
- 68% masyarakat Indonesia memilih mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan sebagai cara hemat energi.
- Berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, dan membawa wadah guna ulang menjadi bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.
- Survei Jakpat melibatkan 1.373 responden pada 16–17 April 2026 untuk melihat kebiasaan masyarakat dalam mendukung gerakan hemat energi dan peduli lingkungan.
Sobat EBT Heroes! Kebiasaan hemat energi dan peduli lingkungan semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mulai dari mematikan peralatan elektronik hingga menggunakan transportasi umum, berbagai langkah sederhana dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi sekaligus menjaga lingkungan.
Berdasarkan survei Jakpat pada 16–17 April 2026 terhadap 1.373 responden, terdapat sejumlah aktivitas ramah lingkungan yang paling banyak dilakukan masyarakat. Responden survei didominasi Gen Z sebesar 45%, Milenial 43%, dan Gen X 12%, dengan margin of error di bawah 5%.
10 Cara Hemat Energi Favorit Masyarakat Indonesia

1. Mematikan Lampu dan Alat Elektronik
Mematikan lampu dan alat elektronik ketika tidak digunakan menjadi cara hemat energi yang paling banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Sebanyak 68% responden mengaku menerapkan kebiasaan ini. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi konsumsi listrik sekaligus mencegah penggunaan energi secara berlebihan.
2. Menggunakan Wadah dan Alat Makan Guna Ulang
Sebanyak 51% responden memilih menggunakan wadah dan alat makan guna ulang, seperti membawa botol minum sendiri. Kebiasaan ini tidak hanya mendukung penghematan sumber daya, tetapi juga mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dan jumlah sampah yang dihasilkan.
Baca Juga:
- 7 Arah Utama Kebijakan Energi Nasional PP 40 Tahun 2025
- Penyebab Perubahan Iklim Menurut Survei, Aktivitas Manusia Mendominasi
3. Berjalan Kaki atau Bersepeda
Sebanyak 50% masyarakat memilih berjalan kaki atau bersepeda ketika bepergian dalam jarak dekat. Selain mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan, kebiasaan ini dapat membantu menekan emisi karbon dan polusi udara dari sektor transportasi.
4. Membawa Kantong Belanja Guna Ulang
Membawa kantong belanja guna ulang juga dilakukan oleh 50% responden. Penggunaan tas atau kantong yang dapat dipakai berulang kali menjadi salah satu langkah mudah untuk mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik sekali pakai.
5. Menghemat Penggunaan Air
Sebanyak 44% responden mengaku melakukan penghematan air dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan air secara bijak penting dilakukan karena proses penyediaan dan distribusi air juga membutuhkan energi. Karena itu, menghemat air turut menjadi bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.
6. Membeli Produk Lokal
Sebanyak 38% responden memilih membeli produk lokal sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Produk lokal dapat memiliki rantai distribusi yang lebih pendek sehingga berpotensi mengurangi energi yang digunakan dalam proses transportasi barang dari jarak jauh.
7. Tidak Membakar Sampah
Sebanyak 37% masyarakat menghindari pembakaran sampah. Kebiasaan ini membantu mengurangi polusi udara dan pelepasan zat pencemar yang dapat muncul dari proses pembakaran sampah secara terbuka.
8. Menggunakan Transportasi Umum
Penggunaan transportasi umum menjadi pilihan 31% responden. Beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan di jalan sekaligus menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon per penumpang.
9. Mengurangi Produk Kemasan Saset
Sebanyak 29% responden berupaya mengurangi konsumsi produk dengan kemasan saset sekali pakai. Selain mengurangi sampah, kebiasaan ini turut mendorong masyarakat untuk memilih produk dengan kemasan yang dapat digunakan kembali atau memiliki dampak lingkungan lebih rendah.
10. Berkebun dan Urban Farming
Kegiatan berkebun di rumah atau urban farming dilakukan oleh 27% responden. Aktivitas ini tidak hanya menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang, tetapi juga dapat mendukung gaya hidup berkelanjutan melalui pemanfaatan ruang terbatas untuk menanam tanaman pangan maupun tanaman lainnya.
Kebiasaan Sederhana Jadi Langkah Nyata
Survei Jakpat menunjukkan bahwa cara hemat energi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Mematikan peralatan elektronik, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, hingga memilih produk lokal merupakan tindakan yang relatif mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, berbagai kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi konsumsi energi, emisi, serta tekanan terhadap sumber daya alam. Dengan demikian, gaya hidup hemat energi bukan hanya menjadi pilihan individu, tetapi juga bagian dari upaya masyarakat mendukung transisi menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber:
[1] https://insight.jakpat.net/sustainable-living-the-plastic-pivot-responding-to-market-changes/