5 Startup Energi Baru dan Terbarukan Keren Asal Indonesia

Ilustrasi petugas panel surya, cnnindonesia.com
  • Masyarakat mulai menyadari bahwasannya energi fosil terbatas dan semakin menipis, tidak selamanya kita akan bergantung padanya. Perlu proses panjang yakni hingga berjuta-juta tahun untuk membentuk energi fosil.
  • Pemerintah terus menggalangkan usaha demi menyelamatkan masa depan lingkungan yang kita tinggali, yang mana ini tertuang dalam rencana pencapaian target bauran energi EBT sebesar 23% di tahun 2025 dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).
  • Startup EBT di Indonesia bergerak pada spesialisasi yang beragam, mulai dari tenaga surya, angin, air, bahkan bioenergi.

Dewasa ini energi baru dan terbarukan semakin dikenal dan dilirik oleh banyak pihak dan lapisan masyarakat. Mereka mulai menyadari bahwasannya energi fosil terbatas dan semakin menipis, tidak selamanya kita akan bergantung padanya. Perlu proses panjang yakni hingga berjuta-juta tahun untuk membentuk energi fosil.

Pemerintah pun terus menggalangkan usaha demi menyelamatkan masa depan lingkungan yang kita tinggali, yang mana ini tertuang dalam rencana pencapaian target bauran energi EBT sebesar 23% di tahun 2025 dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) yaitu dengan melakukan substitusi energi primer dan final dengan teknologi eksisting.

Startup EBT di Indonesia bergerak pada spesialisasi yang beragam, mulai dari tenaga surya, angin, air, bahkan bioenergi.

Baca juga



1. EREnesia

EREnesia bergerak pada energi panel surya, ia ada untuk menjadi penjembatan produsen panel surya dengan konsumen, mengingat salah satu kesulitan di bisnis energi terbarukan adalah dalam hal pemasarannya.

Cara kerja EREnesia cukup sederhana yakni dengan memanfaatkan teknologi digital lewat aplikasi. Konsumen cukup membuka website yang telah disediakan, kemudian menyebutkan kebutuhan listrik per bulan, setelah itu pihak EREnesia akan menghitung berapa besar kebutuhan panel surya. Jika transaksi berhasil maka EREnesia akan mengambil 5% dari harga transaksi.

Kini EREnesia sudah bekerjasama dengan 18 perusahaan penyedia panel surya di Indonesia, dengan demikian konsumen akan lebih mudah dan leluasa untuk memilih penyedia panel surya yang sesuai dengan keinginannya.

2. Khairi Energy

Khairi Energy berfokus pada layanan panel surya dengan keunggulan sistem penyimpanan energi pintar (smart battery system) dengan memadukan teknologi baterai pintar, solusi panel surya modern, dan digitalisasi kelistrikan untuk memudahkan konsumennya memiliki pembangkit sendiri, memonitornya, dan lebih mandiri energi.

Smart battery system dapat mengisi baterai sesuai kondisi. Jadi pada saat tidak ada panas matahari maka konsumen dapat memakai baterai tersebut. Cara kerjanya Khairi Energy akan menawarkan untuk memanfaatkan atap bangunan sebagai panel surya. Pemakaian Khairi Energy diketahui dapat mengurangi tagihan listrik dari 30% hingga 50%.

3. Replus

Replus berdiri pada 2018, perusahaan ini berfokus pada pemanfaatan Internet of  Things (IoT) guna menyelesaikan permasalahan efisiensi energi agar lebih hemat dan ramah lingkungan. Replus menciptakan alat yang dioperasikan melalui sinar inframerah dan WiFi, sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan aplikasi khusus.

Produknya seperti Replus Remote yang dapat membantu menurunkan biaya tagihan listrik hingga 30% tiap bulannya. Alat ini bisa mematikan dan menghidupkan alektronik dari jarak jauh. Alat ini dipasang pada elektronik seperti AC, TV, DVD, hingga projector dengan menggunakan sensor infrared.

Baca juga



4. Ailesh Power

Perusahaan ini didirikan oleh alumni Universitas Gajah Mada (UGM) pada 2018, yang mana kini Ailesh Power bertempat di Sleman, Jogjakarta. Ailesh Power tercipta guna menjawab keresahan dan keprihatinan terhadap limbah kelapa sawit.

Diketahui bahwasannya Indonesia merupakan negara pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Bila tidak ditangani dengan baik, limbah kelapa sawit tentu akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius. Padahal jika diolah dengan baik keuntungan dari bisnis ini cukup besar. Bukan hanya itu, produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah kelapa sawit pun cukup banyak.

Untuk mengoptimalkan jalannya usaha, Ailesh Power turut memberdayakan masyarakat sekitar seperti buruh kelapa sawit untuk memasok limbahnya. Dalam prosesnya Ailesh Power mengubah limbah kelapa sawit menjadi beragam produk energi terbarukan. Selain itu Ailesh Power juga mehasilkan produk gastra, liquid biogas yang bersumber dari limbah domestik dan limbah biomassa seperti kotoran hewan.

5. Weston Energy

Weston Energy berdiri pada 2015, perusahaan ini didirikan oleh mahasiswa, kolega dan dosen Universitas Indonesia (UI). Weston Energy berfokus pada inovasi di bidang produk dan sistem yang berhubungan dengan EBT.

Weston Energy juga membangun hunian sementara yang ramah lingkungan dengan fasilitas psikis untuk korban bencana. Selain itu perusahaan ini turut aktif memberikan penerangan berupa lampu pada daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Nah dari penjelasan di atas bagaimana EBT Heroes, apakah sudah siap untuk mulai menggunakan produk energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan rumahmu? Jelas lebih hemat dan tentunya ramah lingkungan ya.

Referensi

[1] 5 Start Up Di Bidang Energi Terbarukan

[2] 7 Startup EBT Lokal yang Menginspirasi Generasi Muda untuk Peduli Lingkungan

[3] Simak! Inilah 5 Startup yang Bergerak di Bidang EBT

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.