningkat 1,39% dibandingkan 2023. Namun angka tersebut masih di bawah target 2024 sebesar 19,49%.

Di sisi lain, beberapa perkembangan positif tetap terlihat:

  • Produksi biodiesel naik 6% pada 2024
  • Pencampuran biodiesel dalam biogas oil mencapai 35%
  • Pemanfaatan biomassa di sektor industri mencapai 20,73 juta ton

Pemerintah juga terus mencari strategi untuk memperkuat pasokan energi nasional, termasuk melalui hilirisasi batu bara menjadi gas. Namun, ke depan Indonesia tidak bisa terus bergantung pada energi fosil.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa sumber energi masa depan akan semakin beragam, termasuk dari bahan bakar nabati seperti biosolar, bioetanol, dan biodiesel.

Hal ini menegaskan bahwa EBT menjadi kunci dalam meningkatkan ketahanan energi jangka panjang, sekaligus mendukung komitmen transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Ketahanan Energi dan Aksi Nyata Menuju Transisi Bersih

Meningkatnya skor IKE menunjukkan arah yang positif. Namun untuk mencapai kategori “sangat tahan”, Indonesia perlu mempercepat:

  • Diversifikasi sumber energi
  • Penguatan infrastruktur energi bersih
  • Pengurangan impor energi
  • Peningkatan bauran EBT

Sobat EBT Heroes, ketahanan energi bukan sekadar angka indeks, tetapi tentang bagaimana Indonesia mampu berdiri mandiri secara energi, menjaga stabilitas ekonomi, dan menekan emisi karbon.

Transisi menuju energi terbarukan—termasuk panas bumi, bioenergi, surya, dan angin—akan menjadi faktor penentu dalam mendorong indeks ketahanan energi ke level yang lebih tinggi di masa depan.

#ZONAEBT #EnergiTerbarukan #Energi #KetahananEnergi

Sumber:

[1] Indeks Ketahanan Energi Indonesia Kembali Naik pada 2024

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?