Mengenal PLTS Terapung, Energi Surya di Atas Permukaan Air

PLTS terapung, solusi pembangkit listrik tenaga surya yang hemat lahan, foto: PLTS Cirata.
  • PLTS terapung merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang di atas permukaan waduk atau danau.
  • PLTS terapung memiliki keunggulan berupa efisiensi penggunaan lahan, potensi pengurangan penguapan air, dan kinerja panel yang terbantu oleh temperatur lebih rendah.
  • Indonesia memiliki potensi PLTS terapung hingga 91,6 GW, dengan salah satu contoh utamanya adalah PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp.

Sobat EBT Heroes! Pemanfaatan energi surya tidak hanya dilakukan dengan memasang panel di atap bangunan atau lahan terbuka. Indonesia juga mulai mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung atau floating solar photovoltaic (FPV), yakni sistem panel surya yang dipasang di atas permukaan badan air seperti waduk dan danau.

Teknologi ini menjadi salah satu opsi menarik bagi Indonesia karena dapat memanfaatkan permukaan air yang luas tanpa membutuhkan lahan darat dalam jumlah besar. Salah satu contohnya adalah PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat yang telah beroperasi dengan kapasitas 192 MWp.

Apa Itu PLTS Terapung?

Potret PLTS Cirata, PLTS terapung terbesar di kawasan ASEAN, foto: PLN.

PLTS terapung adalah pembangkit listrik tenaga surya yang menggunakan panel fotovoltaik dan dipasang di atas struktur pelampung (floating platform) yang berada di permukaan air. Panel tersebut kemudian mengubah sinar matahari menjadi energi listrik seperti halnya PLTS yang dibangun di darat.

Perbedaannya terletak pada lokasi pemasangan. Jika PLTS konvensional membutuhkan atap atau lahan, PLTS terapung memanfaatkan permukaan waduk, danau, atau badan air tenang sebagai area pemasangan panel.

Panel-panel tersebut tidak diletakkan langsung di atas air. Sistem pelampung digunakan untuk menjaga panel tetap berada di permukaan, sementara struktur anchoring dan mooring menjaga posisi instalasi agar tetap stabil meskipun terjadi perubahan ketinggian atau kondisi air.

Kelebihan PLTS Terapung

1. Menghemat Penggunaan Lahan

Salah satu keunggulan utama PLTS terapung adalah kemampuannya memanfaatkan permukaan air sebagai lokasi pembangkit. Dengan demikian, pembangunan pembangkit tidak harus menggunakan lahan darat yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian, permukiman, maupun kegiatan lainnya.

Keuntungan ini menjadi semakin relevan bagi Indonesia karena sejumlah waduk dan danau memiliki permukaan yang cukup luas untuk dikembangkan sebagai lokasi PLTS.

2. Membantu Mengurangi Penguapan Air

Keberadaan panel surya di atas permukaan air dapat memberikan efek peneduhan sehingga mengurangi paparan langsung sinar matahari pada sebagian permukaan waduk. Kondisi tersebut dapat membantu menekan penguapan air, terutama pada periode dengan intensitas matahari tinggi.

Dalam pengembangan PLTS Terapung Cirata, manfaat pengurangan penguapan air juga menjadi salah satu aspek lingkungan yang disoroti pemerintah.

3. Panel Surya Berpotensi Lebih Efisien

Suhu lingkungan di atas permukaan air dapat membantu menjaga temperatur panel tetap lebih rendah. Hal ini penting karena temperatur panel yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kinerja sel fotovoltaik.

PLN menyebut PLTS terapung berpotensi menghasilkan output energi lebih tinggi dibandingkan PLTS di darat karena temperatur di sekitar panel lebih rendah.

Seberapa Besar Potensi PLTS Terapung di Indonesia?

Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan PLTS terapung karena memiliki banyak waduk dan danau yang dapat dimanfaatkan. Pemerintah memperkirakan potensi PLTS terapung di Indonesia mencapai 91,6 GW, yang tersebar di berbagai lokasi.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi tersebut antara lain berasal dari 36 lokasi danau dengan potensi sekitar 74,7 GW serta 259 lokasi bendungan dengan potensi sekitar 14,7 GW. Selain itu, terdapat potensi pada sejumlah lokasi PLTA, PLTM, dan PLTMH.

Pengembangan PLTS terapung juga terus diarahkan ke berbagai wilayah. Pemerintah sebelumnya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi potensial seperti Danau Singkarak di Sumatera Barat dan Waduk Saguling di Jawa Barat.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan PLTS terapung tidak hanya bergantung pada satu proyek. Waduk dan danau di berbagai daerah dapat menjadi bagian dari pengembangan pembangkit surya skala besar, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi teknis, lingkungan, fungsi utama badan air, serta kelayakan ekonominya.

Baca Juga:



PLTS Terapung Cirata, Contoh PLTS Terapung di Indonesia

Salah satu contoh paling besar adalah PLTS Terapung Cirata yang berada di Waduk Cirata, Jawa Barat. Pembangkit ini membentang di wilayah Kabupaten Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat.

PLTS Terapung Cirata memiliki kapasitas 192 MWp dan menempati area sekitar 200 hektare dari kawasan Waduk Cirata. Pembangkit tersebut diresmikan pada November 2023 dan menjadi salah satu proyek PLTS terapung berskala besar yang menempatkan Indonesia di panggung pengembangan energi surya kawasan Asia Tenggara.

PLTS ini diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 245 GWh per tahun dan mampu menyuplai kebutuhan listrik sekitar 50 ribu rumah. Pemerintah juga melihat masih terdapat ruang untuk mengembangkan kapasitas PLTS Terapung Cirata hingga sekitar 1,2 GWp, dengan mempertimbangkan pemanfaatan sebagian luas waduk.

Selain Cirata, pengembangan PLTS terapung juga mulai diarahkan ke waduk lain. Pada 2025, PLN memulai pembangunan PLTS Terapung Saguling berkapasitas 92 MWp di Jawa Barat, yang ditargetkan menghasilkan lebih dari 130 GWh listrik per tahun.

PLTS Terapung Jadi Peluang Pengembangan Energi Surya Indonesia

PLTS terapung menawarkan cara berbeda untuk memperluas pemanfaatan energi surya di Indonesia. Teknologi ini tidak hanya memanfaatkan ruang yang sebelumnya belum digunakan untuk pembangkitan listrik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat tambahan seperti mengurangi penguapan air dan membantu menjaga temperatur panel.

Dengan potensi puluhan gigawatt yang tersebar di danau dan bendungan, pengembangan PLTS terapung dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperbesar kapasitas energi surya nasional. Namun, setiap proyek tetap perlu mempertimbangkan fungsi utama waduk atau danau, kondisi ekosistem, aktivitas masyarakat, serta aspek teknis dan ekonominya agar pengembangan energi bersih dapat berjalan secara berkelanjutan.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Sumber:

[1] https://www.esdm.go.id/en/media-center/news-archives/tarif-kian-kompetitif-pemerintah-utilisasi-potensi-plts-terapung-916-gw-

[2] https://sda.pu.go.id/post/detail/potensi_besar_untuk_solar_cell_terapung_dengan_memanfaatkan_permukaan_air_bendungan

[3] https://www.esdm.go.id/en/media-center/news-archives/wujud-etalase-percepatan-transisi-energi-plts-terapung-cirata-bakal-resmi-beroperasi

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?