Mangrove: Carbon Capture and Storage Alami yang Kian Langka

Hutan Mangrove Nusa Lembongan zonaebt.com
Hutan Mangrove, Nusa Lembongan, Indonesia. Sumber: unsplash.com
  • Luas hutan Mangrove Indonesia mencapai hampir 25% luas hutan di seluruh dunia
  • Hutan ini dapat menyimpan karbon dioksida dari lingkungan dengan kuantitas 3-5 kali lipat dibanding hutan tropis
  • Luas hutan semakin berkurang signifikan yakni mencapai 50% dalam 3 dekade terakhir

Eksistensi Ekosistem Hutan Mangrove di Indonesia

Hutan Mangrove zonaebt.com
Hutan Mangrove secara Dekat. Sumber: homecare24.id

Ekosistem hutan Mangrove merupakan ekosistem yang langka dibandingkan dengan ekosistem hutan lainnya karena hanya menempati 2% dari luas permukaan bumi1. Pada tahun 2020, luas hutan Mangrove mencapai 13.600.000 ha, di mana hampir sepertiga di antaranya berada di Asia Tenggara2 seperti Thailand, Vietnam, hingga Indonesia.

Tapi tahukah Sobat EBT Heroes jika luas hutan Mangrove di Indonesia sangat luas hingga mencapai angka 3.364.080 ha atau hampir 25% luas hutan Mangrove dunia3. Hal ini tidak mengherankan mengingat Indonesia merupakan negara dengan panjang garis pantai mencapai sekitar 95.181 Km di mana sebagian daerah pantai tersebut ditumbuhi hutan Mangrove dengan lebar beberapa meter sampai beberapa kilometer4. Oleh karena itu, hutan ini merupakan ekosistem yang keberadaannya sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.

Deforestasi Hutan Mangrove di Indonesia

hutan mangrove lagi
Deforestasi Hutan Mangrove. Sumber: betahita.id

Di Indonesia, ekosistem hutan Mangrove tersebar di setiap pulau-pulau besar antara lain Papua (55%), Sumatera (19%) dan Kalimantan (16%), serta sebagian tersebar di Sulawesi dan Jawa, di mana jumlah spesies yang ditemukan di Indonesia sebanyak 43 spesies5. Meskipun terlihat melimpah, nyatanya keberadaan Mangrove di Indonesia di ambang kelangkaan ekstrem dikarenakan keberadaannya yang ada saat ini telah berkurang 50% dalam 3 dekade terakhir. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya karena hutan ini merupakan ekosistem yang sangat penting dalam mengurangi emisi karbon dioksida di lingkungan dengan kuantitas 3-5 kali lipat dibanding hutan tropis 6 dengan luas yang sama.


Baca Juga


Potensi Hutan Mangrove di Indonesia

Fungsi hutan Mangrove sebagai penyerap emisi karbon dioksida sangatlah penting untuk menekan angka emisi karbon dioksida ke atmosfer mengingat kondisi lingkungan yang semakin buruk akibat emisi gas rumah kaca ke atmosfer terus meningkat sehingga dampak pemanasan global selalu terasa di seluruh lini kehidupan. Mulai dari suhu global yang terus meningkat, cuaca dan iklim yang sulit diprediksi, hingga sulitnya penangkapan sumber daya perikanan. Hal ini dikarenakan karena kondisi air laut yang semakin tidak bersahabat seperti pemanasan suhu air laut, gelombang tinggi yang menghancurkan kawasan pesisir, hingga terganggunya kehidupan biota laut yang membuat nelayan sulit mencari ikan maupun biota laut lainnya.

Selain menekan emisi gas karbon, hutan ini juga dapat menjadi tempat tinggal beberapa biota laut seperti kepiting bakau, ikan, dan siput laut serta memiliki potensi sebagai sumber penghasilan nelayan dalam menangkap sumber daya perikanan yang biasa disebut silvofishery. Potensi silvofishery sangat tinggi mengingat upaya reboisasi Mangrove secara intensif masih terus dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah hingga organisasi peduli lingkungan. Hal ini mengindikasikan terdapat potensi sumber daya perikanan dari ekosistem Mangrove akan terus meningkat.

Potensi hutan juga terbuka pada pada fungsi ekologis sebagai penangkal abrasi kawasan pesisir. Meningkatnya intensitas gelombang tinggi terus membuat kawasan pesisir terancam keberadaannya. Dalam kondisi ini, pohon tersebut dapat menjadi penangkal gelombang tinggi yang efektif karena Mangrove mampu memecah gelombang tinggi menjadi gelombang yang lebih aman. Dengan fungsi ekologis ini, Mangrove dapat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi kawasan pesisir yang umumnya menjadi kawasan permukiman penduduk pesisir pantai.

Dengan berbagai potensi dan fungsi ekonomi maupun ekologis dari hutan Mangrove, dapat diamati bahwa keberadaan hutan ini dalam ekosistem cukup penting. Mulai dari menekan angka emisi gas karbon dioksida, sumber mata pencaharian bagi nelayan, hingga menjaga keberadaan permukiman pesisir merupakan bukti nyata pentingnya keberadaan ekosistem hutan Mangrove di Indonesia. Oleh karena itu, sudah semestinya pemulihan keberadaan hutan melalui penanaman bibit Mangrove secara inklusif sangat penting untuk terus dilakukan seiring waktu. Tidak hanya upaya pemulihan melalui penanaman bibit, hal yang penting untuk dilakukan lainnya adalah menjaga keberadaan Mangrove yang sudah ada maupun sedang bertumbuh.

Perlindungan ekosistem hutan Mangrove dari berbagai upaya deforestasi merupakan langkah penting yang dapat menjadi upaya preventif dalam menjaga keberadaan hutan Mangrove di Indonesia. Selain itu, pentingnya pengelolaan tata letak hutan juga penting mengingat terdapat juga masyarakat yang terlalu mengeksploitasi hutan Mangrove menjadi lahan pertambakan. Hal ini dapat mengganggu fungsi ekologis hutan. Oleh sebab itu, pertambakan di hutan perlu diatur sedemikian rupa agar tetap optimal secara manfaat ekonomi namun tidak mengganggu manfaat ekologis hutan Mangrove.


Baca Juga


Serangkaian upaya ini tentunya tidak mampu dilakukan segelintir pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah, organisasi peduli lingkungan, akademisi, masyarakat pesisir, hingga wisatawan yang berkunjung ke wilayah hutan Mangrove untuk tujuan pariwisata. Dengan kolaborasi ini, diharapkan eksistensi hutan akan terus terjaga dari generasi ke generasi. Perlu diingat bahwa keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, maka dari itu marilah Sobat EBT Heroes ikut serta menjadi bagian dalam upaya mempertahankan ekosistem hutan Mangrove sebagai carbon capture and storage alami yang penuh manfaat.

#zonaebt #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Editor: Adhira Kurnia Adhwa

Referensi:

[1] Identifikasi Permasalahan Kawasan Konservasi Hutan Mangrove di Indonesia.

[2] Ringkasan Eksekutif Hutan Mangrove

[3] Peluncuran Peta Mangrove Nasional 2021

[4] Mangrove Ecosystems of Asia: Status, Challenges and Management Strategies .

[5] Cumulative Impacts of Human Interventions and Climate Change on Mangrove Ecosystems of South and Southeast Asia: An Overview.

[6] Lebih Dari 50% Hutan Mangrove di Indonesia Hilang, Apa Penyebabnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 Comment