Ini Dia 3 Emiten Pengelola Sampah Di Indonesia

Salah satu pabrik pengolahan sampah di PT Inocycle Technology Group Tbk. Sumber: https://inocycle.com/inocycle-technology-inov-punya-pengendali-baru/
  • Indonesia menduduki peringkat ke-5 sebagai negara penghasil sampah terbesar di dunia pada tahun 2020 dengan jumlah produksi sampak sebanyak 65,2 juta.
  • Langkah-langkah strategis, seperti menyusun kebijakan dan regulasi tepat guna, merancang dan melaksanakan program pengelolaan kembali sampah dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya pihak swasta diperlukan untuk mengontrol produksi sampah.
  • Indonesia memiliki cukup banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah dan terdapat beberapa diantaranya merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya dapat diperjual-belikan di masyarakat umum.

Indonesia berada di urutan ke-5 negara penghasil sampah terbesar di dunia per tahun 2020 dengan total produksi sampah sebanyak 65,2 juta ton dalam waktu 1 tahun. Dengan banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan, maka tentunya pemerintah selaku pemangku kepentingan perlu untuk melakukan langkah-langkah strategis seperti pengontrolan sampah yang dihasilkan dengan menyusun kebijakan dan regulasi tepat guna, merancang dan melaksanakan program pengelolaan kembali sampah dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya pihak swasta.

Dari sisi swasta, Indonesia memiliki cukup banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah dan terdapat beberapa diantaranya merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya dapat diperjual-belikan di masyarakat umum. Perusahaan-perusahaan terbuka ini pun melakukan pengelolaan sampah yang hasilnya menjadi produk baru maupun diubah menjadi energi menggunakan pembangkit listrik.

Baca Juga



3 Emiten Pengelola Sampah Di Indonesia

1. PT. Multi Hanna Kreasindo TBK (MHKI)

Berdasarkan laporan tahunan yang dirilis oleh perusahaan, PT Multi Hanna Kreasindo merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan limbah industri yang berdiri sejak 23 September 2004. Kegiatan usaha yang dilakukan meliputi pengangkutan (transporter), pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan limbah B3 dan non B3.

Untuk menunjang kegiatan usaha tersebut, perusahaan memiliki fasilitas-fasilitas pendukung seperti Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk menjaga air buangan dari hasil proses agar selalu berada dibawah ambang baku mutu lingkungan yang ada, Gedung peleburan dilengkapi dust collector dan scrubber untuk menjaga pencemaran udara, juga untuk melakukan pengecekan secara berkala untuk tingkat kebisingan serta Incenerator untuk pengelolaan limbah medis infeksius, sehingga pengolahan limbah dan ataupun sampah medis yang berasal dari rumah sakit ataupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat terlayani.

MHKI melakukan pencatatan saham pada tanggal 16 April 2024 kemarin, dan memperoleh pendanaan dari penawaran saham kepada masyarakat senilai Rp.120 miliar. Dalam pencatatan saham tersebut, perusahaan melepas sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan atau sejumlah 750 juta lembar saham. Penggunaan dana tersebut digunakan untuk belanja modal yang diantaranya untuk rencana pembangunan pabrik di Lamongan, Jawa Timur.

2. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)

Logo PT Inocycle Technology Group Tbk. Sumber: https://inocycle.com/

Selanjutnya ialah PT Inocycle Technology Group Tbk dengan kode emiten (INOV). INOV merupakan perusahaan teknologi bersih di Indonesia yang berfokus pada pengelolaan daur ulang PET(Recycle) dan sampah ataupun limbah plastik lainnya. Kegiatan usaha yang dilakukan perseroan meliputi pengelolaan di bidang industri non woven (bukan tenun), mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa proses anyaman atau perajutan, serta pengelolaan di bidang industri serat staple buatan seperti poliamid, polyester, selulosa asetat dan sebagainya. Tentunya kain non woven dan serat staple buatan tersebut diperoleh dari kegiatan daur ulang sampah botol plastik PET dan sampah plastic lainnya menjadi Recycle Polyester Staple Fiber (Re-PSF), non woven atau homeware. Perseroan telah berdiri sejak 17 Juli tahun 2001.

INOV melakukan pencatatan saham pada tanggal 10 Juli 2019, dan mendapatkan dana segar hasil IPO sebesar Rp.152 miliar, dari melepas sebanyak 608 Juta lembar saham dengan harga penawaran Rp.250 per saham. Hasil perolehan dana tersebut setelah dikurangi biaya-biaya emisi sekitar 40% digunakan untuk pembayaran utang, 30% untuk pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan, dan sekitar 30% digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.

Baca Juga



3. PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA)

Logo PT Maharaksa Biru Energi Tbk. Sumber: https://maharaksabiru.com/perusahaan/

Selanjutnya, emiten ini mungkin cukup dikenal karena selain merupakan emiten yang bergerak di bidang teknologi hijau, emiten ini juga memiliki susunan dewan komisaris yang salah satunya merupakan penyanyi kondang di Indonesia yakni Cinta Laura. PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) merupakan sebuah grup perusahaan teknologi lingkungan yang fokus mengembangkan teknologi hijau.

Kegiatan usaha perseroan meliputi pembangunan dan pengoperasian pembangkit tenaga sampah dan pabrik bio energi, industri hijau yang menghasilkan seperti Bio Propylene Glycol dan Bio CNG, pengolahan limbah dan sampah perkotaan, industri, B3 dan medis serta Teknologi pintar seperti sistem pengolahan sampah pintar dan pencahayaan pintar.

OASA melakukan pencatatan saham pada tanggal 18 Juli 2016, Sebelumnya saat pencatatan saham, emiten ini sebelumnya bernama PT Protech Mitra Perkasa Tbk, yang saat itu bergerak dibidang jasa konstruksi, telekomunikasi, dan energi dan secara resmi berganti nama menjadi PT Maharaksa Biru Energi Tbk pada bulan Desember 2021.

Bagaimana Prospek Perusahaan Pengelola Sampah Kedepannya?

Prospek perusahaan pengolahan sampah bergantung bagaimana perusahaan tersebut dikelola oleh internal perusahaan. Namun, jika dilihat dari sisi eksternal maka dapat dikatakan dengan adanya komitmen dari seluruh dunia dalam menangani perubahan iklim dan menyetujui rencana untuk mewujudkan 17 poin sustainable development goals(SDG) untuk keberlanjutan lingkungan dan bumi pada tahun 2030, maka prospek perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang ekonomi hijau khususnya pengolahan sampah sangat cerah untuk ke depannya. Perlu diingat untuk Sobat EBT Heroes artikel ini bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli saham perusahaan tertentu, artikel ini dibuat hanya untuk edukasi dan membuka wawasan kepada Sobat EBT Heroes semuanya terhadap perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan sampah.

#zonaEBT #Sebarterbarukan #EBTHeroes

Editor: Savira Oktavia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 Comment