Politeknik Negeri Bali akan Cetak SDM Khusus di Bidang EBT

  • Politeknik Negeri Bali untuk membuka program RESD itu adalah D4 spesialisasi Energi Baru Terbarukan. Kerja sama dimulai semenjak tahun 2019, persiapan berlanjut dan pendanaan di siapkan, baik itu peralatan, kurikulum yang mendukung D4 Spesialisasi EBT di Indonesia.
  • Pada tahun 2020, PNB juga ada program pemerintah bekerja sama dengan pemerintah Swiss yang disebut dengan project-nya RESD Renewable Energy Skill Development.
  • Target ini berfokus kepada PLTS, Solar Power dan hydro power, dengan masing-masing Politeknik Negeri yang ada di Indonesia.

Politeknik Negeri Bali akan cetak SDM Khusus di bidang EBT atau Renewable Energy.

Pada tahun 2020, PNB juga ada program pemerintah bekerja sama dengan pemerintah Swiss yang disebut dengan project-nya RESD Renewable Energy Skill Development Indonesia.

Politeknik Negeri Bali untuk membuka program RESD itu adalah D4 spesialisasi Energi Baru Terbarukan. Kerja sama dimulai semenjak tahun 2019, persiapan berlanjut dan pendanaan di siapkan, baik itu peralatan, kurikulum yang mendukung D4 Spesialisasi EBT di Indonesia.

Target ini berfokus kepada PLTS, Solar Power dan hydro power, dengan masing-masing Politeknik Negeri yang ada di Indonesia contohnya Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Jakarta dan PEM Akamigas Cepu.

“Dengan dasar itu kita siapkan kerja sama ini dan kita realisasikan pada tahun 2020 dengan bekerja sama dengan industri yang ada dalam setahun kita siapkan untuk tahun 2021 jadi kurikulum. untuk komponen kerja sama tersebut, kita ambil yang formal education karena  RESD ini ada 2 project,” ujar I Wayan Raka Ardana dalam wawancara dari zonaebt.


Baca juga:


Untuk tahun 2022 pada bulan september, setelah selesai menyiapkan semuanya, kita dapat memulai untuk mencetak SDM dalam dunia EBT khususnya di bali dan juga nasional akan semakin banyak ke depannya sehingga target penyediaan energi secara nasional bisa tercapai dan pengerjaan terhadap fosil energi yang bersumber dari fosil.

“Calon mahasiswa D4 untuk spesialis EBT ini diambil dari lulusan D3 di bidang engineering. Kami kemarin menargetkan satu kelas, kalau di vokasi satu kelas itu ada maksimum 30 orang, setelah kami buka pada web PNB, yang mendaftar dari alumni kita sebanyak 47 orang sehingga bisa di bilang melebihi target.” ucapnya.

Mata kuliah pokok yang di ajarkan mengadopsi sistem yang ada di Swis dengan berfokus kepada Energi Baru Terbarukan dan juga kontrol monitoring EBT (sistem analisis EBT, PLTS dan Hydro Power, instalasi) dengan lebih banyak praktik.

Biaya UKT dibedakan antara mahasiswa yang sudah bekerja dan fresh graduate. untuk fresh graduate ukt dengan kisaran 5,5 juta/ semester dan untuk yang bekerja itu 7,5 juta/ semester karena terdapat perbedaan metode perkuliahan.

Prospek kerja untuk lulusan ini akan bisa lebih terampil dan ahli sesuai dengan jenjang pendidikannya pada level  6 yaitu tenaga ahli khususnya pada EBT.

“Karena saat ini adanya peraturan gubernur bali yang akan mencanangkan bali sebagai pulau EBT menggunakan Green Energy dan energi bersih dari potensi yang sudah ada. sebagai contoh saat ini hotel, resto dan gedung-gedung yang ada di bali wajib menggunakan Reneweble Energy sehingga membutuhkan SDM yangg sangat banyak sehingga ada potensi besar dalam jenjang karir ini.” ujar dosen Politeknik Negeri Bali tersebut.


Baca juga:


Muatan lokal untuk bali ada yang harus kita ikuti misalkan tidak boleh meninggalkan budaya, keharmonisan, kesucian dari pada wilayah yang diatur oleh visi di Bali, baik dengan alam dengan tuhan dan manusia di dalam kurikulum mata kuliah nantinya.

“Harapan kami bagi lulusan D4 ini, mampu menerapkan dan mengimpelementasikan EBT secara professional dan berkarakter bagi masyarakat dan juga untuk industri di mana pun berada, serta juga mendorong pemanfaatan implementasi dari pada EBT ini sebagai sumber energi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja. Sehingga akan mempercepat pencapaian dari apa target-target, visi dan misi secara nasional maupun lokal pada bidang energy karena sangat penting bagi kehidupan kita yang keberlanjutannya perlu dijaga.” tutup dosen PNB tersebut.

Zonaebt.com

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.