Banjir Mobil Listrik China, Indonesia Jadi Pasar Terbesar ke-2 Setelah Meksiko

Foto mobil listrik China BYD Atto 1, dealerbydmalang.com
  1. Lonjakan Pasokan Mobil Listrik China: Masuknya mobil listrik asal China ke Indonesia meningkat tajam sepanjang 2025, menempatkan Indonesia sebagai pasar ekspor terbesar kedua dunia setelah Meksiko dan mempercepat adopsi kendaraan rendah emisi.
  2. Dominasi EV China di Pasar Nasional: Penjualan mobil listrik di Indonesia didominasi merek China seperti BYD, Wuling, dan Denza. Distribusi EV mencapai 82.525 unit hingga November 2025, menandakan penerimaan pasar yang semakin kuat terhadap teknologi ramah lingkungan.
  3. Penguatan Transisi Energi Bersih: Meningkatnya penggunaan mobil listrik membuka peluang besar pengurangan konsumsi BBM dan emisi transportasi. Dengan dukungan energi terbarukan dan infrastruktur SPKLU, mobil listrik menjadi pilar penting transisi energi nasional.

Peralihan ke energi bersih kini makin terasa di jalanan. Mobil listrik yang dulu dianggap mahal dan terbatas, sekarang mulai jadi pemandangan umum terutama di kota-kota besar. Sobat EBT Heroes, salah satu faktor penting di balik perubahan ini adalah derasnya kehadiran mobil listrik asal China yang menawarkan teknologi ramah lingkungan dengan harga bersahabat.

Sepanjang 2025, ekspor mobil listrik China melonjak tajam dan menjangkau banyak negara. Indonesia pun ikut kebagian dampaknya. Bahkan, Indonesia kini tercatat sebagai pasar ekspor mobil listrik China terbesar kedua di dunia. Ini jadi sinyal positif bahwa adopsi kendaraan rendah emisi di Tanah Air bergerak ke arah yang tepat.

3 Negara Tujuan Utama Ekspor Mobil Listrik China, Indonesia Nomor 2

Berdasarkan data Administrasi Umum Bea Cukai China seperti yang dikutip Carscoop, ekspor mobil listrik dari Negeri Tirai Bambu naik hingga 87% pada November 2025. Angka ini menunjukkan permintaan global terhadap kendaraan ramah lingkungan terus menguat.

Meksiko berada di posisi teratas sebagai tujuan ekspor mobil listrik China. Dalam satu bulan, ekspor ke negara ini melonjak hingga 2.367% dengan total 19.344 unit. Model kecil dan efisien seperti BYD Dolphin Mini (yang di pasar lain dikenal sebagai BYD Atto 1) menjadi andalan karena cocok untuk mobilitas harian dan konsumsi energi yang irit.

Di posisi kedua ada Indonesia dengan 17.503 unit mobil listrik China yang masuk pada November 2025. Capaian ini menunjukkan pasar Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan listrik, apalagi di tengah naiknya kesadaran akan isu emisi dan kualitas udara.

Sementara itu, Thailand menempati urutan ketiga dengan 13.517 unit. Bersama Indonesia, Thailand menjadi bukti bahwa Asia Tenggara kini jadi kawasan favorit bagi ekspansi mobil listrik China.

Secara keseluruhan, hampir 1 juta unit mobil listrik China sudah masuk ke negara-negara Asia sepanjang Januari–November 2025. Ini menandakan bahwa Asia bukan lagi sekadar pasar tapi juga motor utama pertumbuhan kendaraan listrik dunia.

Baca Juga



Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2025, China Mendominasi

Ilustrasi mobil listrik China, zeekr.eu

Masuknya mobil listrik China ke Indonesia juga tercermin dari penjualan dalam negeri. Data wholesales mencatat distribusi mobil listrik dari pabrik ke dealer mencapai 82.525 unit sepanjang Januari–November 2025. Angka ini setara dengan 11,62% dari total penjualan kendaraan nasional.

Berikut 10 merek mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang 2025:

  1. BYD (China) – 40.151 unit
  2. Wuling (China) – 10.526 unit
  3. Denza (China) – 7.176 unit
  4. Chery (China) – 7.065 unit
  5. Aion (China) – 5.165 unit
  6. VinFast (Vietnam) – 3.118 unit
  7. Geely (China) – 2.342 unit
  8. Hyundai (Korea Selatan) – 1.622 unit
  9. Morris Garage (MG) (Inggris) – 1.169 unit
  10. Jaecoo (China) – 653 unit

Dari daftar tersebut, mayoritas merek berasal dari China. BYD menjadi pemain paling dominan dengan penjualan hampir setengah dari total pasar mobil listrik nasional. Sub-merek premiumnya, Denza, juga mulai menarik perhatian konsumen Indonesia.

Untuk level model, BYD Atto 1 jadi mobil listrik terlaris sepanjang 11 bulan 2025 dengan 17.729 unit, meski baru mulai dipasarkan pada Oktober. Harganya yang relatif terjangkau dan ukurannya yang kompak membuat model ini cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.

Baca Juga



Momentum Positif untuk Transisi Energi Bersih di Indonesia

Sobat EBT Heroes, derasnya mobil listrik China ke Indonesia bisa dilihat sebagai kabar baik bagi agenda energi bersih. Semakin banyak mobil listrik berarti semakin besar peluang menekan konsumsi BBM dan emisi gas buang dari sektor transportasi.

Tantangan berikutnya adalah memastikan listrik yang digunakan kendaraan listrik ini juga makin bersih. Pengembangan PLTS, PLTA, panas bumi, dan EBT lainnya jadi kunci agar mobil listrik benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan.

Di sisi lain, tren ini juga membuka peluang ekonomi hijau. Mulai dari perakitan lokal, industri baterai, hingga infrastruktur SPKLU berbasis energi terbarukan, semuanya bisa menjadi bagian dari ekosistem transisi energi nasional.

Kalau dikelola dengan tepat, Indonesia bukan hanya jadi pasar besar mobil listrik, tapi juga bisa naik kelas sebagai pemain penting dalam rantai nilai energi bersih di kawasan.

#zonaebt #sebarterbarukan #kendaraanlistrik #mobillistrik #ev

Sumber:

[1] Penjualan Mobil Listrik Nasional Januari – November 2025 Capai 82.525 Unit

[2] Chinese EV Exports Are Exploding, And The West Has No Way To Stop Them