Carbon Capture Storage: Kunci Kurangi Gas Karbon Dioksida

pencemaran atas karbon
Cerobong asap karbon dioksida. Sumber: Freepik.com
  • Gas karbon dioksida (CO2) yaitu merupakan penyebab pemanasan global.
  • Carbon Capture Storage adalah jalan keluar teknologi yang dibutuhkan untuk pengurangan gas ke atmosfer.
  • Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan untuk penangkapan dan penyimpanan karbon di Indonesia.

Salah satu pemicu pemanasan global yang terjadi saat ini beberapa gas rumah kaca yang dihasilkan dari karbon dioksida. Sebagian besar gas rumah kaca dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dalam kendaraan, pabrik, dan produksi listrik.

Karbon dioksida (CO2) adalah gas yang paling bertanggung jawab atas sebagian besar pemanasan. Kontributor lain termasuk metana yang dilepaskan dari tempat pembuangan sampah berupa peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan yang merumput), pertanian (terutama dari di nitrogen oksida yang dihasilkan oleh pupuk), dan gas yang dihasilkan dari proses pendinginan dan industri. Selain itu, hilangnya hutan dapat menyebabkan peningkatan jumlah karbon dioksida.

Untuk mengatasi masalah tersebut melalui teknologi Carbon Capture Storage. Capture yaitu penangkapan CO2 dipisahkan dan dikompresi dari sumber gas buang (flue gas), seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil atau industri besar. Biasanya, penangkapan CO2 dilakukan dengan menggunakan teknologi absorpsi yang telah digunakan dalam industri hidrogen. Kemudian transportasi atau pengangkutan gas karbon dioksida yang telah ditangkap dikompresi dan diangkut ke lokasi penyimpanan melalui pipa atau tanker yang khusus. Lalu penyimpanan CO2 disimpan di dalam lapisan batuan di bawah permukaan bumi, yang dapat memegang gas hingga tidak lepas ke atmosfer. Menginjeksikan karbon dioksida ke dalam laut pada kedalaman tertentu merupakan opsi tambahan.

Baca juga



Teknologi CSS Diperlukan Guna Mengurangi Emisi Karbon

Karbon kotor
Gambar karbon dioksida. Sumber: Pixabay.com

Presiden Joko Widodo menetapkan aturan untuk penangkapan dan penyimpanan karbon. Perpres Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, berisi undang-undang tersebut. Menurut Perpres, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon memiliki peran penting dalam mengurangi emisi karbon dari kegiatan penghasil emisi dalam rangka memenuhi target kontribusi yang ditetapkan secara nasional dan menuju Net Zero Emission tahun 2060 atau lebih cepat.

Indonesia memiliki potensi untuk menyimpan karbon, menarik investasi, dan menciptakan nilai ekonomi. Lewat aturan ini, pemerintah memberi pihak yang terlibat untuk ikut serta upaya penurunan emisi dasar hukum. Perpres tersebut menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi tempat penyimpanan karbon, baik di tingkat nasional maupun regional. Ini akan meningkatkan daya tarik investasi dan menciptakan nilai ekonomi dari proses bisnis penangkapan, pengangkutan, dan penyimpanan karbon.

Proses Penangkapan dan Penyimpanan Karbon: Penangkapan

proses penyulingan karbon
Proses gas karbon dialirkan ke bawah tanah. Sumber: Google.com

Yang pertama adalah capturing post-combustion ini adalah proses pengambilan karbon dioksida dari gas buang setelah pembakaran bahan bakar fosil. Setelah pembakaran bahan bakar fosil, CO2 dipisahkan dari gas buang dalam proses yang dikenal sebagai pengambilan pasca pembakaran. Saat ini, ini adalah metode yang paling sering digunakan dalam aplikasi CCS. Berikut merupakan langkah-langkahnya yaitu:

  • Pemisahan yaitu unit penangkapan memproses gas buang yang mengandung CO2 dengan menggunakan pelarut (pelarut) atau adsorben untuk menyerap CO2 dari gas buang. Reaksi pemulihan CO2 yang telah diserap kemudian terpisah dari solvent atau adsorben, meninggalkan CO2 yang murni. Transportasi dan Penyimpanan CO2 yang telah dipisahkan dibawa ke tempat penyimpanan dan disimpan di dalam formasi geologi di bawah tanah yang aman.
  • Kemudian Langkah selanjutnya yaitu pre-combustion capture dalam proses gasifikasi batu bara, karbon dioksida dipisahkan sebelum bahan bakar fosil dibakar. Sebelum bahan bakar fosil dibakar, CO2 dipisahkan dalam proses yang dikenal sebagai pengambilan sebelum pembakaran. Gasifikasi batu bara atau bahan bakar lainnya adalah contoh umum dari proses ini. Berikut ini adalah langkah-langkah utama dalam pengambilan pre-combustion: Gasifikasi dalam reaksi kimia dengan gas atau oksigen, bahan bakar fosil, seperti batu bara, diubah menjadi gas sintesis yang mengandung karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). Pemisahan adalah proses penangkapan CO2 melibatkan gas sintesis. Dalam proses ini, CO2 dipisahkan dari gas sintesis menggunakan solvent atau adsorben. Recovery dan Storage CO2 yang telah dipisahkan dipulihkan dan disimpan di lokasi penyimpanan bawah tanah yang tepat.
  • Dilanjutkan dengan proses pembakaran bahan bakar oksigen murni Pembakaran bahan bakar fosil menggunakan oksigen murni sebagai oksidan daripada udara. Proses ini menghasilkan gas buang, yang terutama terdiri dari CO2 dan uap air, sehingga proses penangkapan CO2 menjadi lebih mudah. Berikut ini adalah proses utama pembakaran bahan bakar Oxy, pembakaran bahan bakar fosil menyebabkan gas buang yang mengandung CO2 yang lebih terkonsentrasi di lingkungan yang kaya oksigen. Penyimpanan dan Pemisahan CO2 dipisahkan dari gas buang dengan menggunakan solvent atau teknologi penangkapan lainnya. Rekonstruksi dan Transportasi CO2 yang telah dipisahkan dibawa dan disimpan di tempat penyimpanan yang aman.

Teknologi baru sedang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan skala operasi CCS untuk memerangi perubahan iklim. Semua orang tahu bahwa perubahan iklim menyebabkan banyak komitmen, undang-undang, inisiatif, dan mitigasi adalah jalan keluar untuk mencegah dampak yang lebih buruk.

#ZonaEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Editor: Adhira Kurnia Adhwa

Baca juga



Referensi:

[1] Jokowi Terbitkan Aturan Carbon Capture Storage, Ini Pengertian dan Cara Kerjanya

[2] Post Combustion Capture

[3] Pre-Combustion vs. Post-Combustion Carbon Capture Technologies

[4] Oxy-Fuel Combustion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment