Efisiensi Energi Perkuat Langkah Indonesia Menuju Net Zero Emission

Emisi karbon pada pabrik. Sumber: pexels.com
  • Efisiensi energi merupakan cara efektif dan hemat dalam dekarbonisasi.
  • Indonesia menetapkan target mencapai net zero emissions pada tahun 2060.
  • Saat ini, berbagai program pemerintah telah dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi energi.

Perubahan iklim sudah di depan mata. Berdasarkan laporan National Aeronautics and Space Administration (NASA), suhu permukaan bumi pada tahun 2022 meningkat sebesar 0,89 ℃ daripada rata-rata suhu pada tahun 1951-1980. Kenyataan ini mendesak dunia untuk melakukan aksi nyata.

Indonesia termasuk salah satu negara yang berkomitmen mencapai Net zero emission (NZE). NZE adalah keadaan di mana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi karbon yang dapat diserap bumi.

Efisiensi energi menjadi langkah tumpuan untuk mencapai target net zero emission ini. Sebenarnya bagaimana NZE dapat diraih melalui efisiensi energi? Sobat EBT Heroes, yuk simak penjelasan berikut!

Baca juga



Lakon Paling Hemat dalam Dekarbonisasi

Stasiun pengisian baterai listrik kendaraan. Sumber: pexels.com

Dalam dekarbonisasi dan transisi menuju energi bersih, efisiensi energi atau dikenal juga dengan “first fuel” memiliki peran vital. Bahkan, konsep ini diklaim merupakan usaha yang lebih cepat, handal, dan murah.

Efisiensi energi dapat didefinisikan sebagai penggunaan energi yang lebih sedikit untuk memperoleh hasil yang sama. Efisiensi energi berfokus pada peralatan yang memakai energi, seringkali melalui desain atau teknologi penggunaan energi yang lebih efisien. 

Industri, bangunan, atau transportasi yang mengimplementasikan konsep ini mengkonsumsi energi dengan jumlah yang lebih kecil untuk menjalankan fasilitas dan peralatannya. Dengan demikian, efisiensi energi menciptakan sistem yang lebih hemat energi.

Berdasarkan Skenario Pembangunan Berkelanjutan IEA, efisiensi energi dapat mewakili lebih dari 40% reduksi emisi karbon pada 2040. Hal tersebut menjadikan efisiensi energi sebagai salah satu pilar utama dalam meraih net zero emission.

Selain dapat mengurangi emisi karbon, efisiensi energi juga menghadirkan berbagai manfaat lain. Adanya efisiensi energi dapat memajukan pembangunan sosial dan ekonomi, meningkatkan ketahanan energi dan kualitas hidup, serta menciptakan lapangan kerja.

Komitmen Indonesia Mereduksi Jejak Karbon

Emisi karbon. Sumber: pexels.com

Indonesia menjadi salah satu negara yang telah meratifikasi Paris Agreement. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki komitmen yang besar terhadap keberlangsungan lingkungan dan bumi.

Dalam Paris Agreement, kenaikan suhu bumi dunia dibatasi 2 ℃ (lebih disukai 1,5 ℃) dari masa pra-industri. Melalui skenario tersebut, kerusakan ekosistem dan perubahan iklim dunia dipercaya mampu dicegah.

Indonesia menargetkan dapat mewujudkan net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat sesuai Nationally Determined Contributions (NDC). Di mana, efisiensi energi menjadi salah satu kontributor utama untuk meraih target tersebut.

Berdasarkan Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Perencanaan Strategis selaku Chair Energy Transitions Group Yudo Dwinanda Priaadi, efisiensi energi menjadi kunci utama dalam mencapai Paris Agreement. Efisiensi energi dapat menyumbang hingga 40% untuk memenuhi target tersebut.

Selain itu, efisiensi energi mampu mengubah sektor industri menjadi lebih efisien dan memperhatikan konsep berkelanjutan. Di mana, industri merupakan penghasil emisi gas rumah kaca dalam jumlah yang besar.

Walaupun demikian, implementasi efisiensi energi memerlukan berbagai upaya yang tidak mudah. Berbagai kebijakan, investasi, dan program pemerintah memainkan peran penting dalam penerapan efisiensi energi.

Baca juga



Rangkaian Program Pemerintah Dukung Efisiensi Energi

Green energy. Sumber: freepik.com

Untuk meningkatkan penerapan efisiensi energi di Indonesia, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya. Saat ini, Pemerintah Indonesia memberlakukan mandat “Manajemen Energi” bagi pengguna energi yang melebihi 6000 TOE (Tonne of Oil Equivalent). 

Berdasarkan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (DJEBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), terdapat berbagai program pemerintah yang mendukung efisiensi energi.

Di antara beberapa program berkaitan yang dijalankan oleh KESDM adalah Program Kemitraan, Implementasi SNI ISO 50001 (Energy management system/EnMS), Pengembangan Penerangan Jalan Umum (PJU) Hemat Energi, Bandara Udara Ramah Lingkungan (Green airport), Standar dan Label, dan Penghargaan Subroto di bidang efisiensi energi. 

Selain itu, ada pula Program Peningkatan Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Lingkungan Hidup (Proper) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuan dari program ini adalah mendorong pengaturan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan Program Pengembangan Kota Hijau (PK2H). Program ini mengupayakan terwujudnya kota berkelanjutan. Program Standar Industri Hijau yang dirancang oleh Kementerian Perindustrian juga mendorong efisiensi energi. Program ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pelaku industri untuk merencanakan proses produksi yang ramah lingkungan dan lebih efisien.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki program Keuangan Berkelanjutan. Program tersebut ditujukan kepada bank dalam negeri agar dapat memberikan pinjaman dana hijau (green loans) bagi usaha yang terkait dengan upaya adaptasi atau mitigasi perubahan iklim. Hal ini tentunya diharapkan dapat menyokong efisiensi energi.

Itulah beberapa potensi efisiensi energi dan beberapa program pemerintah yang berkaitan. Semoga dengan langkah-langkah tersebut, efisiensi energi dapat memperkuat langkah Indonesia menuju net zero emission pada 2060, ya!

#zonaebt #energiterbarukan #sobatheroes

Editor: Himatul Azqiya

Referensi

[1] Sektor Efisiensi Energi

[2] Suhu Permukaan Bumi Naik 0,89 Derajat Celcius pada 2022

[3] Energy Efficiency

[4] How Energy Efficiency Will Power Net Zero Climate Goals

[5] Efisiensi Energi dan Konservasi Energi, apa bedanya?

[6] Berkenalan dengan Net Zero Emission

[7] Efisiensi Energi Menjadi Kunci Paris Agreement

[8] Enhanced NDC: Komitmen Indonesia Untuk Makin Berkontribusi Dalam Menjaga Suhu Global

[9] Pedoman Investasi Efisiensi Energi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *