
- Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam deforestasi terparah pada 2024 dengan luas 257.384 hektar.
- Perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab utama deforestasi dengan kontribusi 22,7% dari total kerusakan hutan.
- Deforestasi Indonesia disebabkan oleh enam faktor utama yang menghasilkan emisi karbon rata-rata 82.006 kg CO2-e.
Deforestasi adalah peristiwa hilangnya tutupan hutan yang berubah menjadi tutupan lain. Hal ini dapat terjadi pada hutan yang berada di areal dengan intensitas tinggi atau berbatasan langsung dengan kegiatan manusia. Indonesia sendiri menempati posisi kedua dunia dalam hal tingkat deforestasi terparah pada 2024 setelah Brasil. hasil analisis Auriga Nusantara menunjukkan bahwa Indonesia mengalami deforestasi seluas 257.384 hektar pada tahun 2023, dengan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap pengurangan luas hutan ini.
makin tahu Indonesia Informasi mengenai deforestasi Indonesia pada tahun 2023 diperoleh melalui tiga proses bertahap, yaitu verifikasi data publik, pengklasifikasian untuk memisahkan area hutan dan non-hutan, serta tahap analisis sebagai langkah terakhir. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, Auriga mencatat bahwa deforestasi Indonesia pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 26.624 hektar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berikut adalah penyebab utama deforestasi di Indonesia berdasarkan tingkat kontribusinya:
Baca juga:
- Tandan Kosong Kelapa Sawit : Peluang Bisnis Berkelanjutan
- Pertambangan : Bisnis Berkelanjutan atau Risiko Krisis Iklim
Perkebunan Kelapa Sawit: Penyebab Utama Deforestasi

Perkebunan kelapa sawit merupakan penyebab terbesar deforestasi di Indonesia dengan luas mencapai 2.080.977 hektare atau sekitar 22,7% dari total deforestasi. Dominasi sektor ini dalam menyebabkan hilangnya hutan tidak mengherankan mengingat Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Perluasan perkebunan kelapa sawit menjadi pendorong penting deforestasi selama 20 tahun terakhir, mencakup sepertiga atau sekitar 3 juta hektare hilangnya hutan primer di Indonesia.
Industri kelapa sawit telah menjadi fokus perhatian global karena dampaknya yang signifikan terhadap lingkungan. Meskipun ada upaya untuk mengurangi deforestasi, data menunjukkan bahwa pelanggaran terus terjadi. Pada tahun 2023, tercatat 53 konsesi perusahaan membuka hutan lebih dari 50 hektare untuk perkebunan kelapa sawit, dengan PT Ciliandry Anky Abadi menjadi perusahaan yang membuka hutan paling luas dengan total 2.302 hektare.
Pembersihan Skala Kecil: Kontribusi Signifikan Masyarakat

Pembersihan skala kecil menempati posisi kedua dengan luas 2.024.204 hektare atau 22% dari total deforestasi. Aktivitas ini umumnya dilakukan oleh masyarakat lokal untuk keperluan pertanian subsisten, permukiman, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Meskipun dilakukan dalam skala kecil, dampak kumulatifnya terhadap hilangnya hutan sangat besar.
Pertanian tradisional skala kecil sering kali menjadi subjek kontroversi dalam diskusi deforestasi. Tidak ada perkiraan akurat yang tersedia mengenai luas hutan yang dibuka oleh para petani skala kecil sejak tahun 1985, namun data menunjukkan bahwa aktivitas ini berkontribusi signifikan terhadap deforestasi nasional. Faktor kemiskinan, keterbatasan akses lahan, dan kurangnya alternatif mata pencaharian menjadi pendorong utama aktivitas ini.
Padang Rumput dan Perkebunan Kayu: Ekspansi Lahan Produktif

Padang rumput menempati urutan ketiga dengan luas 1.840.883 hektare atau 20% dari total deforestasi. Konversi hutan menjadi padang rumput biasanya dilakukan untuk keperluan peternakan dan aktivitas pertanian yang membutuhkan lahan terbuka. Sementara itu, perkebunan kayu menyumbang 1.261.026 hektare atau 13,7% dari total deforestasi.
Industri pulp dan kertas Indonesia mengalami lonjakan deforestasi terkini yang mengakhiri satu dekade kemajuan sektor ini. Deforestasi dan emisi gas rumah kaca mengalami peningkatan seiring perluasan operasi yang dilakukan oleh produsen pulp Indonesia untuk memenuhi peningkatan permintaan dari China. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pasar global turut mempengaruhi pola deforestasi di Indonesia.
Baca juga
- Kelapa Sawit Diharapkan Mencapai Emisi Nol Bersih
- Dampak Nyata LindungiHutan Tanam 978.000 Pohon di Indonesia
Jalan Penebangan dan Hutan Sekunder: Infrastruktur dan Degradasi

Jalan penebangan dan hutan sekunder berkontribusi sebesar 912.011 hektare atau 9,9% dari total deforestasi. Pembangunan jalan akses untuk kegiatan penebangan seringkali membuka jalur baru yang memudahkan deforestasi lebih lanjut. Jalan-jalan ini tidak hanya menghilangkan tutupan hutan secara langsung, tetapi juga memfasilitasi akses ke area hutan yang sebelumnya terpencil.
Degradasi hutan sekunder juga menjadi perhatian serius. Hutan sekunder yang telah mengalami gangguan sebelumnya lebih rentan terhadap kerusakan lebih lanjut. Proses regenerasi alami yang tidak optimal membuat hutan sekunder mudah dikonversi untuk keperluan lain.
Perkebunan Skala Besar dan Faktor Lainnya
Perkebunan skala besar menyumbang 616.210 hektare atau 6,7% dari total deforestasi. Meskipun proporsinya relatif kecil dibandingkan penyebab lainnya, dampaknya tetap signifikan karena biasanya melibatkan konversi lahan dalam skala yang masif dan terorganisir. Faktor lainnya yang tidak terkategorikan menyumbang 449.323 hektare atau 4,9% dari total deforestasi.
Pencurian kayu dalam skala besar dan terorganisir juga merajalela di Indonesia, dengan 50-70% pasokan kayu untuk industri hasil hutan ditebang secara ilegal setiap tahunnya. Seorang mantan Direktur Jenderal Pengusahaan Hutan menyatakan bahwa pencurian kayu dan pembalakan ilegal telah menghancurkan sekitar 10 juta hektare hutan Indonesia.
Nah Sobat EBT Heroes sudah makin tahu Indonesia apa itu deforestasi dan penyebab yang paling tinggi di Indonesia. Data deforestasi Indonesia menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit dan pembersihan skala kecil merupakan dua penyebab utama yang hampir setara dalam berkontribusi terhadap hilangnya hutan dengan total emisi karbon rata-rata mencapai 82.006 kg CO2-e.
Maka dari itu perlu banget diadakan Upaya konservasi dengan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat lokal, untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang tidak mengorbankan kelestarian hutan Indonesia.
#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes
Editor:
Referensi:
[1] Indonesia Jadi Negara ke-2 di Dunia dengan Tingkat Deforestasi Terparah pada 2024
[2] Deforestasi Akibat Kelapa Sawit Kembali Naik
[3] Ekspor dan deforestasi kelapa sawit Indonesia
[4] Indonesia Alami Deforestasi 257.384 Hektar pada 2023
[5] Kelapa Sawit Bukan Satu-satunya Penyebab Hilangnya Hutan di Indonesia