Prospek Perusahaan PGEO Sebagai Pemegang Hak Panas Bumi Terbesar di Indonesia

Sumber: Pertamina, lampaui target, kinerja Pertamina Geothermal Energy (PGE)
  • Pertamina Tangkap Prospek Cerah Panas Bumi
  • Seberapa menguntungkan IPO Pertamina?
  • IPO PGE dan Kekhawatiran Masyarakat

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) siap menyambut pengembangan proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang cerah. Potensi bisnis ini besar, karena Indonesia memiliki sumber daya melimpah.

Berdasarkan data Kementrian ESDM, potensi panas bumi di Tanah Air mencapai 23,7 GW. Dengan kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP) sebesar 2,276 MW, pemanfaatan panas bumi di Indonesia juga menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat (AS).

Keputusan perusahaan melantai bursa saham atau Intial Public Offering (IPO) jadi keputusan yang tepat. Sebab emiten berkode PGEO ini meraup dana jumbo sekitar Rp 9 triliun pada Februari 2023. Penawaran saham perdana (IPO) ini bisa menjadi momentum untuk prospek bisnis perusahaan ke depan.

Pertamina Tangkap Prospek Cerah Panas Bumi

Sumber: Kompas.com, infrastruktur PT Pertamina (PGE). (Dok. Humas Pertamina)

Anak usaha PT Pertamina (Persero) atas rencana penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO), dalam aksi korporasinya PGEO memasang harga bookbuilding di rentang Rp 820 – Rp 945 per saham. PGEO akan melepas sebanyak-banyaknya 10,35 miliar saham yang mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 25,00% dari modal ditempatkan dan disetor IPO. Sehingga, pertamina berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 9,78 triliun. Sekitar 85% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sampai dengan tahun 2025.

Pengembangan ini terdiri atas sekitar 55% akan digunakan untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing.

Ahmad Yuniarto, Presiden Direktur Pertamina Geotermal Energy mengatakan PGEO siap untuk menjawab tantangan dalam mengembangkan pemanfaatan dari besarnya potensi geothermal di Indonesia.

Dia mengatakan, dalam 10 tahun ke depan, PGEO menargetkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang energi bersih yang bersumber dari panas bumi hingga dua kali lipat lebih dari yang saat ini dioperasikan oleh PGE. Adapun, PGEO menargetkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola langsung PGEO menjadi 1.272  megawatt (MW) pada tahun 2027. Pemanfaatan yang dilakukan olehi PGEO dari energi geotermal telah berhasil membuat 2.085.000 rumah di Indonesia teraliri listrik.

Salah satu factor pertamina dapat menghasilkan prospek bisnis yang cerah yaitu dipengaruhi fundamental keungannya yang kuat. Ini ditunjukan dengan pengelolaan kas yang begitu sistematis dari hasil penjualan uap dan listrik ke PLN yang akhirnya dengan adanya IPO, arus kas PGEO semakin kuat dan mampu mengatasi kewajiban bayar utang. Dengan begitu, masa depan bisnis PGEO saat ini dapat dikatakan cerah.

Baca Juga :



Seberapa menguntungkan IPO Pertamina?

Sumber: Detikfinance (Dok. PGEO)

Rencana IPO anak usaha Pertamina menuai pro dan kontra. Ada yang menganggap bahwa IPO akan menguntungkan Pertamina karena dapat memberikan akses pendanaan yang luas dan fleksibel. Selain itu, beberapa anak usaha Pertamina yang akan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dianggap memiliki prospek yang cerah. Namun, ada juga yang meragukan keuntungan dari IPO tersebut.

Dari sisi PGE, dana IPO dapat mempercepat target pengembangan kapasitas listrik tenaga panas bumi. Serta mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan. Sementara bagi pemerintah, melantainya PGE ke bursa dapat mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Juga membantu PLN meningkatkan porsi renewable energy. Hal ini tentunya dapat membantu Indonesia mencapai target net zero emission.

Penawaran umum saham PGE juga menguntungkan masyarakat umum dengan memberikan kesempatan merasakan pengembangan energi baru dan terbarukan. Masyarakat juga dapat ikut menikmati keuntungan dari kinerja keuangan PGE.

Dikutip dari laman stockbit (26/3) Pada retrospektif hari pertama IPO, tepatnya sebelum IPO berlangsung, beredar rumor bahwa Masdar – perusahaan energi yang merupakan anak usaha BUMN Uni Emirat Arab, Mubadala Investment Company – dan Indonesia Investment Authority sudah masuk menjadi investor PGEO. Masdar dikabarkan masuk melalui INA dan keduanya akan mengambil 20% dari total saham yang ditawarkan PGEO, dengan rincian porsi Masdar sebanyak 15% dan INA sebesar 5%. Saat IPO pada Jumat (24/2), harga saham PGEO sempat turun -6,86% menjadi 815 rupiah per lembar, sebelum ditutup di harga 875 rupiah per lembar atau sesuai harga IPO.

Lantas, apakah saham PGEO layak dibeli? We provide, you decide.

Baca juga :



IPO PGE dan Kekhawatiran Masyarakat

Penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dinilai bisa membangun kepercayaan publik kepada pemerintah.

Ini diungkapkan Analis kebijakan publik dari Universitas Trisakti Jakarta, Trubus Rahadiansyah. Selain menjadikan perusahaan lebih mandiri, kata Trubus, IPO PGE juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk turut mengawasi perusahaan.

IPO PGE dapat membangung kepercayaan public kepada pemerintah. Tata Kelola perusahaan meningkat dan lebih transparan sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi. IPO juga dapat mengurangi ketergantungan kepada penyertaan modal negara (PMN). Dengan adanya IPO, negara menjadi tidak terlalu banyak memberikan PMN sehingga tidak menggangu APBN yang disebut dengan adanya kemandirian BUMN.

Melalui kemandirian inilah, tentu perusahaan bisa menjadi lebih leluasa dan lebih lincah. Didukung dengan tata kelola yang baik termasuk penerapan prinsip transparansi sebagai mandatori, kinerja BUMN juga semakin meningkat dan bahkan bisa bersaing di tingkat global.

Melalui IPO, perusahaan seperti PGE juga akan menjadi lebih profesional. Transparansi dan pengawasan publik, kata Trubus, bisa menekan potensi penyimpangan dan bahkan politisasi pada perusahaan. Sebagai aksi korporasi, IPO semacam ini juga sudah banyak dilakukan BUMN.

#zonabet #energiterbarukan #sobaheroes

Editor: Himatul Azqiya

Reference :


[1] Pertamina Geothermal Energy (PGEO): An Attractive Proxy to Green Energy?

[2] Pertamina Geothermal Energy


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Comment

  1. Hi there,

    We run an Instagram growth service, which increases your number of followers both safely and practically.

    – Guaranteed: We guarantee to gain you 400-1200+ followers per month.
    – Real, human followers: People follow you because they are interested in your business or niche.
    – Safe: All actions are made manually. We do not use any bots.

    The price is just $60 (USD) per month, and we can start immediately.

    If you are interested, and would like to see some of our previous work, let me know and we can discuss further.

    Best Regards,
    Libby