7 Gedung Yang Memiliki Konsep Ramah Lingkungan Di Indonesia

  • Krisis perubahan iklim memaksa kita semua untuk merancang bangunan agar tidak memperburuk perubahan iklim 
  • Bangunan yang green building kan menjadi trend di masa depan, sebanding dengan tingkat pemahaman masyarakat terkait perubahan iklim 
  • GBCI (Green Building Council Indonesia) menjadi lembaga yang memberi sertifikat untuk gedung ramah lingkungan 

Gedung ramah lingkungan atau juga biasa dikenal dengan Green building. Merujuk pada sebuah bangunan yang dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan dan kenyamanan. Terlebih lagi, akhir-akhir ini isu pemanasan global sendang menguat. Hal ini memicu para pemilik bangunan untuk berinovasi. Salah satunya, bangunan yang ramah lingkungan. 

Kita tidak bisa sembarang saja memasang label sebuah bangunan dengan sebutan ramah lingkungan. Perlu sebuah proses penilaian yang harus dilakukan. Sebagai info saja, setiap negara memiliki cara penilaian yang berbeda-beda. Seperti halnya, Amerika, sebuah bangunan yang ramah lingkungan itu beri nama LEED (Leadership in Energy and Environmental Design). Di negara asia lainnya yaitu Jepang, mereka memiliki istilah yang beri nama CASBEE (Comprehensive Assessment System for Built Environment Efficiency), sedangkan untuk di negara Inggris diberi nama BREEAM (Building Research Establishment Environmental Assessment Method). 

Baca juga: 



Para pembaca semua pasti bingung, apakah di Indonesia ada lembaga seperti di negara maju tersebut yang memberikan label bangunan ramah lingkungan. Nah, di indonesia ada badan yang bernama  GBCI (Green Building Council Indonesia). Sistem penamaan untuk label gedung ramah lingkungan mereka beri nama Greenship. 

Lebih lengkapnya Greenship itu terdiri dari enam kategori yaitu: konservasi air, tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, sumber dan siklus material, kualitas udara dan kenyamanan udara dalam ruang serta manajemen lingkungan bangunan. Setiap kategori memiliki tolak ukur dalam penilaiannya. 

  1. Sequis Center 

Green Building Council Indonesia (CBCI) sebagai lembaga pemberi sertifikat hijau. Telah menobatkan gedung dari Sequis Center untuk Gold Greenship Exiting Building 1.0. Gedung ini dinobatkan sebagai gedung ramah lingkungan karena terbukti bisa melakukan penghematan, energi listrik hingga mencapai 28, 12%, air 28,26%.

  1. Menara BCA 

Sebagai kantor pusat dari Bank swasta terbesar di Indonesia. Menara BCA memiliki tinggi mencapai 230 meter. Dengan sistem yang telah ditetapkan oleh para manajemen mereka. Hal ini menjadikan Merana BCA dapat menerapkan sistem pengelolaan energi yang hemat, sirkulasi udara, pemanfaatan air tanah yang stabil, material bangunan dan energi listrik. Bukan tanpa alasan lagi Menara BCA di dapuk mendapatkan sertifikat Greenship EB Platinum dan Green Building Council Indonesia (CBCI)

  1. Kementerian PU

Dua teratas sudah ditempati oleh bangunan swasta. Maka dari itu, sebagai Kementrian yang bertugas dalam pembangunan. Kementerian Pekerjaan Umum tidak mau kalah. Gedung ini mendapatkan sertifikat Greenship level Platinum pada tahun 2013 lalu. Atas keberhasilan melakukan penghematan energi hingga 60%. Angka ini merupakan paling tinggi dari semua green building yang ada di Indonesia. 

  1. Pacific Place 

Menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Dan juga pusat perbelanjaan yang pertama meraih Greenship EB Platinum oleh Green Building Council Indonesia (CBCI). Tepat pada tahun 2014, gedung ramah lingkungan dan juga pusat perbelanjaan terbesar terlengkap. 

Baca juga:



  1. Sampoerna Strategic Square

Gedung yang berdiri sejak 1996 menjadi salah satu icon Kota Jakarta karena memiliki dua tower nan menjulang tinggi. Desain dari gedung ini juga bercorak ke Eropa. Terlepas dari desain dan juga megahnya, gedung Sampoerna Strategic Square merupakan green building yang mendapatkan Greenship.

Sampoerna Strategic Square berhasil melakukan penghematan air hingga 42 persen. Gedung ini memaksimalkan energi dengan efisien. Pihak manajemen Sampoerna Strategic Square menerapkan daur ulang sampah, sirkulasi udara bersih 

  1. L’oreal Indonesia Office

L’oreal Indonesia berhasil menerapkan Farpoint yang dapat menjaga kondisi lingkungan baik di sekitar gedung. L’oreal juga telah melakukan daur ulang air tanah dan juga limbah.

Atas dasar tersebut, komitmen dari L’oreal layak untuk mendapatkan predikat ramah lingkungan. Tidak tanggung-tanggung L’oreal  mendapatkan penghargaan dari dua sistem sekaligus yaitu Sertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) milik Amerika dan Greenship Interior Space pada tahun 2014 dari Green Building Council Indonesia (CBCI).

  1. Wisma Subiyanto

Gedung yang digarap oleh PT PP (Persero) dengan menerapkan konsep hijau atau green building sebagai upaya terlibat menjaga ekosistem lingkungan di masa depan, Wisma Subiyanto mendapatkan anugerah sertifikasi Greenship Silver untuk kategori New Building atau bangunan baru di tahun 2015. 

Beberapa Green Building di Jakarta yang telah lolos penilaian dari GBC. Seperti halnya penjelasan di atas, ternyata banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk sebuah gedung layak mendapatkan sertifikat itu, seperti aspek kenyamanan, kebersihan dan kesehatan serta yang tidak kalah penting aspek penghematan energi. Terakhir proses dalam pembangunan yang menerapkan sistem berkelanjutan. 

Gimana makin paham bukan? yuk, segera bangun gedung ramah lingkungan milik kita, atau bisa juga mulai dari rumah sendiri terlebih dahulu. 

Zonaebt.com

Renewable Content Provider

#zonaebt #sebarterbarukan #lingkungan #ramahlingkungan

Editor: Riana Nurhasanah

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.