Green Mining di Indonesia: PLN Siap Suplai Listrik Hijau ke Sektor Tambang

Ilustrasi green mining dukung sektor tambang ramah lingkungan, foto: Agincourt Resources
  1. PLN mendukung green mining melalui penyediaan listrik hijau dan kerja sama dengan perusahaan tambang
  2. Elektrifikasi alat berat dinilai mampu menekan emisi sekaligus menghemat biaya operasional hingga Rp2 miliar per unit per tahun
  3. Implementasi listrik bersih di sektor tambang menjadi langkah strategis menuju industri yang lebih berkelanjutan

Sobat EBT Heroes! Transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan kini juga mulai merambah sektor pertambangan. Salah satu langkah nyatanya adalah penerapan konsep green mining, yang menekankan efisiensi energi sekaligus penurunan emisi karbon. Dalam hal ini, PT PLN (Persero) mengambil peran penting dengan menyiapkan pasokan listrik hijau serta layanan kelistrikan terpadu untuk mendukung operasional tambang yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi PLN dengan Perusahaan Tambang

PLN menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) bersama beberapa perusahaan tambang sebagai upaya mendukung green mining melalui elektrifikasi operasional tambang, foto: PLN

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai kerja sama strategis antara PLN dan sejumlah perusahaan tambang batu bara. Bentuk kolaborasinya tidak hanya sebatas penyediaan listrik, tetapi juga mencakup pengembangan infrastruktur dan solusi energi terintegrasi.

PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan beberapa perusahaan, di antaranya PT Trubaindo Coal Mining, PT Sembada Makmur Sejahtera, PT Marga Bara Jaya, PT Maruwai Coal, PT Makmur Sejahtera Wisesa, hingga PT Berau Coal. Selain itu, kerja sama juga dilakukan melalui skema Integrated Business Solution untuk pembangunan instalasi listrik, gardu pelanggan, hingga desain dan pengembangan jaringan tegangan tinggi.

Langkah ini menunjukkan bahwa kebutuhan listrik di sektor tambang semakin besar, sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi yang lebih bersih dalam operasional industri.

Elektrifikasi Alat Berat Jadi Kunci

Ilustrasi truk tambang elektrik, foto: Amtiss

Salah satu fokus utama dalam green mining adalah elektrifikasi alat berat, terutama pada proses hauling atau pengangkutan material yang selama ini menjadi penyumbang emisi terbesar di area tambang.

Koordinator Konservasi Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ari Hendrawanto, menegaskan bahwa elektrifikasi merupakan solusi strategis.

“Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu solusi utama, karena konsumsi energi terbesar berada pada kegiatan hauling,” ujarnya.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, elektrifikasi juga memberikan keuntungan dari sisi ekonomi. Dengan perbandingan harga diesel dan tarif listrik saat ini, industri tambang berpotensi menghemat biaya operasional hingga Rp2 miliar per tahun untuk setiap unit alat berat.

Baca Juga:



Listrik Hijau Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan

PLN melihat pengembangan green mining sebagai peluang besar untuk mendorong efisiensi energi sekaligus menjaga keberlanjutan industri. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyebut bahwa inisiatif ini menjadi momentum penting untuk merancang strategi jangka panjang sektor tambang.

“Forum ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi demand listrik sektor tambang dan merumuskan strategi pengelolaan aset kelistrikan pasca umur tambang,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, yang menekankan bahwa penggunaan listrik bersih pada proses krusial seperti hauling dapat menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Dukungan Industri dan Implementasi di Lapangan

Langkah PLN ini mendapat respons positif dari pelaku industri. Ketua Umum APBI, Priyadi, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan sektor pertambangan.

Sementara itu, implementasi nyata sudah mulai terlihat. Salah satu perusahaan tambang, PT Borneo Indobara, tengah membangun infrastruktur kelistrikan bersama PLN untuk mendukung operasional alat berat listrik. Infrastruktur tersebut mencakup pengoperasian hingga 700 unit truk listrik beserta stasiun pengisian dayanya.

Langkah ini menunjukkan bahwa elektrifikasi di sektor tambang bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai diterapkan secara konkret.

Peralihan menuju green mining menjadi langkah penting dalam menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi di sektor pertambangan. Dukungan PLN melalui penyediaan listrik hijau dan solusi kelistrikan terintegrasi menjadi fondasi utama dalam proses transformasi ini.

Ke depan, kolaborasi antara penyedia energi dan pelaku industri akan semakin menentukan keberhasilan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

#ZONAEBT #EBTHeroes #GreenMining #Tambang

Sumber:

[1] PLN Dukung Green Mining, Siap Pasok Listrik Hijau di Sektor Tambang

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?