Akrina, Perempuan yang Memperkuat Kompetensi PLTS lewat SINAR ZONAEBT

Akrina, peserta perempuan yang berhasil menuntaskan pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan magang bidang PLTS di SINAR ZONAEBT, foto: ZONAEBT.

ZONAEBT – Di tengah puluhan peserta Program SINAR ZONAEBT, sosok Akrina Fransiska Akwan terlihat sebagai salah satu peserta perempuan yang mengikuti rangkaian pelatihan teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kehadirannya menjadi cerita tersendiri di tengah bidang teknis yang selama ini lebih lekat diisi laki-laki.

Bagi Akrina, menjadi perempuan dan bekerja di bidang teknis bukan sesuatu yang perlu dipertentangkan. Ia telah lebih dulu mengenal dunia energi terbarukan sebelum mengikuti SINAR. Latar belakang pendidikannya sudah membawanya pada bidang kelistrikan dan energi terbarukan, hingga pengalaman kerja membuatnya terbiasa berhadapan langsung dengan sistem PLTS di lapangan.

Akrina merupakan lulusan SMK dengan jurusan Energi Terbarukan, dengan fokus pada Sistem PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih, dengan fokus pada bidang arus kuat atau kelistrikan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 2023.

Pengalamannya di bidang energi terbarukan juga tidak berhenti di bangku pendidikan. Sebelum mengikuti SINAR, Akrina bekerja sebagai Renewable Energy Engineer di GAWIREA. Ia pernah terlibat dalam proyek di Kampung Samurukie, Mappi, Papua Selatan, yang mengembangkan pemanfaatan PLTS untuk mendukung pengeringan sagu sebagai bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. 

Di lapangan, Akrina terlibat dalam berbagai pekerjaan, mulai dari membantu pemasangan panel, mengukur kebutuhan kabel, menyiapkan material, hingga melakukan instalasi pada sejumlah panel box. Ia juga turut mengoperasikan sistem PLTS yang digunakan untuk mendukung alat pengering sagu serta melakukan inventarisasi peralatan di lokasi proyek.

Pengalaman tersebut membuat PLTS bukan hal baru bagi Akrina. Bahkan, ketertarikannya pada energi terbarukan telah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMK. Pada 2018, ia pernah menjalani praktik kerja di Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Jayapura. Di lokasi tersebut terdapat 180 panel surya dan tiga inverter dengan sistem on-grid yang terhubung dengan jaringan PLN.

Pengalaman itu kemudian berlanjut ketika ia terlibat dalam kegiatan instalasi listrik dasar melalui program KKN. Salah satunya adalah memperbaiki instalasi listrik yang rusak sekaligus memasang lampu penerangan jalan di salah satu kampung di Jayapura.

Berbekal pengalaman tersebut, Akrina mengikuti SINAR bukan semata untuk mengenal PLTS dari awal. Ia melihat program ini sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan yang sudah dimiliki sekaligus mendapatkan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi. 

“Saya sangat senang karena bisa mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan. Saya merasa kemampuan saya masih harus diasah dan melalui kesempatan ini saya berharap bisa menjadi teknisi profesional yang memiliki sertifikat dan diakui,” ujar Akrina.

Menurutnya, sertifikasi yang diperoleh melalui SINAR menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan. Ia berharap sertifikasi tersebut tidak menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk mengejar jenjang kompetensi yang lebih tinggi di bidang energi terbarukan.

Akrina yang saat ini juga aktif sebagai anggota Koperasi Mitra Bhumi Lestari di Bali yang berfokus pada pemberdayaan anggota dan pengembangan usaha berbasis lingkungan, berharap keikutsertaannya dalam Program SINAR tidak berhenti pada peningkatan kompetensi pribadi, tetapi juga dapat diterapkan di unit koperasi tempatnya beraktivitas, khususnya dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan energi surya nantinya. 

Akrina ketika mengikuti sertifikasi kompetensi PLTS di SINAR ZONAEBT, foto: ZONAEBT.

Perjalanan Akrina bersama SINAR kemudian berlanjut hingga tahap sertifikasi kompetensi. Setelah menyelesaikan proses tersebut, ia menjadi salah satu peserta yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program magang di mitra industri.

Bagi Akrina, kesempatan tersebut menjadi pengalaman tambahan untuk memperluas keterampilan sekaligus membuka peluang di bidang yang ingin terus ditekuninya. Ia berharap sertifikasi dan pengalaman yang diperoleh dari SINAR dapat menjadi bekal ketika melamar pekerjaan di sektor energi terbarukan.

“Saya ingin menggunakan sertifikat ini untuk melamar pekerjaan, tetapi juga menjadikannya acuan untuk mengejar level kompetensi lainnya dan terus mengasah kemampuan. Harapannya, dengan sertifikat ini saya bisa menjadi kandidat yang diperhitungkan ketika melamar pekerjaan di bidang energi terbarukan,” katanya.

Selama mengikuti rangkaian SINAR, Akrina juga menemukan pengalaman yang menurutnya berkesan. Sebagai salah satu peserta perempuan sekaligus merasa menjadi peserta yang relatif muda, ia berada di tengah peserta lain yang datang dengan pengalaman dan kemampuan yang beragam.

Namun, perbedaan tersebut justru membuatnya mendapatkan pengalaman baru. Akrina mengatakan peserta lain, termasuk para peserta laki-laki yang lebih berpengalaman, tetap memberikan ruang dan membantu ketika ia menemukan materi atau praktik yang belum dipahami.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa perempuan juga memiliki ruang untuk berkembang di bidang teknis. Menurut Akrina, kesempatan untuk belajar menjadi salah satu hal penting agar semakin banyak perempuan berani mencoba bidang yang selama ini lebih banyak diisi laki-laki.

“Perempuan juga bisa diberikan kesempatan dan bisa menjadi teknisi di bidang ini. Saya berharap pemerintah maupun perusahaan yang bergerak di bidang energi bersih dan energi terbarukan membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan mereka,” tuturnya.

Bagi Akrina, dunia energi terbarukan menawarkan peluang yang masih luas untuk dikembangkan. Karena itu, ia berharap semakin banyak program seperti SINAR yang dapat memberikan akses pelatihan kepada masyarakat, termasuk perempuan di berbagai daerah.

Sebagai perempuan yang berasal dari Papua, Akrina juga berharap kesempatan serupa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Ia percaya pengalaman yang diperolehnya melalui pendidikan, pekerjaan, dan kini SINAR menjadi bekal untuk melanjutkan langkah di bidang energi terbarukan. Sertifikasi yang diperoleh bukan sekadar pencapaian, tetapi bagian dari proses untuk terus belajar dan memperkuat kemampuan sebagai teknisi PLTS.

Tentang Program SINAR (Sinergi Energi Terbarukan untuk Rakyat)

Program SINAR adalah inisiatif strategis dari ZONAEBT yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi teknis dan sertifikasi bidang PLTS (Solar PV) bagi anggota koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih. Program ini bertujuan menciptakan teknisi lokal yang andal guna mendukung keberlanjutan infrastruktur energi bersih sekaligus berkontribusi pada percepatan transisi energi nasional.

Tentang ZONAEBT

Berdiri sejak April 2021, ZONAEBT merupakan platform informasi, edukasi, dan layanan transisi energi yang berkomitmen mendukung pengembangan  energi terbarukan, dekarbonisasi, dan aksi iklim di Indonesia. Melalui berbagai program edukasi, pelatihan, sertifikasi, forum, hingga solusi dekarbonisasi, ZONAEBT berupaya memberdayakan individu dan organisasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kontak Media:

ZONAEBT
hello@zonaebt.com
+62 851-7587-8765

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?