Mengenal 7 Sumber Utama Emisi Gas Rumah Kaca di Dunia

7 Sumber Utama Emisi Gas Rumah Kaca di Dunia foto: Damir K./Pexels
  1. Karbon dioksida (CO₂) menjadi kontributor terbesar emisi gas rumah kaca global dengan porsi sekitar 76%, terutama dari sektor energi dan industri.
  2. Metana (CH₄) dan dinitrogen oksida (N₂O) juga berperan besar dalam pemanasan global, banyak berasal dari pertanian, minyak dan gas, serta pengelolaan limbah.
  3. Gas fluorinated seperti HFCs, PFCs, SF₆, dan NF₃ memiliki kontribusi kecil namun potensi pemanasan global yang sangat tinggi sehingga perlu dikendalikan.

Sobat EBT Heroes! Ketika membahas perubahan iklim, kita sering mendengar istilah gas rumah kaca (GRK). Gas-gas ini berperan menahan panas di atmosfer bumi sehingga suhu global meningkat. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa emisi tersebut tidak hanya berasal dari satu jenis gas saja.

Beberapa jenis gas rumah kaca memiliki kontribusi yang berbeda terhadap total emisi global. Masing-masing juga berasal dari sektor aktivitas manusia yang beragam, mulai dari energi, industri, hingga pertanian. Memahami sumber emisi ini penting agar strategi pengurangan emisi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Berikut beberapa gas rumah kaca utama yang berkontribusi terhadap emisi global.

Baca Juga:



Karbon Dioksida Masih Mendominasi Emisi

Karbon dioksida (CO₂) menjadi kontributor terbesar emisi gas rumah kaca di dunia. Gas ini menyumbang sekitar 76% dari total emisi global.

Sebagian besar emisi CO₂ berasal dari aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan energi, seperti pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik, transportasi, hingga kegiatan industri. Selain itu, produksi material seperti semen dan baja serta konsumsi barang juga turut menyumbang emisi karbon dioksida dalam jumlah besar.

Karbon dioksida (CO₂) menjadi kontributor terbesar emisi gas rumah kaca di dunia, foto: 123RF.COM/ALEKSANDR PAPICHEV

Karena kontribusinya yang sangat dominan, banyak kebijakan iklim global fokus pada upaya menurunkan emisi CO₂ melalui transisi energi, peningkatan efisiensi energi, serta pengembangan teknologi rendah karbon.

Metana dan Dinitrogen Oksida dari Sektor Alam dan Industri

Metana dan dinitrogen oksida sebagai penyumbang emisi besar, foto: Ekrut

Selain karbon dioksida, metana (CH₄) juga menjadi penyumbang emisi yang cukup besar dengan kontribusi sekitar 16% dari total emisi global.

Metana banyak dihasilkan dari sektor minyak dan gas, kegiatan pertanian, serta pengelolaan limbah. Contohnya berasal dari aktivitas peternakan, sawah, hingga gas yang dilepaskan dari tempat pembuangan sampah.

Sementara itu, dinitrogen oksida (N₂O) menyumbang sekitar 6% emisi global. Gas ini banyak terkait dengan penggunaan pupuk di sektor pertanian, aktivitas industri, serta beberapa proses dalam industri energi dan material.

Meskipun kontribusinya lebih kecil dibanding CO₂, gas seperti metana dan N₂O memiliki kemampuan menahan panas di atmosfer yang lebih kuat, sehingga tetap menjadi perhatian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Gas Fluorinated dari Industri dan Teknologi

Gas fluorinated yang banyak digunakan dalam berbagai sektor industri, foto: Pixabay

Selain tiga gas utama tersebut, terdapat kelompok gas fluorinated yang terdiri dari beberapa jenis seperti HFCs, PFCs, SF₆, dan NF₃.

Secara persentase, kontribusi gas-gas ini relatif umumnya kurang dari dua persen dari total emisi global. Namun, gas tersebut memiliki potensi pemanasan global yang sangat tinggi, bahkan bisa ratusan hingga ribuan kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.

Gas fluorinated banyak digunakan dalam berbagai sektor industri, seperti sistem pendingin udara, produksi material elektronik, proses manufaktur, serta sistem transmisi listrik.

Karena dampaknya yang besar terhadap pemanasan global, pengendalian penggunaan gas fluorinated juga menjadi bagian penting dalam kebijakan iklim di berbagai negara.

Memahami Sumber Emisi untuk Strategi Dekarbonisasi

Memahami sumber utama emisi gas rumah kaca merupakan langkah awal yang penting dalam upaya menekan dampak perubahan iklim. Dengan mengetahui sektor mana yang paling berkontribusi terhadap emisi, pemerintah dan industri dapat merancang strategi pengurangan emisi yang lebih terarah.

Upaya seperti transisi menuju energi bersih, peningkatan efisiensi industri, pengelolaan limbah yang lebih baik, hingga inovasi teknologi rendah karbon menjadi bagian dari solusi untuk menekan emisi gas rumah kaca di masa depan.

Bagi Indonesia dan dunia, langkah-langkah tersebut menjadi kunci untuk mencapai target dekarbonisasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

#ZONAEBT #Emisi #GRK #Dekarbonisasi

Sumber:

[1] Sumber Utama Emisi GRK

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?