PANEL SURYA DI MALAM HARI, BISA APA?

Akhir-akhir ini panel surya sedang tren karena banyak dimanfaatkan oleh penggiat sumber energi terbarukan. Negara Indonesia yang berada tepat dibawah garis khatulistiwa alias setiap tahunnya selalu disinari matahari seakan mendukung penuh pemanfaatan panel surya ini.

Dengan memanfaatkan tenaga surya melalui sinar matahari, panel surya dapat menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa mengeluarkan sedikitpun emisi.

Karena menggunakan tenaga surya sebagai satu satunya sumber energi, salah satu kekurangan yang dimiliki panel surya adalah tidak dapat menghasilkan listrik pada malam hari atau dalam kondisi tidak terdapat cahaya matahari.

Baca juga:

Secara konvensional, panel surya langsung mengubah sinar matahari menjadi listrik pada waktu yang bersamaan. Ketika sudah menghasilkan listrik melebihi dari kapasitas beban yang dibutuhkan, sumber listrik tersebut kemudian dapat ditampung ke dalam baterai yang tersedia pada panel sel surya agar kemudian dapat memberikan tenaga listrik pada malam hari atau ketika tidak dalam waktu harvesting.

Namun pada sebuah studi yang dikembangkan oleh peneliti menyebutkan bahwa panel surya dapat bekerja menghasilkan listrik pada malam hari.

Dilansir dari Inverse (02/02/2020), dalam sebuah makalah pada jurnal ACS Photonics, Jeremy Munday menyatakan bahwa mengoperasikan panel surya dengan ‘cara terbalik’ dapat menghasilkan listrik di malam hari. Hal ini dikarenakan pada malam hari, suhu bumi menjadi hangat dan suhu luar angkasa menjadi dingin. Artinya, jika sebuah panel surya diarahkan    ke langit pada malam hari, panel surya akan memancarkan panas sebagai cahaya inframerah yang tak dapat dilihat oleh kasat mata.

Dengan demikian, sangat memungkinkan untuk panel surya dapat menghasilkan listrik dengan menangkap daya dan dapat menghasilkan sekitar seperempat dari listrik di malam hari yang dihasilkan panel surya pada siang hari.

Munday juga mengatakan, pada dasarnya panel surya atau panel anti-solar hanya merupakan sebuah mesin panas. Panel surya memiliki energi panas yang datang dari Matahari menuju Bumi dan sel surya normal mengambil energi itu ketika ditransmisikan dari Matahari ke Bumi. Sehingga, pada dasarnya panel surya membutuhkan 2 benda dengan temperatur yang berbeda dan beberapa cara untuk mengubah kekuatan itu.

Perangkat semacam ini menggunakan sel termoradiatif untuk menghasilkan listrik atau sesuatu yang dapat menangkap panjang gelombang yang sangat panjang. Oleh sebab itu, Munday tengah mencari paduan merkuri yang bagus untuk inovasi perangkat panel surya.

Baca juga:

Selanjutnya, Para peneliti di Stanford menerbitkan sebuah makalah di jurnal Jouele pada bulan November yang menjelaskan bagaimana generator termoelektrik yang memancarkan panas ke langit dapat menghasilkan tenaga listrik.

“Tidak seperti generator termoelektrik tradisional, perangkat kami memasangkan sisi dingin modul termoelektrik ke permukaan yang menghadap ke langit yang memancarkan panas ke dingin ruang dan memiliki sisi hangatnya dipanaskan oleh udara sekitarnya, memungkinkan pembangkitan listrik di malam hari” ujar mereka.

Jika kita mampu merancang sebuah sistem yang dapat menghasilkan energi bersih dalam 24 jam sehari, kita mungkin dapat menghasilkan lebih banyak energi (khususnya listrik) daripada yang kita butuhkan dan menyimpannya dalam baterai untuk berbagai keperluan seperti keadaan darurat. Atau dalam arti lain, lebih baik memiliki lebih banyak cadangan energi dari pada kekurangan energi.

zonaebt.com

Renewable Content Provider

#zonaebt #sebarterbarukan #PanelSurya #plts #PV #solarpanel #aesi

Referensi:

https://sains.kompas.com/read/2020/02/03/111933423/panel-surya-juga-bisa-hasilkan-listrik-di-malam-hari-begini-caranya

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest