Alur Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan Skema Off-taker di Indonesia

PSEL Benowo di Surabaya, foto: Kominfo
  1. PSEL mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi bernilai guna, mulai dari listrik, biomassa (RDF/SRF), biogas, hingga bahan bakar minyak terbarukan.
  2. Skema off-taker memastikan energi hasil PSEL terserap pasar, dengan PT PLN sebagai pembeli listrik serta sektor industri dan PLTU sebagai pengguna biomassa dan bahan bakar terbarukan.
  3. PSEL menjadi solusi terintegrasi pengelolaan sampah dan transisi energi, karena mampu mengurangi beban TPA sekaligus mendukung sistem energi nasional yang lebih berkelanjutan.

Sobat EBT Heroes! Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL kini semakin relevan di tengah dua persoalan besar yang dihadapi Indonesia: timbulan sampah perkotaan yang terus meningkat dan kebutuhan energi listrik nasional yang kian besar.

Alih-alih menjadi beban lingkungan, sampah kini dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan energi. Melalui PSEL, sampah tidak hanya dikurangi volumenya, tetapi juga diolah menjadi berbagai bentuk energi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2025, alur PSEL di Indonesia dirancang secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, agar pengelolaan sampah dan pemanfaatan energinya dapat berjalan efektif.

Alur Pengelolaan Sampah Menjadi Energi

Alur PSEL dimulai dari sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Jenis sampah ini umumnya berasal dari aktivitas sehari-hari masyarakat perkotaan, seperti sisa makanan, kemasan, hingga material organik dan anorganik yang masih memiliki potensi energi.

Tahap berikutnya adalah pengumpulan dan/atau pengangkutan. Pada fase ini, sampah dikumpulkan dari sumbernya untuk kemudian diangkut menuju fasilitas pengolahan. Efektivitas tahap ini sangat menentukan keberhasilan PSEL, karena kualitas dan kontinuitas pasokan sampah menjadi faktor penting dalam operasional fasilitas pengolahan energi.

Setelah itu, sampah masuk ke tahap inti, yaitu pengolahan sampah menjadi energi. Pada tahap ini, sampah diolah menggunakan berbagai teknologi sesuai dengan karakteristiknya. Hasil dari proses pengolahan ini tidak hanya satu jenis energi, melainkan beragam produk energi yang dapat dimanfaatkan oleh sektor kelistrikan maupun industri.

Ragam Produk Energi dari PSEL

Dalam skema PSEL di Indonesia, terdapat beberapa bentuk energi yang dihasilkan:

  1. Listrik
    Sampah diolah dan dikonversi menjadi energi listrik yang kemudian disalurkan ke jaringan listrik nasional.
  2. Refuse Derived Fuel (RDF) atau Solid Recovered Fuel (SRF) merupakan bahan bakar alternatif hasil olahan sampah yang dapat digunakan sebagai substitusi bahan bakar fosil.
  3. Biogas
    Gas yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi kegiatan industri.
  4. Bahan Bakar Minyak Terbarukan Produk ini dihasilkan dari proses lanjutan pengolahan sampah dan dapat digunakan sebagai bahan bakar di sektor industri.

Keberagaman produk ini menunjukkan bahwa PSEL tidak hanya berfokus pada listrik, tetapi juga mendukung diversifikasi energi dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Apa Itu Off-taker dan Mengapa Penting?

Dalam konteks PSEL, off-taker adalah pihak yang membeli dan memanfaatkan energi atau produk hasil pengolahan sampah. Kehadiran off-taker sangat krusial karena menjadi penjamin bahwa energi yang dihasilkan memiliki pasar dan nilai ekonomi yang jelas.

Di Indonesia, skema off-taker PSEL telah dirancang sesuai dengan jenis energinya. Untuk listrik, off-taker utama adalah PT PLN (Persero) yang membeli listrik hasil PSEL untuk disalurkan ke sistem kelistrikan nasional. Sementara itu, untuk biomassa (RDF/SRF), off-taker dapat berasal dari PLTU atau sektor industri yang membutuhkan bahan bakar alternatif. Adapun biogas serta bahan bakar minyak terbarukan umumnya diserap oleh sektor industri.

Skema ini menunjukkan bahwa PSEL bukan sekadar proyek lingkungan, tetapi telah terhubung langsung dengan sistem energi nasional dan rantai pasok industri. Kepastian off-taker juga menjadi faktor kunci dalam menarik investasi dan memastikan keberlanjutan proyek PSEL di daerah.

Mengapa Pemahaman Alur dan Off-taker Penting?

Bagi pemerintah daerah, pemahaman alur PSEL dan skema off-taker membantu dalam perencanaan pengelolaan sampah yang lebih strategis. Bagi pelaku industri dan investor, kejelasan alur dan pasar energi memberikan kepastian bisnis serta mengurangi risiko proyek. Pada akhirnya, PSEL dapat menjadi solusi nyata yang menghubungkan pengurangan sampah, penyediaan energi, dan pembangunan berkelanjutan.

ZE Talk Zona EBT Bahas Alur PSEL dan Off-taker

Untuk memperluas pemahaman publik mengenai alur PSEL dan peran off-taker dalam sistem energi nasional, Zona EBT akan mengangkat topik ini dalam forum diskusi edukatif. Melalui diskusi ini, Sobat EBT Heroes dapat memahami bagaimana sampah diproses menjadi energi, siapa saja pihak yang terlibat, serta bagaimana PSEL dapat berkontribusi pada transisi energi dan ekonomi sirkular di Indonesia. Informasi lengkap mengenai agenda dapat dicermati melalui flyer berikut:

#zonaebt #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PSEL

Sumber:

[1] Alur Pengelolaan Sampah Menjadi Energi (PSEL) dan Skema Off-taker di Indonesia