PLTS Atap vs PLTS Ground Mounted, Apa Perbedaannya?

Perbedaan PLTS atap dan PLTS ground mounted, foto: Generate Image.
  • PLTS atap dan PLTS ground mounted sama-sama memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik, tetapi memiliki perbedaan pada lokasi pemasangan dan kebutuhan lahannya.
  • PLTS atap memanfaatkan area atap bangunan sehingga tidak membutuhkan lahan tambahan, sedangkan PLTS ground mounted dipasang di atas permukaan tanah.
  • Pemilihan PLTS atap atau ground mounted perlu mempertimbangkan ketersediaan lahan, kapasitas pembangkit, kondisi lokasi, kebutuhan listrik, dan anggaran.

Sobat EBT Heroes! Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dibangun dengan berbagai konfigurasi sesuai kondisi lokasi dan kebutuhan energi. Dua bentuk yang cukup umum digunakan adalah PLTS atap (rooftop solar) dan PLTS ground mounted atau PLTS yang dipasang di atas lahan.

Keduanya sama-sama memanfaatkan panel surya untuk mengubah energi matahari menjadi listrik. Namun, terdapat sejumlah perbedaan dari sisi lokasi pemasangan, kebutuhan lahan, kapasitas, hingga penerapannya. Lantas, apa perbedaan PLTS atap dan PLTS ground mounted?

Apa Itu PLTS Atap?

Potret pemasangan PLTS atap di atas rumah warga, foto: Batari Energi.

PLTS atap merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang panelnya dipasang pada bagian atap bangunan. Sistem ini dapat diterapkan pada rumah, gedung perkantoran, fasilitas komersial, maupun bangunan industri.

Panel surya ditempatkan pada atap untuk memanfaatkan area yang sudah tersedia sehingga tidak membutuhkan lahan tambahan. Listrik yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik bangunan.

PLTS atap dapat menggunakan sistem on-grid, off-grid, maupun hybrid, tergantung konfigurasi dan kebutuhan pengguna.

Salah satu keunggulan utama PLTS atap adalah pemanfaatan ruang yang sudah tersedia. Sistem ini juga dapat menjadi pilihan bagi pemilik bangunan yang ingin memanfaatkan energi surya tanpa harus menyediakan lahan khusus untuk pembangkit.

Apa Itu PLTS Ground Mounted

Potret PLTS ground mounted yang dibangun membentang di atas lahan, foto: Wahana News.

Berbeda dengan PLTS atap, PLTS ground mounted merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang panelnya dipasang pada struktur penyangga di atas permukaan tanah.

Sistem ini biasanya diterapkan pada area yang memiliki lahan cukup luas, seperti kawasan industri, lahan terbuka, maupun lokasi khusus yang memang disiapkan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.

Karena tidak bergantung pada struktur atap, PLTS ground mounted memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan orientasi dan kemiringan panel. Hal tersebut dapat membantu mengoptimalkan penerimaan sinar matahari sesuai kondisi lokasi.

Baca Juga:



Perbedaan PLTS Atap dan Ground Mounted

1. Lokasi Pemasangan

Perbedaan paling mendasar terletak pada lokasi pemasangannya.

PLTS atap dipasang pada bagian atas bangunan yang sudah tersedia. Sementara itu, PLTS ground mounted membutuhkan struktur khusus yang ditempatkan di atas permukaan tanah.

2. Kebutuhan Lahan

PLTS atap tidak membutuhkan lahan tambahan karena memanfaatkan area atap. Karena itu, sistem ini cocok untuk kawasan perkotaan atau lokasi dengan keterbatasan lahan.

Sebaliknya, PLTS ground mounted membutuhkan area tanah yang cukup luas untuk menempatkan deretan panel surya dan infrastruktur pendukungnya.

3. Skala Pembangkit

PLTS ground mounted umumnya memiliki peluang untuk dikembangkan dalam skala yang lebih besar karena luas area pemasangan dapat disesuaikan dengan kapasitas pembangkit yang direncanakan.

Sementara itu, kapasitas PLTS atap lebih dipengaruhi oleh luas dan kondisi atap bangunan, kebutuhan listrik, serta kemampuan struktur bangunan dalam menopang instalasi.

4. Kemudahan Perawatan

Dari sisi pemeliharaan, panel pada PLTS ground mounted umumnya lebih mudah diakses karena berada di permukaan tanah. Pembersihan panel dan pemeriksaan komponen dapat dilakukan tanpa harus bekerja di ketinggian.

Pada PLTS atap, proses pemeliharaan perlu memperhatikan aspek keselamatan karena teknisi harus bekerja di atas bangunan.

5. Pemanfaatan Ruang

PLTS atap memanfaatkan ruang yang sebelumnya tidak digunakan untuk pembangkitan listrik, sehingga dapat menjadi solusi bagi bangunan dengan keterbatasan lahan.

Sementara itu, pembangunan PLTS ground mounted membutuhkan perencanaan penggunaan lahan yang lebih matang agar tidak menimbulkan konflik dengan fungsi lahan lainnya.

Mana yang Lebih Tepat, PLTS Atap atau Ground Mounted?

Tidak ada satu sistem yang selalu lebih baik karena pemilihannya bergantung pada kondisi lokasi, kebutuhan listrik, ketersediaan lahan, kapasitas pembangkit, dan anggaran.

PLTS atap lebih sesuai untuk rumah, gedung, perkantoran, dan fasilitas industri yang memiliki area atap memadai. Sementara itu, PLTS ground mounted lebih cocok untuk proyek dengan kebutuhan kapasitas besar dan tersedia lahan yang cukup luas.

Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik terbarukan. Dengan pemilihan desain dan lokasi yang tepat, baik PLTS atap maupun ground mounted dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi surya sekaligus mendukung transisi energi di Indonesia.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?