
- Lonjakan Mobilitas EV: Periode Nataru 2025/2026 mencatat peningkatan signifikan penggunaan kendaraan listrik, tercermin dari aktivitas pengisian daya di SPKLU yang melonjak hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
- Kesiapan Infrastruktur: Antisipasi PLN melalui penambahan dan pemerataan SPKLU, terutama di jalur mudik utama Sumatra, Jawa, dan Bali, membuat perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik semakin andal dan minim hambatan.
- Pertumbuhan Konsumsi Energi Bersih: Meningkatnya frekuensi pengisian daya turut mendorong lonjakan konsumsi listrik untuk EV, menandakan pergeseran nyata menuju penggunaan energi yang lebih bersih selama momen liburan nasional.
Pengujung tahun selalu menjadi momen yang dinanti. Libur panjang Natal dan Tahun Baru atau Nataru kerap dimanfaatkan masyarakat untuk mudik maupun berlibur bersama keluarga ke luar daerah. Dalam situasi ini, kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi favorit karena menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas perjalanan.
Menariknya, Nataru 2025/2026 menghadirkan fenomena baru dalam pola mobilitas masyarakat. Penggunaan kendaraan listrik tercatat meningkat signifikan selama masa siaga Nataru yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, atau selama 22 hari. Lonjakan tersebut tercermin dari tingginya aktivitas pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.
Pengisian Daya Lampaui Capaian Nataru Tahun Lalu
Berdasarkan catatan PT PLN (Persero), capaian pengisian daya kendaraan listrik pada Nataru 2025/2026 sudah melampaui total realisasi sepanjang periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga hari ke-13 masa siaga, tepatnya pada 27 Desember 2025 pukul 24.00 WIB, jumlah pengisian daya telah mencapai 137.250 kali.
Angka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan total pengisian daya selama Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 48.254 kali. Artinya, dalam waktu kurang dari dua pekan, aktivitas pengisian daya EV sudah melampaui kinerja satu periode penuh pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut bahwa lonjakan ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh. Hingga hari ke-13 masa siaga, pengisian daya EV telah melampaui total realisasi sepanjang Nataru tahun lalu.
Baca Juga
- Mobil Listrik Tenaga Surya: Alternatif Transportasi Ramah Lingkungan
- Mobil Listrik Mini Dilirik? Simak Keunggulan dan Kelemahannya
Konsumsi Listrik Ikut Melonjak
Peningkatan tidak hanya terlihat dari frekuensi pengisian daya, tetapi juga dari besarnya energi listrik yang tersalurkan. Hingga 27 Desember 2025, total energi yang digunakan untuk pengisian kendaraan listrik mencapai 3.288.045 kilowatt hour (kWh).
Jumlah tersebut sekitar 2,8 kali lipat lebih tinggi dibandingkan konsumsi listrik sepanjang Nataru 2024/2025 yang sebesar 1.174.350 kWh. Data ini menunjukkan bahwa intensitas pemakaian SPKLU semakin tinggi, seiring meningkatnya jumlah dan jarak tempuh kendaraan listrik selama libur akhir tahun.
Infrastruktur SPKLU Diperkuat
Lonjakan penggunaan SPKLU sebenarnya sudah diantisipasi PLN sejak awal masa siaga. Untuk mendukung mobilitas kendaraan listrik selama Nataru, PLN menyiagakan 4.516 unit SPKLU yang tersebar di 2.935 lokasi di seluruh Indonesia.
Kesiapan infrastruktur juga difokuskan pada jalur utama mudik Sumatra, Jawa, hingga Bali. Di sepanjang jalur tersebut, tersedia 1.515 unit SPKLU, meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode Nataru tahun lalu. Penambahan ini membuat pemudik pengguna EV semakin leluasa dan minim kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
Baca Juga
- Mudik Menggunakan Mobil Listrik, Solusi Berkelanjutan atau Tantangan Baru?
- Mobil Listrik di Bawah Rp250 Juta, Apa Saja Pilihannya?
Penjualan Mobil Listrik Jadi Faktor Pendorong
Meningkatnya penggunaan SPKLU tidak terlepas dari pertumbuhan penjualan mobil listrik di dalam negeri. Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mencatat distribusi mobil listrik dari pabrik ke dealer mencapai 82.525 unit sepanjang Januari hingga November 2025.
Dengan total penjualan kendaraan nasional sebesar 710.084 unit pada periode yang sama, pangsa pasar mobil listrik kini berada di level 11,62%. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya, di mana penjualan mobil listrik sepanjang Januari hingga November 2024 masih berada di angka 37.649 unit.
Tren ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin diterima oleh masyarakat. Dukungan kebijakan pemerintah, perluasan infrastruktur, serta meningkatnya kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan menjadi kombinasi yang mendorong adopsi EV semakin cepat.
Menuju Mudik yang Semakin Elektrik
Lonjakan pengguna SPKLU selama Nataru 2025/2026 menjadi sinyal kuat perubahan pola mobilitas masyarakat. Kendaraan listrik tidak lagi sekadar digunakan untuk aktivitas harian di dalam kota, tetapi juga mulai diandalkan untuk perjalanan jarak jauh saat momen liburan panjang.
Dengan pertumbuhan populasi kendaraan listrik yang terus berlanjut dan infrastruktur pengisian daya yang semakin merata, mudik dan liburan berbasis kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi pemandangan yang semakin umum di tahun-tahun mendatang.
#zonaebt #sebarterbarukan #kendaraanlistrik #SPKLU
Sumber:
[1] Belum Tahun Baru, PLN Catat Pengisian Daya EV Lampaui Total Periode Nataru Tahun Lalu
[3] Penjualan Mobil Listrik Nasional Januari – November 2025 Capai 82.525 Unit
[4] Wholesales Mobil Listrik di RI per November 2024 Tembus 37 Ribu