Yuk, Mengenal Lantai dari Bambu

Lantai bambu
  • Lantai bambu ini merupakan alternatif untuk lantai kayu yang sudah banyak dikenal masyarakat luas, hal ini karena dari segi tampilan yang  bisa menambah nilai estetika dan ketahanan memiliki banyak kesamaan, bahkan bisa menandingi lantai kayu.
  • Bambu termasuk jenis lantai yang ramah lingkungan karena mereka adalah sumber energi yang terbarukan.
  • Secara estetika, bahan bambu dapat bekerja dengan hampir semua gaya rumah.

Memulai hidup dengan lebih ramah lingkungan bisa dimulai dengan beragam cara, mulai dari mendaur ulang sampah rumah tangga, berusaha untuk Less Waste (Mengurangi Penggunaan Sampah Plastik), Mengurangi pembelian barang-barang yang nantinya tidak terpakai dan bisa mencemari lingkungan dan lain sebagainya.

Bisa juga dengan pemilihan material lantai rumah bisa membuat hunian kita menjadi lebih ramah lingkungan. Salah satu material yang bisa dipilih adalah bambu.

Lantai ini merupakan alternatif untuk lantai kayu yang sudah banyak dikenal masyarakat luas, hal ini karena dari segi tampilan yang  bisa menambah nilai estetika dan ketahanan memiliki banyak kesamaan, bahkan bisa menandingi lantai kayu.

Baca juga :



Dengan harga yang masih relatif murah, membuat lantai ini menjadi pilihan menarik bagi banyak orang. Bagi banyak orang, lantai ini merupakan alternatif yang bagus dari lantai kayu tradisional.

Disadur dari My Decorative, Sabtu (25/6/2022), bambu termasuk jenis lantai yang ramah lingkungan karena mereka adalah sumber energi yang terbarukan. Bambu ini sama seperti rumput karena bisa tumbuh jauh lebih cepat daripada kayu lainnya.

Mereka bisa tumbuh setinggi 24 meter hanya dalam 40-50 hari. Bambu biasanya membutuhkan waktu 3-5 hari untuk benar-benar matang, sementara kayu tradisional membutuhkan waktu 20-120 tahun.

Jadi, apa saja kelebihan dan kekurangan dari penggunaan lantai bambu ini?? Yuk kita kenali lebih dekat dari kelebihan dan kekurangan dari lantai bambu, semoga informasi ini bermanfaat .

Kelebihan Lantai Bambu:

  • Ketahanan

Produk bambu berkualitas tinggi akan bertahan sama seperti lantai kayu. Khususnya, bambu yang tidak dikarbon dapat sekuat, keras, dan tahan lama seperti kayu ek merah, dan beberapa anyaman bambu tertentu bahkan dapat lebih kuat. Ketika dipadukan dengan lem yang tepat dalam pemasangan lantai bambu ini, maka lantai ini akan menjadi sangat kuat dan tahan lama.

  • Tersedia dalam Beragam Jenis

Bagi yang tertarik dengan tampilan yang bersih dan modern, lantai ini sangat cocok untuk gaya tersebut. Lantai ini dengan bahan bambu menjadi pilihan lantai yang elegan. Biasanya warna yang lebih gelap dihasilkan dari perlakuan panas yang melunakkan bambu. Secara estetika, bahan bambu dapat bekerja dengan hampir semua gaya rumah.

  • Tampilan yang Bergaya dan Bisa Diampelas

Jika menggunakan lantai bambu, rumah kita akan menjadi lebih bergaya. Sebab, lantai bambu ini dapat meningkatan kemewahan suatu ruangan. Mereka terasa seperti kayu keras, tetapi menunjukkan tampilan yang berbeda.

Seiring berjalannya waktu, lantai bambu dapat kehilangan warna, tergores, atau rusak. Namun, ini bisa diatasi dengan mengampelasnya. Setelah permukaan lantai bambu diampelas, lapisi Kembali dengan finishing khusus lantai bambu agar mereka terlihat seperti baru.

  • Ramah Lingkungan

Bambu akan menarik bagi konsumen yang tertarik menggunakan sumber daya alam terbarukan . Karena, penggunaan bahan-bahan alami saat ini sedang popular dalam konstruksi rumah, lantai ini adalah pilihan yang kuat bagi kamu yang mementingkan bahan-bahan eco friendly atau ramah lingkungan.

  • Bahan Alami

Penggunaan bahan-bahan alami saat ini sedang popular dalam konstruksi rumah, lantai bambu adalah pilihan yang solid bagi banyak orang yang mementingkan bahan-bahan ramah lingkungan.

Baca juga :



Kekurangan Lantai Bambu:

  • Mudah Tergores

Lekukan atau goresan mudah terjadi pada bambu yang berkualitas rendah, meskipun jenis lantai bambu tidak mungkin dijaga sepenuhnya mulus jika digunakan secara teratur. Perabotan, binatang peliharaan, dan sepatu hak tinggi dapat merusak permukaan lantai bambu seiring berjalannya waktu.

  • Rentan akan Air

Bambu memang agak lebih tahan terhadap kerusakan air daripada lantai kayu keras biasa. Tetapi karena bambu masih merupakan bahan organik alami, paparan air yang tinggi dapat menyebabkan lengkungan, perubahan warna, atau bahkan pertumbuhan jamur.

  • Sensitif akan Kelembapan

Tergantung  ukuran papan bambu yang digunakan, papan bambu terbelah dapat terjadi di lingkungan yang sangat kering atau sangat basah. Jika, misalnya, lantai bambu dipasang di area yang lembab, papan akan mengembang (meluas). Yang sebaliknya juga dapat terjadi (papan menyusut) di daerah kering. Entah yang mana yang akan terjadi, bambu kemungkinan akan pecah.

  • Berpotensi Melembut

Jika bambu tidak dibiarkan matang dan mengeras sebelum digunakan (paling cepat 3 bulan), lantai awalnya akan terlihat akan terlihat bagus tetapi akan menjadi lunak dan tidak tahan lama. Biasanya, lantai bambu yang tidak dikarbonisasi dan dianyam lebih kuat dan lebih tahan lama, sementara bambu yang lebih gelap mewakili struktur yang melemah dan kelembutan.

Editor: Gede Herry Arum Wijaya

Referensi :
[1] Lantai Bambu, Kelebihan Dan Kekurangannya
[2] 7 Kelebihan Lantai Bambu untuk Rumah Modern, Sekuat Lantai Kayu tapi Lebih Eco-Friendly!
[3] 5 Keuntungan Menggunakan Lantai Bambu yang Ramah Lingkungan

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.