Wow!! Mahasiswa RI di AS Bantu Krisis Air NTT Pakai Teknologi Panel Surya

  • Ide tim Solar Chapter muncul untuk memberdayakan teriknya matahari di NTT dengan menggunakan teknologi panel surya.
  • Tahun 2017, cabang Solar Chapter pertama dibangun di kampus UIUC oleh Mustika Wijaya dengan visi menjadi sarana nirlaba bagi muda mudi Indonesia untuk berkontribusi pada masyarakat yang kekurangan melalui metode yang berkelanjutan.
  • Sistem yang dirancang Solar Chapter termasuk pembangunan sumur tanah, pompa tenaga surya, sistem panel surya dengan kebutuhan daya 6270 Wp, dan perpipaan sepanjang 2,1 km.

Teriknya matahari dan musim hujan yang singkat sudah makanan sehari-hari untuk masyarakat Indonesia bagian Timur, di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Walaupun sudah terbiasa kondisi alam ini sudah menimbulkan berbagai masalah bagi warga desa di NTT yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Terik matahari di siang hari membuat tanah cepat kering. Para petani terpaksa lebih sering melembabkan tanah demi memperoleh sesuap nasi.


Di kota besar seperti Kupang atau Atambua, mungkin sudah ada infrastruktur untuk mendapatkan akses air. Tetapi faktanya, setiap musim kemarau, Provinsi Nusa Tenggara Timur menghadapi krisis air bersih yang mencakup sebagian besar dari daerah tersebut. Persediaan air tawar juga semakin terbatas dikarenakan jarangnya hujan turun di daerah tersebut meskipun di musim hujan.

Baca juga :



Oleh sebab itu, ide tim Solar Chapter muncul untuk memberdayakan teriknya matahari di NTT dengan menggunakan teknologi panel surya. Sekilas, solusi ini terlihat efisien dan sederhana. Tetapi, sistem panel surya memerlukan biaya tinggi dan hanya bisa dicapai oleh pemerintahan desa jika hasil panen makmur.

Modal pembangunan hanya dapat tercapai dengan memaksimalkan hasil panen. Namun, hasil panen tidak mungkin bisa terpenuhi tanpa akses air bersih. Ini merupakan sebuah dilema yang menghambat kemajuan desa-desa di NTT, salah satunya Desa Wekeke.

Selama ini, warga desa hanya mengandalkan pada kedua kaki mereka untuk mengambil air yang cukup dalam pemakaian satu hari. Akan tetapi, letak topografi Pulau NTT yang berbukit dan pembangunan yang kurang merata menyebabkan warga desa harus berjalan kaki selama 2-4 jam setiap hari ke mata air. Walaupun ada opsi untuk membeli air, tetapi harganya sangat tinggi sehingga mayoritas warga memilih untuk berjalan kaki.

Mengetahui hal ini, mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, tepatnya di University of Illinois at Urbana-Champaign, tergerak hatinya untuk membantu pembangunan desa-desa kecil di NTT. Pada tahun 2017, cabang Solar Chapter pertama dibangun di kampus UIUC oleh Mustika Wijaya dengan visi menjadi sarana nirlaba bagi muda mudi Indonesia untuk berkontribusi pada masyarakat yang kekurangan melalui metode yang berkelanjutan.

Sejak didirikan di tahun 2017, saat ini Solar Chapter memiliki beberapa cabang di universitas-universitas di Amerika Serikat, serta juga di negara lain seperti Australia, Hong Kong, dan Kanada. Solar Chapter ini berkonsep unik, yaitu memiliki bentuk seperti buku dimana memiliki beberapa bab atau chapter.

Baca juga :



Bab pertama selalu dimulai dengan proyek air, kemudian dilanjutkan ke bab kedua dengan proyek edukasi, dan bab ketiga diisi dengan proyek pembangunan komunitas.

“Kami sangat senang karena dapat mewujudkan mimpi warga desa untuk memperoleh akses air bersih di depan pintu rumah mereka. Tim kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek kami untuk memenuhi janji kepada warga desa Wekeke,” ujar Ketua Solar Chapter UIUC Stella Agatha, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/8/2022).

Sistem yang dirancang Solar Chapter termasuk pembangunan sumur tanah, pompa tenaga surya, sistem panel surya dengan kebutuhan daya 6270 Wp, dan perpipaan sepanjang 2,1 km. Proyek ini juga mendapatkan bantuan dana dan barang dari perusahan ternama di industri perpipaan, seperti PT. Wahana Duta Jaya Rucika.

“Program WaterForWekeke ini mempunyai tujuan yang sejalan dengan Visi & komitmen Rucika untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan air yang efektif dengan mengalirkan air bersih dari hulu ke hilir.

“Harapannya adalah, dengan kemudahan akses air bersih ke masyarakat di Desa Wekeke ini akan mengalirkan kebahagiaan dan manfaat yang baik di setiap sendi kehidupan mereka,” ungkap Sandhy Kurniawan selaku Sales Development & Marketing Division Head PT Wahana Duta Jaya Rucika.

Referensi :

[1] Mahasiswa RI di AS Bantu Krisis Air NTT Pakai Teknologi Panel Surya
[2] KOTRA Dukung Pembangunan Rendah Karbon Melalui Teknologi Korea

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.