
- GIS Analyst berperan penting dalam sektor energi untuk analisis lokasi, pemetaan potensi EBT, dan pengambilan keputusan berbasis data spasial.
- Skill utama GIS Analyst meliputi penguasaan software GIS, analisis data spasial, serta kemampuan SQL dan Python.
- Sertifikasi seperti BNSP dan pelatihan bootcamp GIS membantu meningkatkan kompetensi dan peluang karier di bidang geospasial.
Sobat EBT Heroes! Di tengah percepatan transisi energi, kebutuhan akan analisis berbasis lokasi semakin meningkat. Mulai dari menentukan lokasi pembangkit listrik tenaga surya, memetakan potensi angin, hingga memantau dampak lingkungan—semuanya membutuhkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS).
Di balik semua analisis tersebut, ada peran penting seorang GIS Analyst. Profesi ini kini semakin dibutuhkan, termasuk di sektor energi baru terbarukan (EBT), karena mampu mengolah data spasial menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan strategis.
Apa Itu Sistem Informasi Geografis (GIS)?

GIS atau Sistem Informasi Geografis adalah teknologi berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis.
Tanpa disadari, GIS sudah sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saat menggunakan aplikasi navigasi untuk mencari rute tercepat atau lokasi SPBU terdekat.
Di tingkat global, GIS juga digunakan untuk berbagai keperluan penting, seperti memantau perubahan iklim, melacak bencana, hingga mengelola sumber daya alam.
Baca Juga:
- 3 Skill yang Wajib Dimiliki GIS Analyst di Bidang Energi
- 5 Hal yang Bisa Dilakukan GIS dalam Memantau Perubahan Iklim
Apa Itu GIS Analyst?

GIS Analyst adalah profesional yang bertugas mengolah dan menganalisis data spasial menjadi informasi yang mudah dipahami. Mereka sering disebut juga sebagai “pembuat peta digital”, namun perannya jauh lebih luas dari sekadar visualisasi.
Seorang GIS Analyst membantu berbagai sektor—termasuk energi, lingkungan, dan infrastruktur—untuk memahami kondisi wilayah dan merencanakan langkah yang lebih tepat berbasis data.
Tugas dan Tanggung Jawab GIS Analyst
Dalam pekerjaannya, seorang GIS Analyst memiliki beberapa tanggung jawab utama, di antaranya:
- Mengumpulkan data geografis dari citra satelit, survei, dan foto udara
- Mengolah dan menganalisis data spasial untuk melihat pola dan tren
- Membuat serta memperbarui peta digital menggunakan software GIS
- Menyusun laporan berbasis data geografis
- Mendukung pengembangan tools atau sistem pemetaan
Secara umum, pekerjaan ini lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Namun, dalam beberapa kasus, GIS Analyst juga turun ke lapangan untuk verifikasi data.
Skill yang Dibutuhkan GIS Analyst
Untuk menjadi GIS Analyst, ada kombinasi antara skill teknis dan soft skill yang perlu dikuasai.
1. Keterampilan Teknis
- Penguasaan Software GIS
Menguasai tools seperti ArcGIS, QGIS, atau GRASS sangat penting untuk melakukan analisis spasial dan visualisasi data.
- Interpretasi Data Geospasial
Mampu membaca dan mengolah data mentah seperti citra satelit, survei lapangan, dan foto udara menjadi informasi yang akurat.
- Manajemen Basis Data
Kemampuan menggunakan SQL dan Python menjadi nilai tambah untuk mengelola dan menganalisis data dalam jumlah besar.
2. Keterampilan Non-Teknis
- Komunikasi yang Efektif
Hasil analisis harus bisa dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, terutama kepada pihak non-teknis.
- Kerja Sama Tim
GIS Analyst sering bekerja lintas bidang, sehingga kemampuan kolaborasi menjadi sangat penting.
Sertifikasi GIS yang Bisa Dipertimbangkan
Untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing, ada beberapa sertifikasi yang bisa diambil oleh calon GIS Analyst.
1. Sertifikasi GISP
Sertifikasi ini dikeluarkan oleh GIS Certification Institute (GISCI). Umumnya ditujukan bagi profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja di bidang geospasial.
2. Sertifikasi Teknis Esri
Sertifikasi ini menguji kemampuan penggunaan software ArcGIS, dengan jenjang mulai dari dasar hingga profesional.
3. Sertifikasi BNSP
Di Indonesia, sertifikasi resmi yang diakui secara nasional adalah sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi profesional di bidang geospasial dan sering menjadi nilai tambah di dunia kerja.
Menariknya, Sobat EBT Heroes juga bisa mempersiapkan sertifikasi ini melalui program pelatihan Bootcamp GIS dari ZonaEBT. Program ini diselenggarakan secara online dan dirancang untuk membantu peserta memahami GIS dari dasar hingga siap uji kompetensi.

Beberapa benefit yang ditawarkan antara lain:
- E-sertifikat kelulusan
- Sertifikasi kompetensi BNSP
- Materi dan rekaman pembelajaran
- Studi kasus dan diskusi dengan mentor berpengalaman
- Mini class tambahan
Bootcamp ini juga menghadirkan 8+ sesi live intensif, sehingga cocok untuk pemula maupun yang ingin meningkatkan skill di bidang GIS, termasuk untuk kebutuhan sektor energi dan lingkungan.
Penutup
Sobat EBT Heroes, di era data seperti sekarang, profesi GIS Analyst menjadi semakin relevan dan dibutuhkan. Perannya tidak hanya penting dalam pemetaan, tetapi juga dalam mendukung berbagai sektor strategis seperti energi, lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan.
Dengan menguasai skill yang tepat dan didukung sertifikasi yang relevan, peluang karier di bidang ini terbuka sangat luas—terutama dalam mendukung transisi energi menuju masa depan yang lebih bersih. 🌍⚡
#ZONAEBT #GIS #GeoSpasial #BootcampGIS