
- Perbedaan Manajer Energi dan Auditor Energi terletak pada fungsi pengelolaan dan evaluasi
- Kebutuhan kedua profesi meningkat seiring dorongan efisiensi energi dan dekarbonisasi
- Data menunjukkan jumlah Manajer dan Auditor Energi terus tumbuh signifikan
Sobat EBT Heroes! Di tengah dorongan efisiensi energi dan target penurunan emisi, kebutuhan tenaga profesional di bidang energi terus meningkat. Dua peran yang sering muncul adalah Manajer Energi dan Auditor Energi. Keduanya sama-sama penting, tapi punya fungsi yang berbeda dalam memastikan energi digunakan secara optimal.

Pengertian: Mengelola vs Mengevaluasi
Perbedaan paling mendasar ada pada fokus kerjanya. Manajer Energi bertugas mengoordinasikan penerapan manajemen energi di industri atau gedung. Ia memastikan strategi efisiensi berjalan, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan.
Sementara itu, Auditor Energi berperan sebagai pihak yang melakukan evaluasi. Mereka menganalisis penggunaan energi, mencari potensi pemborosan, lalu memberikan rekomendasi perbaikan berbasis data. Jadi, jika manajer energi memastikan sistem berjalan, auditor energi memastikan sistem tersebut benar-benar efisien.
Baca Juga:
- Project InnerSpace: Potensi Panas Bumi Indonesia 2.160 GW, Bisa Penuhi 90% Kebutuhan Panas Industri
- 5 Sektor Penyerap Energi Terbesar di Indonesia 2020-2024
Sertifikasi Kompetensi: Diatur dengan Standar Berbeda
Perbedaan peran ini juga tercermin dari regulasi yang mengaturnya. Manajer Energi mengacu pada Permenaker Nomor 80 Tahun 2015 yang berfokus pada sistem manajemen energi di industri dan bangunan gedung. Di sisi lain, Auditor Energi mengacu pada Kepmenaker Nomor 53 Tahun 2018 yang lebih menekankan kemampuan audit dan analisis teknis.
Dengan kata lain, jalur kompetensi Manajer Energi lebih kuat di aspek pengelolaan, sedangkan Auditor Energi lebih mendalam di sisi evaluasi dan pengukuran kinerja energi.
Kebutuhan Terus Meningkat
Jika melihat data, jumlah tenaga profesional di kedua bidang ini menunjukkan tren yang terus naik. Manajer Energi meningkat dari sekitar 50 orang pada 2012 menjadi 795 orang di 2019. Sementara Auditor Energi juga naik dari 52 orang menjadi 903 orang dalam periode yang sama.
Kenaikan ini bukan tanpa alasan. Semakin banyak industri yang diwajibkan menerapkan efisiensi energi, sekaligus melakukan audit secara berkala. Hal ini membuat kedua profesi ini semakin dibutuhkan, bahkan Auditor Energi terlihat sedikit lebih tinggi pertumbuhannya dalam beberapa tahun terakhir.
Pada akhirnya, Manajer Energi dan Auditor Energi bukanlah dua pilihan yang saling menggantikan, melainkan dua peran yang saling melengkapi. Manajer memastikan strategi berjalan efektif, sementara auditor memastikan tidak ada potensi efisiensi yang terlewat.
Di era transisi energi seperti sekarang, kombinasi keduanya menjadi kunci dalam menciptakan sistem energi yang lebih hemat, efisien, dan berkelanjutan.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber: