
- Perbedaan REC dan Dedicated Source PLN dalam skema energi terbarukan
- REC lebih fleksibel, DS cocok untuk kebutuhan industri skala besar
- Keduanya bagian dari layanan Green Energy as a Service (GEAS) PLN
Sobat EBT Heroes! Transisi menuju energi bersih kini makin mudah diakses, tidak hanya untuk perusahaan besar, tapi juga individu. Salah satu upaya yang dilakukan PLN adalah menghadirkan layanan Green Energy as a Service (GEAS), yang memungkinkan siapa saja ikut berkontribusi dalam penggunaan energi baru terbarukan (EBT).
Di dalam GEAS, ada dua skema utama yang sering dibahas, yaitu Renewable Energy Certificate (REC) dan Dedicated Source (DS). Keduanya sama-sama mendukung energi hijau, tapi cara kerjanya berbeda.
Apa Itu Dedicated Source PLN?

Dedicated Source (DS) PLN adalah layanan yang memungkinkan pelanggan—terutama sektor industri dan bisnis—mendapatkan pasokan listrik langsung dari pembangkit energi terbarukan tertentu.
Lewat skema ini, pelanggan tidak hanya menggunakan listrik hijau, tapi juga ikut berkontribusi dalam pengembangan pembangkit EBT baru. Biasanya, skema ini melibatkan kerja sama khusus antara PLN dan pelanggan dalam jangka panjang.
Secara sederhana, Dedicated Source punya beberapa ciri utama:
- Pelanggan terhubung langsung dengan sumber energi terbarukan tertentu
- Mendukung pembangunan pembangkit EBT baru
- Ada perjanjian kerja sama khusus (customized)
- Cocok untuk kebutuhan skala besar seperti industri
Baca Juga:
- 12 Pembangkit EBT Penyuplai REC PLN, Ini Sumber Listrik Hijau di Indonesia
- Perbedaan GIS Analyst vs GIS Specialist: Tugas, Pendidikan, dan Skill yang Dibutuhkan
Apa Itu Renewable Energy Certificate (REC)?

Berbeda dengan DS, REC PLN adalah sertifikat yang menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan berasal dari sumber energi terbarukan.
Satu unit REC setara dengan 1 megawatt-hour (MWh) listrik hijau yang sudah diproduksi dan disalurkan ke jaringan PLN. Jadi, saat membeli REC, pelanggan sebenarnya sedang “mengklaim” penggunaan energi terbarukan tersebut.
Karakteristik REC lebih sederhana:
- Tidak perlu kerja sama proyek atau pembangunan pembangkit
- Bisa dibeli oleh individu maupun perusahaan
- Bentuknya sertifikat sebagai bukti penggunaan energi hijau
- Lebih fleksibel dan mudah diakses
Perbedaan REC dan Dedicated Source
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan seperti ini:
- Dedicated Source: sobat ikut “membangun dan menggunakan” pembangkit energi terbarukan
- REC: sobat “menggunakan dan mengklaim” energi terbarukan yang sudah tersedia
Dengan kata lain, DS lebih kompleks dan biasanya untuk kebutuhan besar, sementara REC lebih praktis dan bisa diakses oleh lebih banyak pihak.
Mulai dari Langkah Sederhana

Kabar baiknya, sekarang sobat juga bisa ikut berkontribusi dengan cara yang lebih mudah. Melalui platform ZONAEBT, REC dari berbagai sumber energi seperti panas bumi, air, hingga surya sudah tersedia dan bisa dibeli secara langsung.
Langkah kecil seperti membeli REC bisa jadi awal untuk mendorong penggunaan energi terbarukan yang lebih luas di Indonesia.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber
[1] Energi Terbarukan dan Komitmen PLN untuk Listrik Bersih dan Berkelanjutan