Prospek PLTS Atap 2026 Kian Cerah, Permintaan Industri dan Rumah Tangga Meningkat

Ilustrasi panel surya, foto: Sip Law Firm
  1. Tren penggunaan panel surya meningkat seiring kenaikan harga energi fosil di Indonesia
  2. Harga instalasi PLTS relatif stabil, membuatnya semakin kompetitif untuk industri dan rumah tangga
  3. Dukungan regulasi dan target 100 GW memperkuat prospek energi surya nasional

Sobat EBT Heroes! Bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh sepanjang tahun 2026. Peningkatan ini tidak lepas dari tingginya minat masyarakat dan pelaku industri terhadap energi bersih yang lebih mandiri dan efisien.

Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mencatat adanya lonjakan permintaan, terutama dari sektor industri dan residensial. Hal ini menunjukkan bahwa energi surya semakin dilirik sebagai solusi jangka panjang di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat.

Permintaan PLTS Atap Terus Meningkat

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, foto: Mongabay

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, mengungkapkan bahwa tren bisnis panel surya saat ini memang sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Saya melihat bisnis panel surya meningkat pesat seiring bertambahnya permintaan dari market baik industrial maupun residensial,” ujarnya, dikutip dari Kontan.

Peningkatan ini tidak hanya terjadi di satu segmen saja, tetapi merata di berbagai sektor. Industri mulai melihat PLTS sebagai solusi untuk menekan biaya energi, sementara rumah tangga memanfaatkannya untuk efisiensi sekaligus kemandirian energi.

Baca Juga:



Kuota Belum Mampu Penuhi Permintaan

Ilustrasi panel surya atap, foto: ESDM

Meski pemerintah telah menambah kuota pengembangan PLTS atap pada tahun 2026 sebesar 484 megawatt (MW), angka tersebut ternyata belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

AESI mencatat masih adanya daftar tunggu (waiting list) yang cukup besar, khususnya dari sektor industri.

“Secara persentasi kami belum menghitung (permintaan tahun ini), namun terlihat pada permintaan di sisi industrial walaupun dari pemerintah sudah menambahkan kuota tahun 2026 sebanyak 484 MW namun masih terdapat waiting list sebanyak 200 MW. Hal ini menunjukan permintaan yang signifikan terhadap market PLTS,” jelas Mada, dikutip dari Kontan.

Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap PLTS atap sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia saat ini.

Faktor Pendorong: Ekonomi dan Geopolitik

Menariknya, peningkatan minat terhadap PLTS atap tidak hanya didorong oleh isu lingkungan atau perubahan iklim. Faktor ekonomi dan kondisi global juga turut berperan.

Ketidakpastian geopolitik global membuat banyak pihak mulai mempertimbangkan pentingnya kemandirian energi. PLTS atap dinilai sebagai solusi yang relatif cepat dipasang dan dapat langsung dimanfaatkan.

Dengan memiliki sumber listrik sendiri, baik rumah tangga maupun industri bisa lebih terlindungi dari fluktuasi harga energi konvensional.

Dukungan Target Energi Surya 100 GW

Prospek bisnis PLTS atap juga semakin positif dengan adanya target pemerintah untuk mengembangkan energi surya hingga 100 gigawatt (GW).

Menurut Mada, kebijakan ini akan memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan industri panel surya di Indonesia.

“Bisnis PLTS sangat bergerak cerah ditambah dengan inisiatif dari Pak Presiden tentang rencana program 100 gigawatt (MW) yang akan membuat bisnis PLTS akan semakin bersinar,” pungkasnya, dikutip dari Kontan.

Target ini menjadi sinyal kuat bahwa energi surya akan menjadi salah satu fokus utama dalam transisi energi nasional.

Kapasitas PLTS Terus Bertambah, Tapi Masih Perlu Didorong

Berdasarkan data Kementerian ESDM, penambahan kapasitas PLTS hingga Juni 2025 mencapai 233,26 MW. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas terpasang PLTS di Indonesia kini mencapai sekitar 1.142,69 MW.

Meski terus bertambah, angka ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan potensi energi surya Indonesia yang sangat besar. Karena itu, diperlukan percepatan pengembangan, baik dari sisi kebijakan, investasi, maupun adopsi di tingkat masyarakat.

PLTS Atap Jadi Peluang Sekaligus Solusi

Melihat tren yang ada, PLTS atap bukan hanya sekadar peluang bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari solusi energi di masa depan. Dengan biaya yang semakin kompetitif dan teknologi yang semakin mudah diakses, PLTS atap bisa menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri.

Jika didukung dengan kebijakan yang tepat dan keterlibatan berbagai pihak, pertumbuhan PLTS atap di Indonesia berpotensi meningkat lebih cepat dan berkontribusi besar terhadap target energi bersih nasional.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PLTS #PLTSAtap

Sumber:

[1] Permintaan Panel Surya Melonjak, AESI Sebut Antrean Di Sektor Industri Capai 200 MW

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?