Habis Gelap Terbitlah Terang, Pulau Messah Saat Ini

  • Sebanyak 1.102 Panel Surya berkapasitas 530 kilo watt peak (kWp) menutupi area perbukitan Pulau Messah seluas 7.500 meter persegi
  • Dengan dibekali 590 buat baterai, 27 unit solar inverter dan 5 unit bidirectional inverter, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Messah mampu menampung 467 pelanggan dari 4 tipe, yaitu rumah tangga (R1 dan R2), bisnis (B1) dan sosial (S1).
  • PLTS Messah sudah memproduksi energi sebesar 497.884 kWh sejak beroperasi Oktober 2019. PLTS ini bagian dari PLTS komunal milik Unit Pelaksana Pembangkit (UPK) Flores PT PLN.

Pulau Messah, terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang berdekatan dengan Labuan Bajo ini mendapatkan apa yang sangat dibutuhkan oleh penduduknya.

Pulau Messah kini telah terang benderang menyinari 120 Kepala Keluarga (KK), karena terdapat Panel Surya yang terbentang di atas bukit. Sebanyak 1.102 Panel Surya berkapasitas 530 kilo watt peak (kWp) untuk area perbukitan Pulau Messah seluas 7.500 meter persegi.

Dengan dibekali 590 buat baterai, 27 unit solar inverter dan 5 unit bidirectional inverter, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Messah mampu menampung 467 pelanggan dari 4 tipe, yaitu rumah tangga (R1 dan R2), bisnis (B1) dan sosial (S1).

PLTS Messah sudah memproduksi energi sebesar 497.884 kWh sejak beroperasi Oktober 2019. PLTS ini bagian dari PLTS komunal milik Unit Pelaksana Pembangkit (UPK) Flores PT PLN.

Saat ini, ada beberapa sebaran PLTS komunal di UPK Flores yang tersebar di pulau – pulau pelosok, yaitu PLTS Palue berkapasitas 760 kWp, PLTS Messah berkapasitas 530 kWp.

Lalu ada PLTS Gunung 490 kWp, PLTS Golo Lebo 440 kWp, PLTS Parumaan 420 kWp, PLTS Papagarang 380 kWp. PLTS Nuca Molas berkapasitas 380 kWp, PLTS Wontong 320 kWp, PLTS Nangabere 270 kWp,

Baca juga:



Selain itu ada PLTS Mbakung 260 kWp, PLTS Kebirangga Selatan 200 kWp, PLTS Ranakulan 190 kWp, PLTS Seraya 190 kWp, PLTS Kakasewa 140 kWp, PLTS Batu Tiga 120 kWp, PLTS Legur Lai 150 kWp, dan PLTS Kalelu 100 kWp.

Berdasarkan data PLN, bauran energi dari pembangkit EBT UPK Flores sebesar 24% (Januari – Mei 2022) atau 35,599 GWh ekuivalen dengan 9.503.760 liter High Speed Diesel (HSD).

Adanya hamparan Panel Surya ini, sangat dirasakan sekali oleh masyarakat Pulau Messah, salah satunya Haji Basgun (51) menceritakan situasi Pulau Messah sebelum adanya tenaga listrik dari matahari.

“Kami harus cari ke Labuan Bajo untuk tempat penyimpanan es. Perlu uang lagi sekitar 200 ribu rupiah untuk mengisi solar, belum termasuk harga es. Manfaat listrik surya ini luar biasa,” pungkas Basgun.

Ia mengungkapkan kembali bahwa anak-anak di Pulau Messah dulunya memanfaatkan lentera sebagai sarana penerang untuk belajar di malam hari.

“Anak-anak pakai lentera atau genset unutk belajar, tapi tidak sampai larut malam. Mereka mau belajar sampai jam 10 malam tidak bisa,” ucap Basgun seorang nelayan di Pulau Messah.

Haji Basgun juga mengungkapkan dahulu hampir tidak ada seorang pun yang mempunyai handphone karena susah kalua baterai sudah mati, tetapi sekarang anak tujuh tahun pun sudah memiliki handphone dan kami sekarang merasakan hidup seperti di kota.

Baca juga:



Hal serupa juga dirasakan oleh Vidia (19), ia mengungkapkan genset menjadi sumber utama listrik sebelum adanya tenaga surya. Hanya orang yang berpenghasilan tinggilah yang menikmati listrik. Bagi warga yang ingin menikmati listrik bisa membeli ke warga yang mempunyai genset.

Senada dengan Basgun, Jukri (52) menuturkan bahwa masyarakat harus rela patungan untuk membeli listrik dari perusahaan swasta menyewa mesin diesel.

“Masyarakat Bersama-sama sewa mesin diesel untuk 10 – 20 rumah. Bayar 10 – 15 ribu per malam. Makanya kita senang tidak perlu berbayar lagi dengan adanya PLTS ini,” ungkapnya.

Jukri pun mengutarakan adanya PLTS Messah ini sudah ada sejak 2019. Ia merasa kualitas penerangan di wilayah setempat jauh lebih baik buat rumah tangga dan keberlangsungan usaha.

Dan pada 25 Juni 2022, Pulau Messah mendapati bagian lokasi kunjungan dari para delegasi the 2nd Energy Transitions Working Group (ETWG).

Referensi:

[1] Memanen Terik Surya di Pulau Messah

[2] Messah Island: Once It Was Completely Dark, Now Harvesting The Sun

Editor : Muhammad Fhandra Hardiyon

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.