5 Pohon Penyerap Karbon Terbaik untuk Mengurangi Emisi CO₂

Pohon trembesi, penyaring karbondioksida terbanyak dari pohon lainnya, foto: Tanisejahtera
  1. Peran Strategis Pohon Penyerap Karbon: Pepohonan dengan daya serap karbon tinggi berkontribusi besar dalam menurunkan konsentrasi CO₂ di atmosfer dan menjadi solusi alami pengendalian emisi.
  2. Dominasi Pohon Berbiomassa Besar: Jenis pohon seperti trembesi, akasia, dan beringin memiliki kemampuan serapan karbon lebih tinggi dibandingkan pohon berukuran kecil, sehingga lebih efektif dimanfaatkan dalam program penghijauan dan rehabilitasi lingkungan.
  3. Penguatan Mitigasi Perubahan Iklim: Penanaman pohon penyerap karbon tinggi membuka peluang besar pengurangan emisi secara berkelanjutan.

Sobat EBT Heroes! Tahukah Sobat bahwa pohon memiliki peran sangat penting dalam mengurangi emisi karbon di udara, membantu menekan polusi, serta menjaga keseimbangan ekosistem? Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap karbondioksida (CO₂) dan menyimpannya dalam bentuk biomassa seperti batang, daun, dan akar. Namun, tidak semua pohon memiliki kemampuan serapan karbon yang sama.

Beberapa jenis pohon terbukti memiliki daya serap CO₂ yang jauh lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya. Umumnya, pohon penyerap karbon yang baik memiliki karakteristik seperti tumbuh cepat, berdaun lebat, memiliki biomassa besar, berumur panjang, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan. Kombinasi karakteristik tersebut membuatnya efektif sebagai solusi alami pengurangan emisi karbon.

Lalu, bagaimana dengan pohon sawit? Meski sawit juga menyerap karbon, kemampuannya relatif lebih kecil dibandingkan pohon-pohon besar. Selain itu, perluasan perkebunan sawit kerap menggantikan hutan alami yang memiliki keanekaragaman hayati dan kapasitas serapan karbon jauh lebih tinggi.

Apa Itu Karbon dan Mengapa Perlu Diserap?

Karbon dioksida salah satu gas yang berdampak pada efek rumah kaca, foto: Freepik

Karbon dioksida merupakan salah satu gas rumah kaca utama yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim. Emisi CO₂ sebagian besar berasal dari aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, industri, dan alih fungsi lahan. Jika konsentrasinya terus meningkat di atmosfer, dampaknya dapat memicu kenaikan suhu bumi, cuaca ekstrem, hingga kerusakan ekosistem.

Di sinilah peran pohon menjadi krusial. Dengan menyerap CO₂ dan menyimpannya dalam jangka panjang, pohon membantu menurunkan konsentrasi karbon di atmosfer secara alami.

Baca Juga:



5 Pohon Penyerap Karbon Dioksida Terbaik

Daftar pohon berikut merujuk pada hasil penelitian Endes N. Dahlan, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), yang meneliti daya serap karbon dioksida berbagai jenis pohon pada periode 2007–2008. Hasil penelitian tersebut menunjukkan perbedaan signifikan kemampuan serapan CO₂ tiap jenis pohon.

1. Pohon Trembesi

Trembesi (Samanea saman) menempati posisi teratas sebagai pohon dengan daya serap karbon tertinggi. Dalam satu tahun, pohon ini mampu menyerap sekitar 28 ton CO₂. Tajuknya yang sangat lebar, pertumbuhan cepat, serta biomassa batang yang besar membuat trembesi sangat efektif menyerap dan menyimpan karbon. Tidak heran jika trembesi sering direkomendasikan untuk penghijauan kawasan perkotaan dan ruang terbuka hijau.

2. Pohon Akasia

Akasia berada di peringkat kedua dengan kemampuan menyerap sekitar 5,3 ton CO₂ per tahun. Pohon ini dikenal memiliki pertumbuhan relatif cepat dan adaptif terhadap berbagai kondisi lahan. Akasia kerap dimanfaatkan dalam program reboisasi dan rehabilitasi lahan karena selain menyerap karbon, juga membantu memperbaiki struktur tanah.

3. Pohon Kenanga

Kenanga memiliki daya serap karbon sekitar 0,72 ton CO₂ per tahun. Meski tidak sebesar trembesi atau akasia, kenanga tetap berkontribusi dalam penyerapan karbon, terutama jika ditanam dalam jumlah banyak. Selain manfaat ekologis, kenanga juga bernilai ekonomi karena bunganya dimanfaatkan dalam industri parfum dan aromaterapi.

4. Pohon Pingku

Pohon pingku juga memiliki kemampuan menyerap sekitar 0,72 ton CO₂ per tahun. Pohon ini umumnya tumbuh cukup besar dan memiliki umur panjang, sehingga mampu menyimpan karbon dalam jangka waktu lama. Keberadaannya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan sekitarnya.

5. Pohon Beringin

Beringin memiliki daya serap sekitar 0,53 ton CO₂ per tahun. Dengan akar dan tajuk yang luas, beringin tidak hanya membantu menyerap karbon, tetapi juga berperan dalam menjaga kualitas udara dan menyediakan habitat bagi berbagai makhluk hidup. Pohon ini sering dijadikan simbol pelindung lingkungan di banyak daerah.

Kesimpulan

Pohon merupakan solusi alami yang efektif dalam mengurangi emisi karbon. Berdasarkan penelitian, trembesi, akasia, kenanga, pingku, dan beringin termasuk jenis pohon dengan kemampuan menyerap CO₂ yang baik. Menanam dan merawat pohon-pohon tersebut, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan, dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Dengan memahami jenis pohon penyerap karbon terbaik, Sobat EBT Heroes bisa ikut berkontribusi menjaga bumi tetap lestari, dimulai dari langkah sederhana: menanam pohon. 🌱

#zonaebt #sebarterbarukan #kendaraanlistrik #mobillistrik #ev

Sumber:

[1] Tanaman Penyerap Karbondioksida