
- PLN menyediakan layanan energi terbarukan melalui Renewable Energy Certificate (REC).
- Sumber EBT dalam daftar pembangkit PLN mencakup energi panas bumi dan tenaga air.
- PLTA Cirata menjadi pembangkit dengan kapasitas terbesar dalam daftar, yaitu 1.008 MW, sementara PLTM Lambur dan PLTA Cirata tercatat memiliki kuota tersedia 0.
Sobat EBT Heroes! PT PLN (Persero) terus mengembangkan layanan energi terbarukan untuk mendorong pemanfaatan listrik yang lebih bersih di Indonesia. Salah satu layanan yang disediakan adalah Renewable Energy Certificate (REC), yang memungkinkan pelanggan mendapatkan sertifikat atas penggunaan listrik yang bersumber dari energi terbarukan.
Melalui layanan energi terbarukannya, PLN menyediakan pilihan pembangkit EBT yang menjadi sumber listrik dalam skema tersebut. Daftar ini mencakup pembangkit berbasis panas bumi dan tenaga air dengan kapasitas yang berbeda-beda.
Selain menunjukkan sumber energi yang digunakan, informasi pembangkit juga dilengkapi dengan kapasitas pembangkit serta kuota REC yang masih tersedia. Berikut daftar pembangkit EBT yang tercantum dalam layanan PLN.
Baca Juga:
- 7 Komponen Panel Surya dan Fungsinya dalam Sistem PLTS
- Prospek PLTS Atap 2026 Kian Cerah, Permintaan Industri dan Rumah Tangga Meningkat
Daftar Pembangkit EBT dalam Layanan Energi Terbarukan PLN
1. PLTP Ulumbu
PLTP Ulumbu merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber energi. Pembangkit ini memiliki kapasitas 10 MW dengan kuota tersedia sebanyak 18.108.
2. PLTA Saguling
PLTA Saguling memanfaatkan energi air untuk menghasilkan listrik. Pembangkit yang berada di Jawa Barat ini tercatat memiliki kapasitas 700 MW, dengan kuota REC tersedia sebanyak 63.120.
3. PLTA PB. Soedirman
PLTA PB. Soedirman merupakan pembangkit berbasis tenaga air dengan kapasitas sebesar 180 MW. Dalam daftar layanan PLN, pembangkit ini memiliki kuota tersedia sebanyak 148.669.
4. PLTA Bakaru
Selanjutnya terdapat PLTA Bakaru yang menggunakan energi air sebagai sumber pembangkitan listrik. Kapasitas pembangkit ini mencapai 130 MW, sementara kuota yang tersedia tercatat sebanyak 3.016.
5. PLTM Lambur
PLTM Lambur merupakan pembangkit listrik tenaga mini hidro yang memanfaatkan energi air. Pembangkit ini memiliki kapasitas sebesar 9 MW. Berdasarkan data yang tercantum, kuota yang tersedia saat ini 0.
6. PLTP Lahendong
PLTP Lahendong merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan panas bumi. Pembangkit ini memiliki kapasitas sebesar 80 MW, dengan kuota REC yang tersedia sebanyak 900.
7. PLTP Ulubelu
Pembangkit panas bumi lainnya yang tercantum dalam layanan PLN adalah PLTP Ulubelu. Pembangkit ini memiliki kapasitas 110 MW dengan kuota tersedia sebanyak 29.874.
8. PLTA Orya Genyem
PLTA Orya Genyem merupakan pembangkit berbasis energi air dengan kapasitas sebesar 20 MW. Adapun kuota REC yang tersedia tercatat sebanyak 10.590.
9. PLTA Cirata
PLTA Cirata menjadi salah satu pembangkit dengan kapasitas terbesar dalam daftar tersebut. Pembangkit yang menggunakan sumber energi air melalui bendungan (dam) ini memiliki kapasitas 1.008 MW. Namun, kuota yang tersedia tercatat 0.
10. PLTP Kamojang
PLTP Kamojang merupakan pembangkit berbasis panas bumi dengan kapasitas sebesar 140 MW. Pembangkit ini memiliki kuota REC tersedia sebanyak 74.926.
Layanan REC PLN Mendukung Pemanfaatan Energi Terbarukan
Kehadiran layanan energi terbarukan PLN memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin menggunakan listrik yang dikaitkan dengan sumber energi terbarukan. Melalui REC, pelanggan dapat memperoleh pengakuan atas penggunaan energi listrik dari sumber EBT tanpa harus membangun pembangkit sendiri.
Daftar pembangkit yang tersedia juga menunjukkan keberagaman sumber energi terbarukan yang dimanfaatkan PLN, mulai dari panas bumi, tenaga air, hingga pembangkit mini hidro. Kapasitas pembangkit dan kuota REC yang berbeda-beda memberikan gambaran mengenai ketersediaan energi terbarukan yang dapat dipilih pelanggan.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber:
[1] https://layanan.pln.co.id/geas