Eksplor Potensi Ekonomi Biru Menurut 5 Program Prioritas KKP

ekonomi biru. zonaebt.com
Ilustrasi Ekonomi Biru. Sumber: Pexels
  • Ekonomi Biru adalah konsep berkelanjutan yang memfokuskan pada pemanfaatan sumber daya laut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan melestarikan ekosistem laut.
  • Ekonomi Biru meliputi sektor-sektor seperti perikanan, pariwisata, transportasi, dan pertambangan di wilayah kelautan, dengan penekanan pada skala lokal.
  • Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, ekonomi biru mencakup kegiatan ekonomi di wilayah pesisir pantai atau pulau-pulau kecil, dengan sektor-sektor seperti perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi air, pengelolaan limbah, dan mitigasi perubahan iklim.

Dengan sumber daya alamnya yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan pendekatan Ekonomi Biru yang berkelanjutan. Konsep ini bukan hanya memberikan peluang untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga ekosistem laut, dan menciptakan lapangan kerja.

Apa Itu Ekonomi Biru?

Kegiatan Ekonomi Biru Oleh Penduduk Lokal. Sumber: Pexels

Ekonomi Biru merupakan gagasan yang diperkenalkan oleh Bank Dunia, mengenai pemanfaatan sumber daya laut dengan pendekatan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga ekosistem laut, dan menciptakan lapangan kerja. Konsep ini menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya laut dengan bijak, memastikan bahwa pemanfaatannya tidak melebihi kapasitas alaminya.

Dalam konteks definisi Ekonomi Biru, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, ekonomi biru tidak terbatas hanya pada sektor perikanan dan budidaya air, tetapi juga mencakup segmen pariwisata, transportasi, dan bahkan kegiatan pertambangan di wilayah kelautan. Namun, yang membedakannya adalah penekanan pada skala lokal yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.

Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun fokusnya lokal, hal ini tidak berarti ekonomi biru terisolasi dari ekonomi global. Sebaliknya, konsep ini memungkinkan negara untuk mengekspor hasil-hasil dari kegiatan ekonomi biru, menjadikannya sebagai sumber potensi pengembangan dan teknologi yang berkelanjutan.

Sesuai dengan UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, ekonomi biru mencakup kegiatan ekonomi yang terjadi di wilayah pesisir pantai atau pulau-pulau kecil. Hal ini memberikan dasar hukum yang jelas untuk pengelolaan dan pembangunan ekonomi biru di berbagai negara kepulauan dan wilayah pesisir.

Sektor-sektor yang tercakup dalam ekonomi biru sangat beragam, mulai dari perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi air, hingga pengelolaan limbah, dan mitigasi perubahan iklim. Dengan mengelola sektor-sektor ini secara berkelanjutan, masing-masing sektor dapat menjadi kontributor yang signifikan.

Baca juga



Lima Jurus Mengelola Ekonomi Biru

Dalam upaya mengelola ekonomi berkelanjuran di sektor kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia telah mengimplementasikan lima program prioritas berbasis ekologi. Program pertama adalah perluasan kawasan konservasi, khususnya mengingat signifikansi perubahan iklim. Konservasi laut dinilai dari kemampuannya dalam menyerap karbon lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan daratan.

Selanjutnya, program kedua adalah kebijakan penangkapan ikan yang terukur berdasarkan kuota, yang baru-baru ini mulai diterapkan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut, di mana ikan tertentu hanya boleh ditangkap pada periode tertentu sesuai dengan alokasinya. Aturan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan di Laut.

Program ketiga menekankan pada pengembangan perikanan budi daya yang berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk perikanan pesisir, laut, dan darat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelima komoditas unggulan, yaitu udang, lobster, kepiting, tilapia, dan rumput laut.

Program keempat mencakup pengawasan terhadap pulau-pulau kecil dan pesisir, yang juga memiliki peran krusial dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Terakhir, upaya pembersihan sampah plastik di laut melibatkan partisipasi aktif dari para nelayan. Tindakan ini merupakan respons terhadap isu global yang mendesak dan memerlukan tindakan konkret di setiap negara.

Potensi Penerapan Ekonomi Biru di Indonesia

Penerapan lima program prioritas KKP untuk Ekonomi Biru memiliki potensi besar di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang kaya akan sumber daya laut. Sektor perikanan Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia, menyumbang lebih dari 6% dari total produksi perikanan global pada tahun 2020.

Keberagaman hayati laut di Indonesia juga luar biasa, dengan lebih dari 2.500 spesies ikan tercatat dan ribuan jenis biota laut lainnya. Terumbu karang Indonesia adalah yang terluas di dunia, membentang sepanjang hampir 51.000 kilometer persegi. Sektor pariwisata biru di Indonesia telah berkembang pesat, menyumbang lebih dari 20% dari total penerimaan devisa pariwisata pada tahun 2019.

Dalam hal energi terbarukan, Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan gelombang laut dan arus laut. Diperkirakan bahwa potensi energi ombak di perairan Indonesia mencapai 25 GW, sementara potensi dari arus laut mencapai 49 GW.

Dengan lebih dari 3.000 pulau yang dihuni, sektor transportasi air juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan konektivitas antar-pulau. Pengembangan infrastruktur transportasi air dapat mengurangi hambatan logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil.

Pengelolaan limbah laut juga menjadi fokus penting. Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia menghasilkan lebih dari 3,2 juta ton limbah plastik setiap tahunnya. Upaya untuk mengelola dan mengurangi limbah laut akan mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan kesehatan masyarakat.

Dengan memanfaatkan potensi sumber daya lautnya secara berkelanjutan, mengintegrasikan teknologi terbaru, dan memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal, Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin dalam mewujudkan penerapan konsep Ekonomi Biru yang berhasil dan memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakatnya.

Keterkaitan Potensi Ekonomi Biru dengan Pelestarian Blue Carbon di Indonesia

Distribusi Global Ekosistem Blue Carbon. Sumber: https://www.thebluecarboninitiative.org/

Potensi penerapan lima program prioritas KKP untuk Ekonomi Biru di Indonesia membawa dampak positif yang signifikan terhadap pelestarian blue carbon. Dengan lebih dari 3 juta hektar wilayah mangrove, Indonesia memiliki salah satu ekosistem mangrove terluas di dunia. Selain mampu menyerap karbon secara efisien, mangrove juga memberikan habitat penting bagi keanekaragaman hayati laut dan berkontribusi pada sektor perikanan lokal.

Tidak hanya mangrove, ekosistem lamun dan padang rumput laut juga memegang peran vital dalam pelestarian blue carbon. Keduanya tidak hanya memberikan habitat bagi spesies laut, tetapi juga memiliki kemampuan menyerap karbon yang patut diperhitungkan. Pemulihan dan pelestarian ekosistem ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengurangan emisi karbon global.

Melalui pendekatan lima program prioritas KKP, upaya pengelolaan dan pelestarian ekosistem blue carbon di Indonesia tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi lokal yang berkelanjutan. Melalui inisiatif seperti ekowisata, praktek budidaya yang berkelanjutan, dan program restorasi ekosistem, masyarakat lokal dapat terlibat secara aktif dalam upaya pelestarian blue carbon sambil memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan.

Baca juga



Tidak hanya bermanfaat secara lokal, upaya pelestarian blue carbon juga berkontribusi pada skala global dalam pengurangan emisi karbon dan penanggulangan perubahan iklim. Integrasi potensi blue carbon ke dalam strategi Ekonomi Biru di Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam upaya global untuk melindungi lingkungan laut dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Potensi penerapan lima program prioritas untuk Ekonomi Biru di Indonesia tidak hanya memperhitungkan sektor-sektor ekonomi konvensional seperti perikanan dan pariwisata, tetapi juga mencakup komitmen terhadap pelestarian blue carbon yang memiliki dampak positif pada mitigasi perubahan iklim dan keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan.

#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes

Editor: Tika Sari Safitri

Referensi

[1] Indonesia Siapkan Lima Jurus Mengelola Ekonomi Biru

[2] Kunjungi UB, Menteri Perikanan dan Kelautan Bahas Program Ekonomi Biru

[3] SERBA-SERBI BLUE ECONOMY DI INDONESIA

[4] Pengertian Ekonomi Biru: Cara Membangun Hingga Manfaatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *