Biomassa dan Ruang Lingkup Penggunaan

  • Salah satu energi yang terbarukan saat ini adalah energi biomassa. 
  • Biomassa jika diklasifikasikan secara spesifik, seperti kayu, rumput Napier, rapeseed, eceng gondok, rumput laut raksasa, chlorella, serbuk gergaji, serpihan kayu, jerami, sekam padi, sampah dapur, lumpur pulp, kotoran hewan, dan lain-lain.
  • Jika dilihat, sebenarnya penggunaan biomassa di Indonesia sendiri sudah giat dilakukan di sektor-sektor khusus. Tentu dalam pengembangannya akan lebih komprehensif lagi untuk mempersiapkan energi baru terbarukan yang sudah pasti ramah untuk lingkungan.

Seiring berjalannya waktu dan zaman, tentu pengetahuan manusia terus berkembang. Hal ini dapat kita lihat karena ditemukannya berbagai inovasi-inovasi energi alternatif yang memiliki manfaat yang cukup besar untuk keperluan dalam kehidupan umat manusia. Salah satu energi yang terbarukan saat ini adalah energi biomassa. 

Memahami Biomassa dan Sejarah Singkat

Secara umum biomassa sering disebutkan sebagai bahan yang dapat diperoleh dari tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung dan dimanfaatkan sebagai energi atau bahan dalam jumlah yang besar. “Secara tidak langsung” mengacu pada produk yang diperoleh melalui peternakan dan industri makanan.

Biomassa disebut juga “fitomassa” dan seringkali diterjemahkan sebagai bioresource atau sumber daya yang diperoleh dari hayati. Basis sumber daya meliputi ratusan dan ribuan spesies tanaman, daratan dan lautan, berbagai sumber pertanian, perhutanan, dan limbah residu dan proses industri, limbah dan kotoran hewan.

Tanaman energi yang membuat perkebunan energi skala besar akan menjadi salah satu biomassa yang menjanjikan, walaupun belum dikomersialkan pada saat ini.

Baca Juga



Biomassa jika diklasifikasikan secara spesifik meliputi kayu, rumput Napier, rapeseed, eceng gondok, rumput laut raksasa, chlorella, serbuk gergaji, serpihan kayu, jerami, sekam padi, sampah dapur, lumpur pulp, kotoran hewan, dan lain-lain. Biomassa jenis perkebunan seperti kayu putih, poplar hibrid, kelapa sawit, tebu, rumput gajah, dan lain-lain adalah termasuk kategori ini.

Jika ditarik ke sejarah, menurut kamus Bahasa Inggris Oxford, istilah “biomassa” pertama kali muncul di literatur pada tahun 1934.

Di dalam Journal of Marine Biology Association, ilmuwan Rusia bernama Bogorov menggunakan istilah biomassa sebagai tatanama. Ia mengukur bobot plankton laut (Calanus finmarchicus) setelah dikeringkan yang kumpulkan untuk menyelidiki perubahan pertumbuhan musiman plankton. Plankton yang telah kering ini dinamakan sebagai biomassa.

Penggunaan Biomassa dan Lingkupnya

Jika dilihat, sebenarnya penggunaan biomassa di Indonesia sendiri sudah giat dilakukan di sektor-sektor khusus. Tentu dalam pengembangannya akan lebih komprehensif lagi untuk mempersiapkan energi baru terbarukan yang sudah pasti ramah untuk lingkungan. Dalam hal ini produksi biomassa untuk bahan baku dan energi sudah pasti akan menghasilkan berbagai manfaat.

Baca Juga



Manfaat-manfaat ini beragam, di antaranya beberapa manfaat yang signifikan adalah mengimbangi emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan melalui pengembangan industri baru dan pemanfaatan bahan baku lokal, serta meningkatkan keamanan energi dengan mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Penilaian terhadap manfaat-manfaat ini akan memberikan gambaran yang jauh lebih komprehensif mengenai daya saing biomassa dan bioenergi, dan dapat memberikan implikasi yang jelas terhadap perkembangan bioenergi dan perumusan kebijakan yang terkait.

Editor: Riana Nurhasanah

Referensi:

[1] “Asal Usul Energi Biomassa”

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.