Nama & Lokasi Proyek: Keo Seima Wildlife Sanctuary REDD+ Project (VCS-1650), berlokasi di hutan lebat Kamboja bagian timur dengan luas cakupan mencapai lebih dari 290.000 hektar.
Tujuan Utama: Menangani ancaman deforestasi tinggi akibat konversi hutan untuk lahan pertanian serta penebangan liar, sekaligus melindungi habitat alami satwa liar.
Dampak Emisi & Lingkungan: Berhasil mencegah pelepasan lebih dari 20 juta ton emisi $CO_2e$ dan menyelamatkan sekitar 25,000 hektar hutan dari kerusakan sejak diluncurkan pada tahun 2010.
Konservasi Keanekaragaman Hayati: Menjadi rumah bagi 84 spesies yang terancam punah secara global, termasuk populasi terbesar di dunia untuk lutung betung (black-shanked douc) dan owa pipi-kuning (yellow-cheeked crested gibbon).
Pemberdayaan Masyarakat Lokal: Mendukung masyarakat Adat Bunong melalui penciptaan lapangan kerja, inisiatif pendidikan/pelatihan, dan usaha ekowisata.
Mekanisme Manfaat Bersama (C4C): Melalui program Cash for Communities, proyek ini telah mendistribusikan hampir $1 juta hasil penjualan kredit karbon kepada komunitas lokal untuk mendanai aktivitas pembangunan berkelanjutan secara mandiri.
Kolaborasi Pemangku Kepentingan: Dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja bersama dengan Wildlife Conservation Society (WCS).
Sertifikasi: Terverifikasi di bawah skema Verified Carbon Standard (Verra) dan berkontribusi langsung pada pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, khususnya aksi iklim dan menjaga ekosistem darat.