
- Presiden Prabowo Subianto menyoroti potensi bioenergi dari sawit, singkong, jagung, dan tebu sebagai solusi mengurangi ketergantungan energi fosil di Indonesia.
- Bioenergi seperti biodiesel, bioetanol, dan biogas dapat dihasilkan dari sumber daya hayati, mendukung ketahanan energi sekaligus menekan emisi karbon.
- Pemanfaatan bioenergi mendorong transisi energi nasional, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, dan mengurangi impor bahan bakar fosil.
Sobat EBT Heroes! Di tengah upaya global mengurangi ketergantungan pada energi fosil, Indonesia mulai mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Salah satu potensi besar yang kini kembali disorot adalah bioenergi, yakni energi yang berasal dari bahan organik seperti tanaman dan limbah pertanian.
Hal ini juga ditegaskan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menyebut bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya hayati seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang dapat diolah menjadi energi alternatif.
“Banyak negara dalam kondisi yang lebih menyedihkan daripada kita, kita punya kelapa sawit yang sangat banyak, kita punya singkong yang cukup, kita bisa dapat BBM dari jagung, dari tebu. Saudara-saudara kita punya geothermal (panas bumi) yang sangat besar. Kalau tidak salah kedua cadangan terbesar di dunia yang belum dieksploitasi sepenuhnya,” ujar Prabowo mengutip ESDM, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga:
- Realisasi Kapasitas EBT Indonesia 2025 Menurut Jenis Pembangkit, Tembus 15.630 MW
- Project InnerSpace: Potensi Panas Bumi Indonesia 2.160 GW, Bisa Penuhi 90% Kebutuhan Panas Industri
Bioenergi: Energi dari Sumber Daya Hayati
Sumber daya yang disebutkan tersebut termasuk dalam kategori bioenergi, yaitu energi yang dihasilkan dari biomassa. Bioenergi dapat diolah menjadi berbagai bentuk bahan bakar, seperti biodiesel, bioetanol, hingga biogas.
Kelapa sawit, misalnya, telah lama dimanfaatkan untuk memproduksi biodiesel melalui program campuran bahan bakar seperti B35. Biodiesel ini menjadi salah satu strategi utama Indonesia dalam mengurangi impor solar sekaligus menekan emisi karbon dari sektor transportasi.

Sementara itu, tanaman seperti tebu, jagung, dan singkong memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bioetanol, yaitu bahan bakar alternatif pengganti bensin. Bioetanol dapat digunakan dalam campuran BBM untuk kendaraan, sehingga membantu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.
Tak hanya itu, limbah dari sektor pertanian dan peternakan juga dapat dimanfaatkan menjadi biogas, yang bisa digunakan untuk kebutuhan energi rumah tangga maupun industri skala kecil.
Potensi Besar untuk Ketahanan Energi
Pernyataan Prabowo Subianto juga menyoroti bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibanding banyak negara lain karena kekayaan sumber daya alamnya. Dalam konteks energi, hal ini menjadi peluang strategis untuk membangun sistem energi yang lebih mandiri.
Dengan memanfaatkan bioenergi, Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil, tetapi juga dapat meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Komoditas seperti sawit dan tebu tidak lagi hanya berfungsi sebagai bahan pangan atau ekspor mentah, tetapi juga sebagai sumber energi.
Selain itu, pengembangan bioenergi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, terutama di sektor pedesaan yang menjadi pusat produksi bahan baku biomassa.
Arah Transisi Energi Indonesia
Langkah percepatan transisi energi ini juga diperkuat oleh kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yang terus mendorong pengembangan berbagai sumber EBT, termasuk bioenergi.
Dalam jangka pendek, pemerintah fokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan program elektrifikasi transportasi. Namun dalam jangka panjang, bioenergi diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam bauran energi nasional.
Dengan kombinasi berbagai sumber EBT—mulai dari surya, panas bumi, hingga bioenergi—Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan mandiri.
Pernyataan Presiden bukan hanya menunjukkan optimisme, tetapi juga menjadi pengingat bahwa solusi energi masa depan Indonesia sebenarnya sudah tersedia di dalam negeri—tinggal bagaimana mengelolanya secara optimal.
#Bioenergi #TransisiEnergi #ZONAEBT #EBT
Sumber:
[1] Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, Pemerintah Percepat Pemanfaatan EBT