Ibu Kota Negara (IKN) Usung Konsep Ramah Lingkungan

  • Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur akan mengedepankan konsep yang ramah lingkungan.
  • IKN nantinya akan memiliki 70% area hijau, 80% transportasi publik, dan pengurangan suhu 2 derajat.
  • Menteri Basuki menjelaskan IKN akan dibangun secara bertahap hingga tahun 2045 dengan mengusung konsep Smart Forest City sehingga tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pembangunan IKN Nusantara mengeluarkan anggaran sebesar Rp 501 triliun.

Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur akan mengedepankan konsep yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen transisi menuju energi terbarukan guna mencapai sebuah target emisi nol bersih yang dicanangkan dua tahun terakhir.

Menurut Presiden Jokowi, IKN nantinya akan memiliki 70% area hijau, 80% transportasi publik, dan pengurangan suhu 2 derajat. Jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya di komplek IKN diprediksi hanya membutuhkan waktu 10 menit sehingga IKN akan menjadi kota inklusif, terbuka, dan ramah bagi seluruh kalangan masyarakat untuk hidup berdampingan. 

Menteri Basuki menjelaskan IKN akan dibangun secara bertahap hingga tahun 2045 dengan mengusung konsep Smart Forest City sehingga tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pembangunan IKN Nusantara mengeluarkan anggaran sebesar Rp 501 triliun.

Baca Juga:



“Konsep besarnya adalah smart forest city, banyak hijaunya dan banyak hutannya. Semuanya dikelola dengan teknologi modern, baik transportasi, baik sistem pengairan, baik sistem kelistrikan, baik infrastruktur komunikasi, baik pelayanan publik,” kata Jokowi dalam Peresmian Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem, di Jakarta

Presiden menambahkan dari lahan seluas 256 ribu hektare yang disiapkan, hanya sekitar 50 ribu hektare yang dipakai dan sisanya akan dibiarkan sebagai hutan hijau.Tempat persemaian bibit atau nursery dapat menghasilkan sekitar 20 juta bibit setiap tahun nya. 

Pada tahap awal tahun 2022-2024, pembangunan yang akan mulai dikerjakan Kementerian PUPR tahun ini adalah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas 6.671 hektar.

Baca Juga:



“KIPP terbagi dalam 3 klaster yaitu pemerintahan inti, pemerintahan pendidikan, dan pemerintahan kesehatan. Area yang akan dibangun hanya 24,5% (1.633 Ha) dari seluruh KIPP (6.671 Ha), selebihnya 75,5% (5.038 Ha) akan dimanfaatkan sebagai area hijau,” kata Menteri Basuki. 

Dengan telah disahkannya UU IKN, Menteri Basuki berharap seluruh masyarakat dapat memberikan dukungan agar Kementerian PUPR beserta stakeholder lainnya dapat membangun IKN dengan baik sesuai dengan 3 pilar visi IKN yaitu mencerminkan identitas nasional, menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta mewujudkan kota cerdas, modern, dan berstandar internasional.

Editor: Riana Nurhasanah

Referensi:

[1] Presiden Jokowi Ungkap Pembangunan IKN Usung Konsep Ramah Lingkungan

[2] Ramah Lingkungan, IKN Usung Konsep Smar Forest City

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.