Tren Penjualan REC 2021–2025 Terus Tumbuh, Industri Jadi Motor Utama Energi Hijau

Penjualan REC PLN meningkat dari tahun ke tahun sejak diluncurkan pertama kali tahun 2020, foto: Situsenergi
  1. Penjualan REC PLN mencapai 6,43 TWh pada 2025, tumbuh 19,65% yoy
  2. Tren REC meningkat konsisten sejak 2021 hingga total kumulatif lebih dari 17 TWh
  3. Sektor industri menjadi kontributor utama dalam penggunaan energi hijau melalui REC

Sobat EBT Heroes! Minat terhadap energi hijau di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari penjualan Renewable Energy Certificate (REC) oleh PT PLN (Persero) yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Skema ini kini semakin diminati, terutama oleh sektor industri dan bisnis yang ingin berkontribusi dalam transisi energi tanpa harus mengubah infrastruktur kelistrikan secara langsung.

Sepanjang tahun 2025, penjualan REC tercatat mencapai 6,43 terawatt hour (TWh), atau tumbuh sekitar 19,65% secara tahunan (year on year). Angka ini menegaskan bahwa REC mulai menjadi bagian penting dalam strategi dekarbonisasi sektor industri di Indonesia.

Tren Penjualan REC Terus Meningkat

visualization

Jika melihat data dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan REC terbilang konsisten dan signifikan. Pada 2021, volume penjualan masih berada di kisaran 0,30 TWh. Angka ini kemudian melonjak menjadi 1,76 TWh pada 2022, meningkat lebih dari lima kali lipat hanya dalam satu tahun.

Tren kenaikan ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya:

  • 2023: 3,54 TWh
  • 2024: 5,38 TWh
  • 2025: 6,43 TWh

Secara kumulatif, total penjualan REC sejak diluncurkan pada 2020 hingga akhir 2025 telah melampaui 17 TWh. Lonjakan terbesar terjadi pada fase awal, yang mencerminkan mulai meningkatnya kesadaran dan komitmen pelaku usaha terhadap energi bersih.

Pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa REC semakin diterima sebagai solusi praktis bagi perusahaan untuk beralih ke energi terbarukan, tanpa harus melakukan investasi besar dalam pembangunan pembangkit sendiri.

Baca Juga:



REC: Cara Praktis Gunakan Energi Hijau

REC pada dasarnya adalah sertifikat yang membuktikan bahwa listrik yang digunakan berasal dari sumber energi baru terbarukan (EBT). Setiap satu unit REC mewakili produksi listrik hijau sebesar 1 megawatt-hour (MWh) yang telah disalurkan ke jaringan PLN.

Dengan membeli REC, pelanggan—baik individu maupun perusahaan—dapat berkontribusi pada penggunaan energi bersih secara transparan dan terverifikasi. Skema ini juga telah diakui secara internasional, sehingga dapat mendukung kebutuhan pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting), termasuk untuk standar ESG.

Keunggulan utama REC terletak pada kemudahannya. Pelanggan tidak perlu mengubah sistem kelistrikan yang sudah ada, tetapi tetap bisa mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi terbarukan.

Industri Jadi Penggerak Utama

Tingginya pertumbuhan penjualan REC tidak lepas dari peran sektor industri. Data menunjukkan bahwa sebagian besar pembelian REC berasal dari industri berskala besar, seperti pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, hingga industri makanan.

Bahkan pada Desember 2025, sekitar 55% dari total penjualan REC berasal dari sepuluh pelanggan terbesar. Volume pembelian pun cukup bervariasi, dengan angka tertinggi mencapai 779.000 MWh per pelanggan.

Hal ini menegaskan bahwa sektor industri menjadi motor utama dalam mendorong pemanfaatan energi hijau di Indonesia. Selain untuk menekan emisi, penggunaan REC juga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global yang semakin menuntut praktik bisnis berkelanjutan.

Dukungan PLN dan Sumber Energi Hijau

Untuk mendukung layanan REC, PLN saat ini mengandalkan pasokan listrik dari berbagai pembangkit EBT. Tercatat ada 12 pembangkit yang menyuplai energi hijau, mulai dari panas bumi, tenaga air, hingga tenaga surya.

Keberadaan pembangkit ini memastikan bahwa REC yang diterbitkan benar-benar berasal dari energi terbarukan, sehingga kredibilitasnya tetap terjaga.

Mulai dari Langkah Sederhana

Kabar baiknya, sekarang sobat juga bisa ikut berkontribusi dengan cara yang lebih mudah. Melalui platform ZONAEBT, REC dari berbagai sumber energi seperti panas bumi, air, hingga surya sudah tersedia dan bisa dibeli secara langsung.

Langkah kecil seperti membeli REC bisa jadi awal untuk mendorong penggunaan energi terbarukan yang lebih luas di Indonesia.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Sumber

[1] PLN Catat Lonjakan Pengguna REC, Penjualan Tembus 13,68 TWh di Semester I 2025

[2] Penjualan REC Capai 6,43 TWh di 2025, Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?