Tren Desain Rumah Pasif, Gaya Arsitektur yang Bikin Hunian Hemat Energi dan Hemat Listrik

SOBAT TERBARUKAN pernah mendengar tentang Rumah pasif? Wah, apa tuh? Kayaknya keren deh?

Yuk, cari jawabannya di artikel ini!

Tren gaya desain rumah seperti ini belum seterkenal gaya desain rumah minimalis, gaya eropa atau gaya sultan. Tentu saja masih banyak yang belum tahu, mungkin masih jarang ada media yang memberitakan gaya desain rumah pasif

Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dari desain rumah pasif? Kira-kira apa perbedaannya dengan rumah pada umumnya?

Secara sederhana, Rumah Pasif merupakan rumah yang memanfaatkan energi dari alam-tersedia melimpah di Nusantara kita ini, seperti angin dan cahaya surya (matahari). Coba bayangkan saja, rumah dengan langit-langit yang cukup tinggi, jendela berukuran besar dan disertai dengan unsur kayu-kayu di beberapa sudut rumah.

Baca juga:


PROSPEK INDEKS IDX ENERGY DI TAHUN 2022?

Mampukah Panel Surya Mencukup Kebutuhan Sehari-hari Kita?


Sedangkan kebalikannya, rumah aktif merupakan rumah yang menggunakan elemen aktif seperti tenaga listrik, misal lampu dan penyejuk ruangan.

Nah, udah mulai ada bayangan kan?

Jangan di bayang bayangin aja dong

Biar tambah paham, kita bahas, yuk!

Dikutip dari homify.co.id persyaratan untuk membuat rumah pasif

Disaat kita merencanakan untuk membangun rumah pasif tentu hal tersebut tidak bisa sembarangan, ada beberapa hal perlu kita perhatikan. Kriteria dan syarat ini dikeluarkan oleh PHI atau juga dikenal Institut Rumah Pasif yang berada di Jerman.

Berikut penjelasannya, Airtightness diperlukan untuk 50Pa untuk ventilasi. Pemanas energi harus memenuhi kriteria dua sampai kurang dari 15kWh / ㎡ per tahun atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan yaitu 10W / ㎡ beban pemanasan.

Kelebihan Utama Rumah Pasif

Pertama, mengusung konsep hemat akan energi

Kedua, irit pengeluaran. Hemat energi tentunya membuat kita jadi hemat pengeluaran bulanan

Ketiga, tak perlu sering dibersihkan, karena memiliki sistem ventilasi yang mumpuni membuat rumah pasif tak perlu sering dibersihkan.

Baca juga:


“ELECTRIC FESTIVAL 2022” di Bali Hadir untuk Transisi Energi Bersih

Sumber Energi dari Sampah Ternyata Bisa!


Keempat, udara segar berkualitas, bukan hanya debu yang dapat disaring dengan baik, nyatanya seisi rumah akan mendapatkan udara segar selama 24 jam.

Lebih Kedap udara, pasalnya untuk sebuah rumah pasif otomatis akan kedap udara dan ini berlaku untuk semua sudut rumah. Material lebih awet, merenovasi rumah secara berkala merupakan kegiatan yang menyebabkan dan boros akan uang. Untuk menghindari kejadian seperti itu, pemilihan rumah pasif nampaknya adalah yang tepat! Hal ini dikarenakan material yang digunakan untuk rumah pasif akan bertahan selama 30 tahun hingga 50 tahun.

Tidak adil juga, yang namanya tren desain rumah pasti memiliki kelemahan. Berikut ini kami sajikan beberapa kekurangan dari rumah bergaya Pasif

1. Tak bisa mengontrol suhu,

Saat udara sedang dingin, hembusan udara yang masuk kedalam rumah tidak akan bisa kita kontrol layaknya remote AC. Untuk solusinya kita bisa membuat perapian di dalam rumah yang berfungsi sebagai media penghangat

2. Udara kering

Biasa dialami saat kemarau tiba. Angin yang berhembus dan tidak adanya curah hujan membuat udara kering.

Nah point ini mungkin para SOBAT TERBARUKAN tunggu -tunggu yaitu berapa biaya untuk membangun rumah pasif? Apakah membangun rumah pasif jauh lebih mahal ketimbang kita membangun rumah biasa?

Untuk itu dikutip kembali dari 99.co.sg Untuk menjawab pertanyaan itu kita bisa mematok pada proses pembangunan yang telah selesai dikerjakan.

Salah satunya yang pernah dikerjakan oleh arsitek Richard Pedranti 2017. Sebagaimana yang diceritakan oleh zeroenergyproject.org, Richard Pedranti mengaku membangun rumah dengan Standar Passive House hanya dengan Rp2,3 juta per meter persegi.

Sementara itu, menurutnya untuk ukuran dan spesisifikasi yang sama, desain rumah biasa membutuhkan biaya Rp2,4 juta-Rp2,8 juta per meter persegi.

Artinya biaya membangun rumah pasif lebih murah, bukan?

Kondisi budget perencanaan kembali lagi didiskusikan lebih lanjut antara pengembang dan SOBAT TERBARUKAN.

#rumah #pasifhouse #hemat #energi #listrik #milenial #jakarta #pengembang #perkotaan

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.